Ernest Prakasa Tak Lagi Bahas Keluarga China di Susah Sinyal

Syaiful Bahri diperbarui 18 Des 2017, 12:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Penulis, sutradara sekaligus aktor, Ernest Prakasa mengakui bahwa film Susah Sinyal adalah film yang memiliki banyak tantangan. Pengalaman dari film Ngenest dan Cek Toko Sebelah membantunya untuk mengatasi persoalan yang dihadapi.

"Iya dong karena banyak alasan gue pertama kalinya keluar di zona nyaman. Ini pertama kalinya nggak ada hubungan di keluarga Chinese," kata Ernest usai press screening film Susah Sinyal di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Dari dua film sebelumnya, Ngenest dan Cek Toko Sebelah, kata Ernest baru kali ini ia mencoba sesuatu hal yang baru untuk diperlihatkan. Terlebih hal cerita yang diangkat kali ini juga berbeda.

 

"Dulu Ngenest, Cek Toko Sebelah kan tentang keluarga Chinese. Yang ini di Susah Sinyal tentang single parent lawyer juga asing risetnya," jelasnya.

 

Selain itu, produksi film Susah Sinyal juga mendapat banyak tantangan tidak hanya baginya tapi juga semua kru. Pasalnya, Susah Sinyal juga mengambil lokasi syuting di Sumba, NTT.

"Ini harus serius banget pengerjaan di Sumba. Produksinya berat 25 hari, kalau Cek Toko Sebelah 18 hari. Kita di Sumba dua minggu, logistik yang berat medan yang terjal proses produksi Susah Sinyal jauh lebih sulit daripada CTS," tandas Ernest Prakasa.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Susah Sinyal Dibuat dari Hati

Preskon film Susah Sinyal (Adrian Putra/bintang.com)

Ge mengaku bangga bisa bergabung di film Susah Sinyal. Ernest, kata G Pamungkas merupakan pribadi yang bekerja profesional dan tidak setengah-setengah.

"Jadi gini gue uda kenal Ernest udah lama, Ernest waktu standup aja tidak tergiurkan oleh apapun. Pokoknya dari hati, dan orang-orang juga menyukai karya dia," jelas G Pamungkas menambahkan.

 

 

3 dari 3 halaman

Susah Sinyal Tak Setengah-Setengah

Preskon film Susah Sinyal (Adrian Putra/bintang.com)

Kembali bekerjasama dengan Ernest Prakasa selaku sutradara film Susah Sinyal, komika G Pamungkas merasa dirinya seakan naik level dalam berperan.

"Jadi tahu kalau dia bikin film enggak setengah-setengah. Terus banyak juga stand up comedian yang berubah menjadi aktor, sutradara seprti Raditya Dika, Ernest Prakasa, Soleh Solihun," sambungnya.

Dari nama-nama yang disebutkan G Pamungkas, ia menilai bahwa sosok Ernest Prakasa adalah salah satu orang yang detail dan ribet dalam segala hal.