Sukses

Lifestyle

Hubungan Mesra Dengan Ibu Mertua

Vemale.com - Pengirim: Dwi Andriani Namun setelah berjalan beberapa tahun perkawinan kami, aku merasakan kalau ibu mertua tidak begitu suka pada saya. Saya introspeksi apakah saya pernah berbuat salah padanya. Saya merasa selama ini saya tidak pernah berbuat yang menyinggung hati ibu mertua. Walaupun tidak secara eksplisit disampaikan, tetapi kelihatan ibu mertua merasa "cemburu" pada saya. Mungkin dengan keberadaan saya, tanpa disadari hubungan suami saya dengan ibunya tidak sedekat ketika ia belum menikah. Sebenarnya ini hal natural. Tetapi tidak bagi ibu mertua, yang sejak muda sudah kehilangan kasih suami. Dengan menikahnya anak laki laki kesayangannya, mungkin ia khawatir kehilangan kasih sayang anaknya itu. Ia sering membandingkan antara saya dan menantunya yang lain. Menurut dia menantu laki-lakinya, suami anak keduanya adalah menantu yang baik. Walaupun saya melihat sikap suami adik ipar saya tersebut tidak lebih baik dari saya terhadap ibu mertua. Kepada anak-anak saya, yang notabene adalah cucunya, ibu mertua juga membeda-bedakan dengan cucu-cucu yang lain yang dari anak-anak perempuannya. Dan sedihnya perlakuannya itu dirasakan anak-anak saya. Mereka sering mengeluh terhadap sikap neneknya itu. Jujur saya tidak ingin berkonfrontasi dengan ibu mertua. Bagaimana pun ia adalah bagian dari suami yang mau tidak mau harus saya terima apa adanya, agar hubungan saya dengan suami nyaman. Saya juga tidak ingin suami pada posisi dilematis, antara ibu dan isteri. Saya tetap berpikiran positif pada ibu mertua. Mungkin dia perlu mengenal lebih dekat saya. begitu pula saya terhadap dia. Saya nasihati anak anak saya agar mereka lebih dekat, mengenal dan menerima nenek mereka apa adanya. Untung anak-anak saya mau mengerti. Maka saya mencoba menjalin hubungan lebih dekat lagi dengan ibu mertua. Walaupun kami tinggal di kota berlainan, saya selalu menelpon dia dan menanyakan kabarnya. Kalau ada sikap suami yang menjengkelkan, maka saya "curhat" kepada ibu mertua. Rupanya jurus saya manjur. Ia semakin sayang pada saya. Dan tidak segan menegur anaknya untuk membela saya. Ia malahan ganti "curhat " kepada saya. Mengeluhkan sikap menantu laki-lakinya yang dulu sering dipujinya. Katanya ternyata menantunya itu tidak sayang dan kurang perhatian padanya. Kalau ibu mertua bertandang ke rumahnya, ia tidak bersikap ramah. Dan puncaknya ketika dia kena stroke, dan tinggal berbulan-bulan di rumah saya, saya rawat dengan penuh ketulusan. Mungkin karena merasa nyaman, ia utarakan niatnya untuk ikut dan tinggal bersama saya. Saya tersenyum. Akhirnya saya bisa menaklukkan hati ibu mertua yang keras. (vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    Loading