Sukses

Lifestyle

Cosmo Career – Aura 'Seksi' Menuju Sukses

Vemale.com - Percaya atau tidak, masih banyak yang berpikir kalau berbusana super ketat dan terbuka bisa memudahkan mereka mendapat promosi. Tapi sebenarnya, ini justru bisa menjadi penghalang buat kenaikan jabatan, lho! Para pria di kantor mungkin akan suka melihat seorang wanita dengan penampilan begitu menggoda mendekati dan berbicara kepada mereka. Tapi ketika Anda mulai berbicara soal kenaikan jabatan sambil mengenakan busana seperti itu, maka mereka akan mulai menertawakan. Seksi tak selamanya identik dengan lingerie, cleavage atau bokong yang kencang saja, Teman. Tapi mengenakan busana yang tepat, ditambah dengan attitude dan body language yang profesional juga bisa bikin Anda terlihat seksi. Ingat, ini bukanlah masa sekolah di mana Anda harus berdandan secantik-cantiknya demi mendapatkan perhatian kakak kelas incaran. Yang Anda hadapi di sini adalah orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun menguasai bidangnya. Ambil contoh Lisa, salah satu rekan Cosmo berusia 30 tahun. Lisa mungkin bukanlah yang tercantik di kantornya, atau yang paling pintar. Tapi tiap kali berbicara, ia bagaikan magnet yang menarik perhatian setiap koleganya. "Tak bisa berkata 'tidak' kalau sudah Lisa yang meminta. Mungkin karena cara bicara dan pemilihan kata-katanya membuat kami dengan senang hati membantu," begitu kata Rangga, rekan sekerja Lisa. Jadi, Anda ingin memenangkan hati klien atau pun atasan lewat the art of sexy communication? Caranya ada di sini. Seksi? Di kantor? Tentu Saja! Memang, kalau sudah menyebut kata 'seksi' tak bisa jauh-jauh dari penampilan yang menarik. Tapi ingat juga kalau ini adalah kantor, bukannya klub di mana Anda bisa mengenakan busana yang belahan dadanya rendah sekali itu. "Sexy at work bisa dimaksudkan penampilan yang menarik (namun tidak seronok), yang diimbangi dengan kompetensi yang piawai plus karakter yang kuat. Nah, itu baru sempurna," begitu kata Reza Soedomo dari Dunamis Organization Services. Pendekatan Pun Bisa Seksi Kalau ingin pendapat Anda didengarkan, bukan sekadar harus pintar memilih kata-kata yang tepat saja saat mengutarakannya, tapi ada pendekatannya juga. 1. Hubungan bagus Pertama, relationship yang bagus harus dibangun antara Anda dan klien atau atasan. "Begitu mereka sudah merasa nyaman berinteraksi dengan Anda, mereka akan merasa yakin kalau Anda adalah orang yang trustworthy baginya," kata Reza. Setelahnya, akan mudah bagi Anda untuk melakukan pendekatan (baca: menjual ide atau solusi) 2. Kemukakan pendapat Sesekali lontarkan pujian kalau menurut Anda ide yang mereka sampaikan itu brilian, tapi jangan takut untuk bilang kalau Anda tidak setuju dengan pendapat mereka. Tahukah Anda betapa seksinya wanita yang berani mengungkapkan apa yang mereka mau? Speak up your mind, Ladies! 3. Katakan dengan jelas! Pahami benar apa yang dibutuhkan klien, bos, atau kolega Anda. Kalau belum jelas juga, jangan ragu untuk bertanya sampai mereka yakin kalau Anda paham apa yang dimaksud. Sampai di sini saja klien sudah merasa senang, apa lagi kalau diikuti dengan saran atau solusi yang memang mereka tunggu-tunggu! Saat Presentasi Pagi itu Anda berdandan dengan sangat cantik, bahkan sudah beli baju baru khusus untuk presentasi superpenting di depan para Board of Directors. Ini juga yang jadi salah satu alasan kenapa belakangan Anda selalu terbangun jam empat pagi setiap harinya. Akhirnya, setelah latihan berhari-hari sampai hafal mati apa saja yang harus diucapkan, lelucon-lelucon konyol andalan yang akan disampaikan, Anda pun melangkah penuh percaya diri ke ruang meeting, or so you thought. Karena begitu melihat semua pria berdasi memerhatikan Anda, kedua kaki serasa berubah jadi air dan semua yang telah dihafalkan sebelumnya pun terlupakan. Familiar dengan situasi di atas? Kalau sudah begitu, jangankan terlihat seksi, yang ada mereka akan saling bertanya-tanya, "Apa yang sebenarnya mau disampaikan wanita ini?" Sebelum itu terjadi pada Anda (err atau mungkin 'terulang lagi' adalah kata yang tepat?), ada baiknya Anda menguasai teknik untuk melihat 'seksi' ketika sedang presentasi! Bukan saja karena ini bisa bikin para pria jadi terpesona (atau bahkan tergila-gila), tapi yang wanita pun bisa kagum pada Anda. 1. Pertama dan menentukan "Saya percaya bahwa penampilan pertama sangat menentukan. Itu berlangsung sangat singkat, tapi bisa memberi kesan mendalam," begitu kata Reza. Dan memang, hampir semua orang menilai Anda dari kesan pertama Anda bertemu. So know your audience. Semisal Anda harus presentasi di depan para customer service yang usianya masih terbilang muda, tampan dan cantik-cantik, maka gaya busana dan berbicara pun harus disesuaikan dengan mereka. Berbeda halnya kalau Anda berbicara di depan para Board of Directors. Tidak, Anda tak bisa melontarkan lelucon tentang betapa lucunya kalau Anda melakukan kudeta karena sistem reimburse di kantor ini payah sekali. 2. Tampilkan karakter Setelah mereka kagum dengan penampilan pertama tadi, barulah tunjukkan kompetensi Anda. Terakhir, kunci kekaguman itu dengan menampilkan karakter yang dimiliki. Ingat, meski rasanya akan pingsan dalam lima detik ke depan, jangan sampai Anda membiarkan orang lain tahu. Satu lagi, pertahankan kontak mata. Biasanya karena terlalu gugup Anda akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu menatap lantai atau langit-langit ketimbang peserta meeting. Pastikan kalau Anda menatap mata mereka ketika bicara. Selain lebih sopan, dijamin mereka akan jauh lebih menyimak. "Kalau bisa memadukan penampilan menarik, kompentensi, serta karakter yang kuat, saya bisa katakan kalau Anda telah mendapatkan life time relationship yang menghasilkan life time business," Reza menambahkan. Nice! Sexy atau skanky? Jangan sampai jadi bahan obrolan di kantor karena Anda salah 'menerjemahkan' arti jadi seorang wanita seksi di kantor. Sexy: 1. Memiliki raut wajah yang ramah dan intonasi jelas ketika sedang berbicara dengan kolega. 2. Menyemprotkan parfum sebelum sampai ke kantor, sesudah makan siang, atau ketika akan meeting. 3. Mengenakan blazer dipadu dengan kemeja putih yang kancingnya dibuka sampai ke dada. 4. Ketika krisis melanda, dengan sigap langsung mencari solusi. 5.Menjabat tangan klien dengan memperkenalkan diri. Skanky: 1. Bikin kolega Anda ketakutan karena tiap kali berbicara dengan mereka, Anda selalu mengeluarkan suara setengah mendesah. 2. Menyemprotkan parfum setiap jam. Seriously, Anda tidak sebau itu, Darling. Masih ragu juga? Lebih baik mandi lagi saja. 3. Mengenakan blazer dipadu dengan dress berbelahan dada sangat rendah. 4. Ketika krisis melanda, dengan sigap langsung mengambil langkah seribu. 5. Menjabat tangan klien terlalu lama ketika memperkenalkan diri. [initial] Source: Cosmopolitan, Juni 2010, halaman 238 Provided by:
(Cosmo/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading