Menapaki Jejak Islam di Wina nan Megah

Asnida Riani diperbarui 26 Jun 2016, 23:38 WIB

Fimela.com, Jakarta Seperti kebanyakan kawasan Eropa, adzan memang tak terdengar hingga keluar masjid di Wina. Meski demikian, bukan berarti Islam tak ada di napas kehidupan kota yang sungainya menginspirasi komposer besar Johann Strauss mencipta lagu Waltz the Blue Danube tersebut.

Di antara megah bangunan dengan warna seragam, tempat peribadatan kaum muslim mulai bermunculan di ibu kota Austria. Di tengah padatnya bangunan gereja yang kebanyakan bergaya gotik, masjid tetap bisa didapati di Wina. Dari sekian banyak, Wina Islamic Centre bisa jadi satu yang menarik.

 

Berada di tepi sungai Danube yang alirannya juga 'membelah' Budapest nun jauh di Hungaria sana, aktivitas Islami tak terganggu di sini, meski banyak orang yang berjemur dengan pakaian minim saat hangat mentari singgah di Wina. Disebut sebagai masjid terbesar di Austria, tak heran kalau kajian Islam berpusat di sini.

Seperti sejumlah masjid, perempuan yang hendak memasuki kompleks tempat peribadatan ini harus menutupi kepala dengan selendang. Sebagaimana diwartakan spottedbylocals.com, ketika kamu memasuki gerbang utama, maka langsung saja akan ada orang yang menunjukkan sejumlah aturan dan bagaimana bersikap di lingkungan masjid.

Mungkin tak semegah ornamen Blue Mosque, baik yang berada di Turki maupun Afghanistan, namun nuansa tenang langsung hinggap ketika memasuki Wina Islamic Centre. Merupakan salah satu wilayah Ottoman di masa silam, Islam nyatanya tak pernah meninggalkan 'bumi' Austria.