8 Masalah Ini Mah Biasa, Nggak Usah Buru-buru Minta Putus

fitriandiani diperbarui 26 Okt 2017, 14:27 WIB

Fimela.com, Jakarta Berantem-berantem dalam hubungan itu biasa. Dari hal sepele yang nggak mesti diributin sampai ribut-ribut karena sebuah permasalahan besar, setiap pasangan pasti pernah menghadapinya. Tapi, ingat-ingat kalau nggak semua permasalahan itu harus kamu pusingkan apalagi sampai putus lho.

Kecuali kamu memang nggak berniat serius atau belum pengin berhubungan serius sama pacarmu, setiap masalah yang datang pasti ketemu penyelesaiannya kok. Putus nggak harus selalu jadi jalan keluar kalau kalian bertengkar. Masih bisa bicara baik-baik, diskusi, lalu cari solusinya sama-sama. Cara menyelesaikan masalah, selain menunjukkan karakter masing-masing juga bisa menunjukkan akan seperti apa hubungan kalian kelak, lho.

Bijaksanalah memilih masalah mana yang perlu diperdebatkan, mana yang cukup dengan pengertian dan sedikit komunikasi. Jangan sampai kebablasan cuma karena kamu emosi dan nggak mampu memfiltrasi. Jangan lupa mendengarkan pendapatnya dan lihat masalah dari perspektifnya. Kalau cuma hal-hal seperti di bawah ini, nggak usah lah dibesar-besarkan apalagi sampai keucap kalimat sakti "putus" itu segala.

 

2 dari 10 halaman

1. Beda pendapat tentang sesuatu

Biasa banget itu sih, bukan berarti kamu 100% nggak cocok menjalin hubungan. Diskusi aja sampai ketemu kesepakatan, nggak perlu dibesar-besarkan.

3 dari 10 halaman

2. Ada satu part kekosongan di kamu yang nggak bisa dia penuhi

Ya, part apa dulu? Dia nggak berkewajiban memenuhi semua kebutuhan kamu lho. Biar bagaimanapun, tetap kamu yang bertanggung jawab atas dirimu sendiri, dia itu sumber energi tambahan. Jadi kalaupun kamu masih merasa kurang, jangan langsung meletakkan kesalahan di dirinya.

4 dari 10 halaman

3. Kesibukan yang membuat quality time kalian dikorbankan

Semakin dewasa, tanggung jawab semakin banyak. Mungkin kalian nggak bisa mencurahkan waktu untuk pacaran sebanyak dulu, tapi, di situlah lucunya. Kalau kalian bisa menyempatkan waktu di sela-sela kesibukan untuk satu sama lain, hubungan kalian malah akan semakin erat.

5 dari 10 halaman

4. Cemburu sama teman ceweknya

Nggak perlu sampai segitunya. Kamu harus bisa melihat kedekatan mereka dengan objektif terlebih dahulu, baru memberi penilaian. Kalau menurutmu ada masalah, bicarakan sama pacarmu.

6 dari 10 halaman

5. Bosan

Segala sesuatu yang terjadi di hubunganmu itu terjadi sebagai hasil dari upaya kalian berdua. Kamu merasa bosan? Ya bukan cuma salah dia. Langsung berpikir memutuskan hubungan itu akan jadi nggak adil. Coba introspeksi dulu, apa yang sudah kamu upayakan biar hubungan kalian nggak membosankan? Cari solusinya berdua, jangan memikirkan diri sendiri aja.

7 dari 10 halaman

6. Dia menuntut sesuatu darimu

Well, kalau cuma digeneralisir jadi sepotong kata "menuntut" memang kesannya negatif. Tapi coba dulu renungkan lagi. Memagnya dia menuntut apa sih, dari kamu? Masih masuk akal nggak tuntutannya? Apa dia menuntut kamu memberikan kebebasan kamu untuk mencintai diri sendiri? Petakan dulu apa yang kamu bilang "tuntutan" itu.

8 dari 10 halaman

7. Beradu emosi saat bertengkar

Kalau emosi lagi tinggi-tingginya, lebih baik diam dulu sampai tenang. Jangan bahas permasalahan kalian dalam keadaan marah, apalagi sampai mengambil keputusan, karena itu nggak akan objektif.

9 dari 10 halaman

8. Balas chatnya lama

Hmm, ini sepele sih. Tapi kalau gara-gara balas chat lama kamu jadi berprasangka buruk ke dia, terus jadi bertengkar, terus juga gengsi minta maaf, bukan nggak mungkin bakal berujung ke kata putus. Padahal sebenarnya nggak perlu.

10 dari 10 halaman

9. Dia masih berteman sama mantan

Iya, memang menyebalkan, tapi nggak harus sampai putus. Bicarakan aja baik-baik. Kalau kamu nggak mau ada mantan yang membayangi hubungan kalian, coba aja cari cowok yang belum kenal pacaran.