Sukses

Lifestyle

Mungkinkah Teman Kantor Jadi Sahabat?

Ladies, biasanya tidak semua rekan kerja bisa menjadi teman dekat anda, bukan? Sebagian orang bahkan membatasi hubungan dengan rekan kerja sebatas di kantor saja.

Namun menurut sebuah survey yang dipublikasikan di www.officevibe.com, 70% staf mengatakan bahwa berteman baik dengan rekan kerja dapat meningkatkan produktivitas kerja dan membuat lingkungan kerja menjadi lebih menyenangkan. Bahkan mereka merasa memiliki ikatan yang kuat dengan perusahaan bila menjalin persahabatan dengan rekan kerja.

Lalu, bagaimana sih etika berteman baik di kantor itu?

Salah satu yang paling penting adalah menjaga tutur kata. Sesering apapun anda bertemu dan ngobrol dengan rekan kerja, sebaiknya hindari mengkritik di depan umum. Anda toh tidak pernah benar-benar tahu apa yang ia rasakan ketika menerima kritik di hadapan rekan kerja lain. Jika memang ada hal penting yang ingin anda sampaikan tentangnya, diskusikan dengan baik secara privat.

Usahakan untuk selalu menggunakan kata-kata sakti seperti “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf”. Tampaknya sepele, namun kata-kata ini mempunyai efek yang besar pada hubungan pertemanan anda, karena rekan kerja anda akan merasa lebih dihargai.

Selanjutnya, buang jauh-jauh rasa iri dan cemburu ketika salah seorang rekan kerja anda berhasil, misalnya mendapat promosi kenaikan jabatan. Ucapkan selamat dengan tulus tanpa membalikkan topik dengan menceritakan kesuksesan anda.

Dan, berusahalah untuk dekat (secara wajar tentunya) dengan semua orang di lingkungan kerja anda. Alangkah baiknya jika anda tidak hanya berteman dengan rekan kerja satu ruangan saja. Sesekali luangkan waktu untuk ngobrol tentang hal-hal ringan seperti program televisi, berita atau gosip terkini, dan sebagainya. Tunjukkan bahwa anda adalah orang dewasa professional yang ramah.

Hindari kecenderungan membentuk kelompok-kelompok pertemanan agar tak menjadikan rekan kerja lainnya merasa dikucilkan. Ketika anda lebih suka makan siang di luar kantor, ajaklah beberapa rekan kerja untuk makan bersama, dan anda bisa pergi dengan rekan kerja yang lainnya di hari lain.

Dalam situs www.levo.com, Shasta Nelson, penulis buku Friendships Don't Just Happen, menyarankan agar anda sebaiknya tidak terlalu terbuka pada rekan kerja. Nah, kalau anda merasa salah seorang rekan kerja bisa lebih dipercaya atau layak menjadi sahabat anda, beri waktu bagi anda sendiri untuk mengenalnya lebih jauh. Pastikan anda juga tidak terlalu banyak mengungkapkan hal-hal pribadi padanya.

Shasta Nelson menambahkan, bahkan ketika anda sedang berselisih dengan rekan kerja, biarkan masalah ini menjadi masalah anda berdua. Segera temukan solusi tanpa perlu melibatkan rekan kerja lainnya. Jaga suasana kerja anda tetap nyaman dan tidak mengganggu pekerjaan.

So, ladies, apakah anda sudah punya sahabat di kantor?

Oleh : Puteri Krisnasekar

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading