Eksklusif GAC, Prioritas Antara Grup dan Solo Karier

Nizar Zulmi diperbarui 27 Jul 2016, 08:07 WIB

Fimela.com, Jakarta Lahir dan bercokol di tengah kepungan boyband dan girlband tanah air, GAC butuh lebih dari sekedar perjuangan untuk mencapai sukses. Menyatukan tiga kepala, membangun image dan menegaskan karakter bermusik merupakan bagian dari proses mereka bertahan di industri musik.

***

Gamaliel, Audrey dan Cantika menggunakan inisial nama mereka sebagai grup bukan tanpa alasan. GAC menjadi pengingat bahwa mereka membangun semua dari awal bersama, dan berharap bisa terus menuangkan kreativitas sebagai grup yang solid.

Sejauh ini, GAC telah menelurkan dua album studio di bawah label Sony Music Indonesia. Album self-titled (GAC) dan Stronger menjadi gambaran pendewasaan diri ketiganya dalam berkarya. Mencapai titik lahirnya album kedua, mereka pun sadar bahwa banyak perubahan signifikan yang mereka alami sejak pertama kali debut.

Di album Stronger, GAC terlibat lebih banyak dalam proses penggodokannya. Banyak kejutan tak terduga, salah satunya ketika hits single Bahagia meledak dan makin banyaknya pendengar musik GAC yang baru.

"Jujur nggak nyangka banget respon Troops dan semua yang mendengar album Stronger sangat baik. Bahkan banyak juga pendengar baru yang mengira ini album pertamanya GAC," tukas Abigail Cantika saat berkunjung ke redaksi Bintang.com (25/7).

Sebagai grup GAC memang saling melengkapi. Namun secara individu, ketiganya juga memiliki kualitas yang mumpuni. Karenanya tak heran jika banyak kalangan mengharapkan Gamal, Audrey atau Cantika mengambil langkah bersolo karier.

Harapan tersebut rupanya sangat diapresiasi oleh GAC. Mereka tak keberatan jika nantinya para personel memiliki kesibukan sebagai penyanyi tunggal. Akan tetapi mereka berprinsip untuk tetap menjadikan GAC sebagai prioritas utama.

Secara personal, Gamaliel, Audrey dan Cantika berbagi cerita soal perjalanan musik, solo karier dan rahasia-rahasia kecil di antara mereka. Semuanya terangkum dalam sesi wawancara eksklusif Bintang.com bersama reporter Nizar Zulmi, videografer Hasan Mukti Iskandar dan fotografer Febio Hernanto (25/7). Simak petikan wawancara kami dengan GAC selengkapnya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

GAC, Album Stronger dan Solo Karier

GAC buka-bukaan soal solo karier dan prioritas mereka sebagai grup vokal. (Wardrobe Cantika: LOTUZ, Audrey: Natalia Kiantoro, Stylist: Indah Wulansari, Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Sejak awal terbentuk Gamaliel, Audrey dan Cantika menganggap GAC sebagai media untuk menuangkan kreativitas. Sebagai grup, mereka cukup nyaman berkompromi dalam proses penulisan setiap lagu. Hal ini yang membuat mereka kompak. Tapi bagaimana jika GAC bersolo karier?

Album Stronger kini menjadi tolak ukur kreativitas masing-masing personel GAC setelah mengalami berbagai hal bersama. Mereka pun menceritakan bagaimana serunya menjalani proses menjalin chemistry sejak terbentuk sekitar 6 tahun lalu.

Sudah setahun album kedua, Stronger dirilis. Sejauh ini bagaimana respon para penggemar?

Cantika: Antusias banget sih, bahkan nggak cuma dari Troops aja. Kaya orang-orang yang belum pernah denger GAC sebelumnya. Mereka banyak yang suka kira album ini (Stronger) album pertama. Ternyata Stronger membawa lagu-lagu yang menghibur masyarakat juga, terutama pas Bahagia keluar, mereka mendukung kita banget. Jadi album ini punya journey sendiri mulai pembuatannya, songwritingnya, rekamannya segala macem sampai akhirnya rilis bisa dinikmati banyak orang membawa GAC ke level selanjutnya. 

Dari album pertama hingga kedua ini, apa perubahan yang dirasakan GAC sebagai grup?

Audrey: Banyak banget sih, dari kematangan masing-masing dalam bernyanyi. Kita sebelumnya kan cuma nyanyi live masing-masing dan nggak pernah masuk dapur rekaman, dan di album pertama belajar banyak banget, kayak ngontrol emosi dan mood. Soalnya kalau rekaman kan harus sempurna, walaupun bisa diedit, tapi tetap harus bisa dapet emosi untuk menyampaikan lagunya dengan baik. Dan di album kedua kita bener-bener bertiga ngerjain semuanya, kita juga udah makin tahu bagian masing-masing. Karakter nyanyi masing-masing juga lebih jelas.

Hal apa yang paling berkesan saat mempersiapkan album Stronger?

Cantika: Kita dijadwalin tiap hari rekaman, bikin lagu. Dulu di album pertama nggak yang terbiasa untuk nulis. Tiba-tiba di album kedua di-schedule-in dalam beberapa hari harus udah selesai materinya untuk album kedua. Lebih ke tantangan untuk mencari inspirasi dan menulis.

Audrey: Misalnya hari ini kita bikin melodinya, terus udah mikirin liriknya juga di hari itu karena besoknya rekaman. Kalau dibayangin kayak gila juga ya, tapi semuanya berjalan dengan seru dan menyenangkan sih. Kita juga kerjasama dengan Karen Pool di lagu I Want You, dia musisi yang jago bikin lirik dan attitude-nya juga layak diacungi jempol.

Gamaliel: Ada keseruan kecil sih, kayak aku take beberapa kali. Dan tiap take-nya berbeda-beda cara nyanyinya, dan dia bilang, "Emang biasanya kayak gitu ya, take-nya harus beda-beda ya". Itu jadi ada pengalaman-pengalaman seru kaya gitu sih.

Dengan kualitas yang makin matang, mungkinkah personel GAC bersolo karier?

Cantika: Memang itu awalnya kita bikin GAC, namanya tetap Gamal Audrey Cantika karena kita nggak mau nanti misalnya ada project sendiri kita dibilang 'Oh Gamal keluar nih dari grup ini', dan kita sangat mendukung project masing-masing. Dari album pertama pun malah ada lagu sendiri-sendiri. Di album Stronger juga ada sendiri-sendiri. Trus Audrey kemarin diajak featuring sama Fade 2 Black ya nggak apa-apa. Dari pihak label dan manajemen juga sangat mendukung misal kita ada karya sendiri-sendiri. Kita bertiga juga nggak pernah ngebatesin 'lu harus bermusik sama GAC sendirian' gitu nggak sih. 

Gamaliel: Ya kita pastinya ingin mengembangkan diri lebih jauh lagi. Biar bisa bebas berekspresi juga. Hehe.

Bagaimana porsi antara GAC dan project kalian masing-masing?

Audrey: Sebenarnya kalo sampai sekarang sih kalaupun ada  project masing-masing dari manajemen dan label tetap GAC yang diprioritasin. Jadi porsinya masih sangat lebih fokus ke GAC daripada project masing-masing. 

Gamaliel: Karena emang harus tahu timing juga ya. Kalo misalkan tiba-tiba salah satu dari kita mau solo karier ya kita harus obrolin juga dengan tim. Karena kita juga punya tanggung jawab sebagai GAC juga.

3 dari 3 halaman

Buka Rahasia GAC

GAC buka-bukaan soal solo karier dan prioritas mereka sebagai grup vokal. (Wardrobe Cantika: LOTUZ, Audrey: Natalia Kiantoro, Stylist: Indah Wulansari, Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Selain kualitas dan karakter kuat, pelaku industri hiburan juga harus bisa beradaptasi dengan teknologi dan kultur masyarakat. Hal ini disadari benar oleh GAC yang telah jadi ikon musik pop masa kini. Secara alami, GAC memandang pentingnya fashion untuk menunjang penampilan mereka di atas panggung. Begitu pun social media yang jadi sarana untuk lebih dekat dengan fans.

GAC dianggap punya gaya fashion yang berkarakter. Seberapa penting fashion menurut kalian?

Cantika: Waktu awal-awal pas kita belum terlalu matang sebagai grup kita masih suka pakai baju sendiri, ga pernah janjian. Misalnya dilihat dilihat di YouTube awal karier GAC, kita tuh kayak grup yang dinamis, yang punya karakter sendiri-sendiri yang kuat, nggak ada konsepnya, berantakan hahaha. Waktu itu kita manggung di acara brand kecantikan, trus karena kita penampilannya amburadul kita dapat teguran. Dari situ akhirnya mikir, kalau kita jadi grup mau nggak mau kita harus enak dilihat mata juga. Makin ke sini kita juga makin sadar sebagai orang yang tampil di atas panggung, selain menyuguhkan musik yang bagus harus enak dilihat mata. Kita juga sering sharing referensi dan tahu kalau visualnya GAC tuh kayak gini.

Gamaliel: Bahkan kita juga pernah pas meeting yang bajunya nggak harus samaan juga. Tiba-tiba kita datang dan ternyata matching banget ya ini, grup banget, hehe. 

Selain musik dan fashion, apakah social media juga berpengaruh di karier GAC? Sebesar apa?

Cantika: Dari membuka karier GAC aja lewat social media. Gamal dan Audrey mulai dari YouTube, aku kenal mereka juga dari sana. Kirim message di Facebook, akhirnya kopi darat 2009 pertengahan. Sejak itu mulai promo apapun, ngasih tahu karya juga pasti lewat social media. Kayak kemarin launching Cinta versi akustik itu juga di YouTube. Jadi Twitter, Instagram itu sangat berpengaruh karena semua orang nonton atau nyari berita di social media. Selain itu engagement dengan fans juga sangat berpengaruh banget lewat social media.

Gamaliel: Dan bukan hanya dari kita ke mereka aja sih sebenernya, tapi juga mereka ke kita. Jadi kayak gimana banyak banget inspirasi yang kita dapat dari social media, dan kita growing as an artist juga sangat dipengaruhi social media. Kalau jaman dulu mungkin aksesnya agak susah ya, konvensional. Kalau sekarang sih sejauh klik aja bisa menginspirasi kita menulis lagu, cara perform, bahkan berpakaian. Jadi inspirasi juga social media sekarang.

Boleh dibocorkan sedikit rahasia live performance yang keren ala GAC?

Cantika: Mungkin kenapa live performance lebih seru karena emosinya bisa langsung terlihat saat itu ya. Kita juga menerima energi dari penonton, karena kalau rekaman kan sendiri dan berusaha mendapatkan emosinya sendiri kan. Kalau live performance kita pasti didukung band dan sound system juga. Dan mungkin untuk stamina gitu kerasa saat kita olahraga atau nggak. Kalau misalnya olahraga nyanyi kuat-kuat aja. Ketika nggak olahraga nyanyi tiga lagu udah ngap gitu.

Gamaliel: Kurang tidur ngaruh juga biasanya ya. Kayak nada tinggi kadang nggak nyampe. Jadi kalau udah gitu berarti kita kurang istirahat nih.

Tantangan saat manggung live apa biasanya?

Audrey: Kadang kalau penontonnya nggak interaktif lumayan bikin drop sih kadang. Tapi tugas kita menghibur, jadi mereka stay aja udah bagus. Biasanya kita lebih seru-seruan aja bertiga sama anak band. Untungnya rame-rame ya, kalau sendiri nggak tau deh gimana menyiasatinya. 

Gamaliel: Kalau dulu sih ngaruh banget ya. Jadi kalau penontonnya diem kita juga ikutan kayak, gimana ya ini? Tapi setelah bertahun-tahun manggung terus, kita tahu tipe orang beda-beda. Beda kota kadang beda juga ekspresinya. Memang caranya berbeda mungkin. Yang penting kita menikmati tugas kita aja.

Pernah mengalami momen yang paling membekas di hati saat manggung?

Cantika: Ada banget. Terutama dengan keluarnya lagu Bahagia. Jadi lagu itu emang pesannya positif banget, dan buat kita bertiga pun berdampak sangat positif. Dan puji tuhan lagu itu bisa dinikmati semua umur. Waktu itu kita manggung beberapa kali dan beberapa kali itu pun sempat lihat anak-anak kecil ikut nyanyi sampai bagian rapnya juga hapal. Jadi kita kaya 'gemes banget sih, lucu banget,'.

Audrey: Kita yang literally nangis gitu. Bukan nangis yang sedih, tapi nangis haru. Dan sebenernya kalau aku pribadi setiap bisa melihat orang lain menyanyikan lagu kita apapun itu kayak honored banget sampe segitunya orang-orang mengapresiasi lagu kita.

Waktu pertama kopi darat, apa kalian menyangka bisa sampai di tahap yang kalian capai saat ini?

Gamaliel: Nggak nyangka sih sebenernya. Soalnya Audrey pun waktu ditanyain mau jadi penyanyi atau nggak, dia masih bingung sih.

Audrey: Karena waktu masih umur 16, awalnya nge-YouTube karena diajakin Gamal nyanyiin lagu duet. Tadinya dia narsis sendiri, hehehe. Dan ternyata seru, dan kebetulan keluarga juga suka musik. Nggak terlalu yakin apakah akan bekerja sebagai penyanyi, ternyata pas ketemu mulai workshop bikin lagu dan seru juga. Sampai sekarang masih nggak nyangka jadi musisi gini, bikin grup bertiga, dan sampai dapat award, nggak nyangka banget.

Perjalanan karier yang banyak tak terduga membuat GAC terus bersemangat untuk mengembangkan diri lebih jauh lagi. Dalam waktu dekat ini mereka akan menelurkan single baru yang masih tercantum di album Stronger. Seperti halnya filosofi Stronger, Gamaliel, Audrey dan Cantika akan saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain, dengan tidak menutup diri terhadap project di luar yang akan mereka kerjakan nanti.