Sukses

Lifestyle

Sexual Fetishism? Apa Itu?

Serba-serbi dunia seks selalu membuat siapa saja penasaran untuk mengetahui lebih dalam. Salah satunya adalah mengenai fetishism. Sudah pernah mendengarnya, Ladies?

Menurut psychologytoday.com, fetishism adalah satu penyimpangan seksual dimana seseorang memerlukan benda atau bentuk tertentu, baik itu bagian tubuh manusia maupun benda mati untuk dapat merasakan rangsangan seksual. Seseorang yang memiliki fetish terhadap bagian tubuh tertentu biasanya menjadikan kaki, perut, ataupun warna rambut sebagai obyek fantasinya. Sedangkan orang yang memiliki fetish terhadap benda mati paling banyak menjadikan sepatu high-heels, bikini lateks, ataupun baju berenda sebagai obyek fantasi mereka.

Orang yang memiliki fetishism, atau biasa disebut fetishist, biasanya harus memegang, meraba atau menciumi benda yang menjadi obyek fantasinya agar dapat terangsang secara seksual, meskipun beberapa diantaranya merasa cukup dengan hanya melihat saja. Pasangan dari fetishist kebanyakan dituntut agar mampu memenuhi fetish tersebut misalnya, harus memakai sepatu high-heels ketika bercinta atau harus mewarnai rambutnya dengan warna tertentu.

Untuk beberapa fetishist yang parah, bagaimanapun menariknya atau sensualnya pasangan mereka, mereka tidak akan terangsang secara seksual jika pasangannya tersebut tidak mengenakan atau memberikan mereka fantasi yang diinginkan. Hal ini bisa jadi masalah dalam sebuah hubungan, karena pasangan akan merasa bahwa fetishist tidak tertarik pada mereka karena apa adanya mereka, namun pada hal-hal tertentu yang harus mereka lakukan atau penuhi.

Memang, kebanyakan dari fetishist adalah laki-laki, meskipun wanita juga mungkin memilikinya. Jika sudah telanjur ‘sakaw’, para fetishist biasanya akan sangat nekat untuk memenuhi hasratnya dengan mencuri atau memperkosa. Serem, ya, Ladies?

Oleh: Mazhi

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading