Sukses

Beauty

Azzaro Quintessence, Inovasi Parfum Ramah Lingkungan dari Generasi Muda Indonesia yang Bakal Diadu di Paris

Fimela.com, Jakarta - Industri parfum luxury memang terlihat hanya menargetkan kalangan tertentu. Namun inovasinya terus berjalan dan tidak habisnya. Seperti yang dihadirkan oleh tiga anak muda Indonesia yang berkompetisi di L'Oreal Brandstorm 2026.

Adalah Tim Moneyfesteam dari Institut Teknologi Bandung yang membawa inovasi unik untuk industri parfum luxury. Inovasi yang diberi nama Azzaro Quintessence ini membawa teknologi yang mendefinisikan ulang signature scent, dengan mengorkestrasi fragrance ecosystem yang smart dan personalized. Tim Moneyfesteam akan mewakili Indonesia pada final global di Paris pada Juni 2026, bersaing dengan pemenang dari 63 negara lainnya.

"Melalui Azzaro Quintessence, kami ingin menunjukkan bahwa fragrance bisa menjadi lebih dari sekadar produk, tapi sebuah pengalaman yang smart, practical, dan personalized, sesuai berbagai momen dalam keseharian. Konsep ini juga mendorong kami untuk berpikir lebih inklusif dan berkelanjutan dalam menciptakan inovasi,” ujar Tim Moneyfesteam.

Maria Adina selaku General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia menyebut parfum tidak lagi hanya sekadar produk melainkan sebagai wujud dari ekspresi diri dan kebutuhan emosional.

“Fragrance kini tidak lagi sekadar produk, tetapi menjadi bagian dari ekspresi diri dan kebutuhan emosional yang semakin mengarah pada pengalaman yang lebih terpersonalisasi, berbasis teknologi, dan berkelanjutan. Sebagai pemimpin dalam kategori luxury fragrance secara global, kami senang dapat mendorong anak muda untuk menciptakan transformasi masa depan industri ini,” ujar Adina.

 

Aroma yang Lebih Personal

Oleh karena itu, gelaran L'Oreal Brandstorm 2026 menantang generasi muda untuk membayangkan dan menciptakan solusi inovatif yang menjawab perubahan industri. Peserta didorong untuk menggabungkan kreativitas, teknologi, dan pemahaman konsumen dalam merancang pengalaman fragrance yang relevan dengan masa depan industri.

Selain itu, industri parfum terus bergerak secara inovatif dengan karakter penggunanya yang semakin sophisticated. Menurut data internal L’Oréal Indonesia, konsumen tidak lagi hanya mencari parfum yang fungsional (seperti parfum khusus untuk malam/ siang hari), tetapi menjadi ekspresi yang lebih personal.

One perfume does not suit all. Semakin banyak konsumen memilih fragrance berdasarkan longevity (ketahanan), projection (tercium dari jarak yang jauh), dan sillage (wangi yang meninggalkan jejak). Konsumen juga cenderung memilih fragrance berbeda sesuai dengan kesempatan tertentu, seperti konser, date night, hangout, pernikahan, berlibur, ataupun acara kelulusan,” ujar Adina.

Dalam prosesnya, L'Oreal menciptakan wewangian yang ikonik dengan menggabungkan antara art (seni) dan science (sains). Didukung oleh lebih dari dari 100 ahli olfaktif serta kolaborasi dengan perfumer kelas dunia selama 60 tahun, L'Oreal tidak hanya sekadar mencampur aroma melainkan juga memastikan kualitas dan keamanan produk.

 

Pakai Teknologi Terkini

Mengembangkan scent ikonik tidak lepas dari penggunaan teknologi terkini. Bersama Cosmo International Fragrance, L’Oréal mengembangkan Osmobloom™, sebuah teknolgi air-capture yang dapat menangkap wewangian bunga yang secara tradisional sangat sulit untuk di-ekstrak seperti lily of the valey, hyacinth, orange blossom, dan tuberose.

Selain itu, YSL Beauty Scent-Sation dapat memberikan rekomendasi fragrance dengam menganalisa aroma yang paling dapat membangkitkan emosi-emosi positif dari konsumen menggunakan teknologi EEG (elektroensefalografi), menjadi yang pertama di industri kecantikan dalam in-store experience.

Komitmen terhadap sustainability juga diwujudkan melalui kemasan refillable yang kini mencakup hampir seluruh fragrance best-seller, serta praktik sourcing bahan baku yang lebih bertanggung jawab, termasuk pemanfaatan bahan baku dari Indonesia dalam rantai pasok global.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading