Sukses

Lifestyle

Mother's Day di hotel Shangri-La

Vemale.com - Shangri-La Jakarta akan merayakan Hari Ibu pada tanggal 10 Mei 2009 mendatang dengan rangkaian pilihan hidangan, penawaran spesial serta kegiatan dan permainan yang menyenangkan untuk anak-anak. Pada Hari Ibu, anak-anak usia 6-12 tahun yang bersantap di SATOO, Rosso atau Shang Palace dapat turut bergabung dalam keceriaan kegiatan menghias kue. Bermacam jenis selai, permen dan coklat maupun buah strawberry, jeruk, dan icing dalam berbagai rasa tersedia bagi mereka untuk menghias kue secantik mungkin. Kue yang sudah selesai dihias akan diberikan kepada para ibu bersama dengan kartu ucapan buatan tangan anak-anak sendiri sebagai tanda cinta kasih mereka kepada sang ibu. Badut-badut akan berkeliling di antara para tamu untuk menghibur mereka yang merayakan Hari Ibu di Shangri-La Jakarta, sementara seorang pesulap akan berkeliling ke restoran-restoran di area hotel untuk mempertunjukkan kebolehannya. Jenis-jenis permainan lainnya tersedia di teras ruang Ceria di mana terdapat area mandi bola dan keranjang bola basket mini untuk menambah keceriaan anak-anak. Hari Ibu di Shangri-La Jakarta tidak akan lengkap tanpa adanya Mother's Day brunch. Para tamu dapat menikmati berbagai hidangan yang telah disiapkan oleh tim chef Shangri-La Jakarta di ketiga restorannya di mana anak-anak hanya dikenakan biaya setengah dari harga normal pada Hari Ibu tersebut. Rosso, restoran bergaya Italia bagian utara, di Shangri-La Jakarta akan memanjakan selera para tamu dengan sajian buffet dan free-flow wine hanya seharga Rp326.000 per orang. Dan Shang Palace menawarkan hidangan brunch ala Kanton dan Cina hanya seharga Rp198.000 per orang. Di SATOO dengan kedua belas open-kitchen stations menawarkan hidangan brunch dengan harga Rp258.000 atau paket brunch lengkap dengan free-flow fruit punch, iced tea atau iced lemon tea seharga Rp318.000 per orang. Untuk sajian yang lebih ringan, Lobby Lounge Shangri-La Jakarta menyediakan High Tea Buffet di Hari Ibu hanya seharga Rp95.000 per orang. Perayaan Hari Ibu tercetus 150 tahun yang lalu ketika Anna Jarvis, seorang ibu rumah tangga dari Appalachia di Amerika Timur menginspirasi para ibu rumah tangga lainnya untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan di lingkungan mereka. Ia yakin bahwa apa yang ia perjuangkan akan didukung oleh para ibu rumah tangga di seluruh dunia. Oleh karena itu, ia menyebut hari tersebut sebagai Hari Kerja Para Ibu (Mother's Work Day). Tahun 1905 saat Anna Jarvis wafat, anaknya yang juga bernama Anna meneruskan kampanye yang memperjuangkan kesehatan para ibu untuk mengenang perjuangan ibunya. Anna melakukan pendekatan kepada para pengusaha sukses seperti John Wanamaker serta Presiden Amerika Serikat William Howard Taft dan Franklin D. Roosevelt untuk meminta dukungan mereka bagi kampanye untuk menghormati para ibu. Di tahun 1908, Anna membagikan bunga anyelir – yang merupakan bunga kesukaan mendiang sang ibu – kepada para peserta kampanye yang ia lakukan untuk mengenang perjuangan ibunya di gereja West Virginia. Lima tahun kemudian, dewan perwakilan memerintahkan pejabat pemerintahan untuk memakai bunga anyelir setiap Hari Ibu. Pada tahun 1914, perjuangan Anna membuahkan hasil dengan ditetapkannya Hari Ibu sebagai hari libur nasional di Amerika Serikat. (vem/dis/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading