Sukses

Lifestyle

Ma, Aku Punya Pacar!

Vemale.com - Oleh:Agatha Yunita Siang itu tiga anak-anak manis yang masih berseragam merah putih bercanda di jalan. Sambil tersipu malu salah satunya menunjukkan selembar kertas yang katanya dari seorang teman lelaki sekelasnya. Tertulis di atas kertas sebuah tulisan di dalam gambar hati "I Love You". Sedemikian rupa makna tulisan itu hingga membuat salah satu gadis kecil itu tersipu. Yang lain kemudian bertanya, "Kenapa bukan si itu sih kan dia lebih ganteng...", dan yang lain menimpali, "Ah nggak, lebih ganteng si anu..." Wait, tiga anak manis tadi masih menggunakan seragam merah putih lho. Palingan usia mereka masih 10 tahun, lha kok sudah ngomongin soal ganteng, cinta dan pacaran sih. Memangnya mereka mengerti? Entah makna apa yang terbentuk di pikiran mereka soal pacaran, mungkin yang mereka tahu hanya sebatas mengatakan cinta dan status. Soal hal-hal yang lain, bahkan para remaja yang sudah menginjak usia 17 tahun saja belum tentu mengerti betul soal makna pacaran. Permasalahannya di sini bagaimana jika si kecil yang masih duduk di kelas 3 SD, misalnya, tiba-tiba berlari-lari kecil ketika pulang sekolah dengan pipi bersemu merah muda mengatakan pada Anda bahwa ia punya pacar, dan ia terlihat sangat bahagia. Wah, berat juga bagi Anda untuk memutuskan sikap. Harus ikut senang atau malah marah-marah karena Anda merasa ia tak mengerti apa-apa soal pacaran. Jadi langkah apa yang harus Anda ambil? 1. Beri jalan Masa pertumbuhan adalah masa emas yang sangat berarti bagi masa depan anak-anak. Ketika ia mulai menyinggung soal pacaran, jangan biarkan emosi Anda membuat ia merasa kecewa dan berpikir bahwa pacaran adalah hal yang salah. Berikan contoh dan pengertian bagaimana seharusnya ia berpacaran. Mungkin Anda dapat memanfaatkannya sebagai alat untuk memotivasi dia. 2. Tunjukkan batasannya Setiap fase usia memiliki batasan dan aturan khusus soal pacaran. Karena anak Anda tergolong masih anak-anak, buat aturan kecil untuk mereka. Arahkan model pacaran mereka pada kompetisi sehat dan motivasi untuk menjadi lebih berprestasi. 3. Sex education Siapa bilang pelajaran seks hanya didapat saat anak sudah dewasa. Toh seks bukan berarti hanya 'urusan ranjang' saja. Untuk itu Anda dapat memberikan pengertian dan memonitor mereka agar tidak keluar jalur dan tak sampai terseret arus free sex kelak. 4. Be a bestfriend Ini kesempatan untuk Anda lebih dekat dengan mereka, biarkan mereka menceritakan semua pengalamannya dengan bebas dan tanpa rasa takut pada Anda. Ketika mereka merasa nyaman dan percaya pada Anda, maka ia tak akan menyimpan rahasia dan selalu berbagi dengan Anda. Keuntungan lebihnya, Anda dapat menuntun dan mengatur si dia tanpa ia merasa Anda sebagai diktator. Jadi jika si kecil mengatakan ia punya pacar bagaimana sebaiknya respon Anda? Tanyakan padanya, "siapa namanya?", dan berbagai cerita akan mengalir dengan sendirinya. (vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading