Sukses

Lifestyle

Tips Hemat Gas untuk Ibu Rumah Tangga, Memasak Lebih Cepat dan Efisien

Fimela.com, Jakarta - Di tengah ancaman krisis energi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan energi, termasuk LPG yang menjadi andalan dapur rumah tangga. Meski terlihat sederhana, aktivitas memasak sehari-hari menggunakan gas ternyata memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi nasional.

Menanggapi hal ini, Technical Chef produsen tepung beras, Igun Gunawan atau yang akrab disapa Chef Gun, membagikan sejumlah cara praktis yang bisa diterapkan masyarakat untuk menghemat gas saat memasak.

Menurutnya, upaya menghadapi potensi krisis energi tidak harus selalu dilakukan dengan langkah besar. Justru, perubahan kecil di dapur bisa memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara konsisten.

“Banyak orang berpikir krisis energi itu urusan pemerintah atau industri besar. Padahal, dapur rumah tangga juga punya kontribusi besar. Cara kita memasak setiap hari itu menentukan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk memasak dengan efektif dan efisien.

 

1. Mulai dari Persiapan Memasak

Salah satu kebiasaan yang sering dianggap sepele namun berdampak besar adalah menyalakan kompor sebelum semua bahan siap. Tanpa disadari, gas terus terpakai sementara proses memasak belum benar-benar dimulai.

Chef Gun menekankan pentingnya menyiapkan seluruh bahan terlebih dahulu sebelum menyalakan api. Dengan begitu, waktu penggunaan gas bisa lebih efisien dan tidak terbuang percuma.

2. Gunakan Teknik yang Tepat

Efisiensi energi juga bisa dicapai melalui teknik memasak yang benar. Salah satu cara sederhana adalah merendam bahan makanan sebelum dimasak, terutama bahan yang membutuhkan waktu lama seperti kacang-kacangan atau beras tertentu.

Teknik ini membantu mempercepat proses memasak sehingga waktu penggunaan kompor menjadi lebih singkat.

3. Perhatikan Kondisi Kompor

Faktor teknis juga tak kalah penting. Kompor yang kotor atau tidak terawat dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna, sehingga gas terpakai lebih banyak dari seharusnya.

Bagian burner atau tungku pembakaran sering kali menjadi tempat penumpukan kotoran seperti minyak atau sisa makanan. Jika tidak dibersihkan, aliran gas akan terhambat dan api menjadi tidak optimal.

Chef Gun mengingatkan, api kompor yang ideal berwarna biru. Jika api berubah menjadi kuning, itu tanda adanya masalah pada pembakaran yang bisa menyebabkan pemborosan energi.

4. Gunakan Api Sedang

Masih banyak anggapan bahwa api besar akan mempercepat proses memasak. Padahal, menurut Chef Gun, hal ini justru tidak efisien.

Api yang terlalu besar sering membuat panas tidak merata dan sebagian energi terbuang. Sebaliknya, penggunaan api sedang dinilai lebih stabil, hemat gas, dan mampu menghasilkan masakan yang lebih matang sempurna.

 

Kontribusi Kecil, Dampak Besar

Chef Gun menegaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor besar, tetapi juga rumah tangga sebagai pengguna akhir. Jika jutaan keluarga mulai menerapkan pola memasak yang hemat energi, dampaknya akan sangat signifikan.

“Kita mungkin tidak bisa mengendalikan konflik dunia, tapi kita bisa mengendalikan cara kita menggunakan energi di rumah. Dari situ, kontribusi besar bisa dimulai,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah sederhana seperti persiapan yang matang, teknik memasak yang tepat, hingga perawatan kompor, masyarakat bisa ikut berperan dalam menjaga ketahanan energi sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading