Chicago Tanpa Peter Cetera, Tetap Romantis & Membuai

Fimela Editor diperbarui 29 Okt 2012, 09:00 WIB
Memuaskan, itu yang bisa kami bilang menyaksikan konser ini. Mereka boleh saja sudah tak muda lagi, tapi Chicago tetap mempertahankan kualitas bermusik mereka. Yang menyenangkan dari menonton konser ini adalah sangat terasa kedewasaan di sini, baik dari segi performance mereka maupun atmosfer pengunjungnya.
Musik Chicago cuma bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu? Kami rasa tidak. Apapun aliran musikmu, kami rasa pasti tahu beberapa hits dari grup band ini yang kerap dijadikan soundtrack ketika patah hati atau jatuh cinta hingga. Seperti single hits “If You Leave Me Now” yang menjadi soundtrack untuk film “A Lot Like Love” di scene ketika Ashton Kutcher sedang patah hati dan dihibur oleh Amanda Peet dengan lagu ini.
Sudah tak diragukan lagi, kedatangan Chicago untuk konser Jakarta sudah pasti akan memainkan anthem kejayaan slow rock band pada tahun 80-an. Memainkan balada cinta mendayu-dayu dengan sentuhan ala rocker seperti “I’ve Been Searchin’ So Long” atau “Hard Habit to Break” yang merajai tangga lagu 80-an, di saat Peter Cetera masih memegang posisi vokalis, seketika membuat kami bernostalgia.
Menonton konser belum tentu pengunjungnya tahu semua dengan lagu-lagu atau detail grup band yang akan tampil. Seperti kejadian lucu yang kami alami di sana, yaitu tak sengaja mendengar celetukan dari penonton di sebelah saya, “Lho, Peter Cetera sudah nggak nyanyi di sini lagi ya?”. Cetera memang hanya sebentar bergabung di band ini, dari 1976 dan memutuskan solo karier di pertengahan tahun 1985. Namun, single yang dinyanyikan dengan suara khas Cetera memang memorable dan sukses besar, hingga membuatnya selalu diingat dan membuat sebagian orang menyangka kalau dia masih menjadi vokalis Chicago.
Cetera memang bisa dibilang lebih terkenal dibanding nama-nama personil lainnya, apalagi dia termasuk salah satu artis yang kini diboyong David Foster untuk rangkaian konsernya. Namun, setelah band ini memulai membawakan lagu-lagu andalan mereka, vokalis Robert Lamm dan Lou Pardini dengan sukses membuai penonton dengan cengkok khas grup band ini. Tanpa Cetera sekalipun, Chicago tak bisa dianggap sebelah mata, karena mereka masih punya daya magis untuk menghidupkan suasana dan membuat penonton makin hanyut dalam lagu-lagu mereka.
Penampilan kelas dunia ala Chicago juga terbukti dari kelihaian mereka membuai para penonton tanpa memerlukan additional gimmicks seperti permainan lampu atau kostum. Terlihat di sini, jam terbang memang menyajikan penampilan musik yang bernilai tinggi.
Kami sungguh salut dengan stamina dan juga kualitas yang mereka tampilkan. Ini juga yang membedakan mereka dari grup band lain. Basically they are a bunch of boys who loves music and the fact that their music is adored by so many people is good enough for them.
Meskipun mereka membawakan semua lagu dengan sempurna, tapi ada beberapa hits mereka yang tidak dimainkan, seperti track “Look Away”. Kecuali kamu fans berat Chicago yang mengikuti perjalanan mereka dari album pertama, sama seperti kami, mungkin penonton awam hanya mengenali segelintir lagu yang mereka bawakan, dan itu tidak masalah karena nggak mengurangi kenikmatan menonton konser ini.
Klimaks pada konser kemarin adalah saat mereka membawakan lagu hits mereka, "Hard To Say I'm Sorry". Serentak satu stadium ikut benyanyi seakan kami semua sedang berkaroke massal. Kemudian, para penonton dari kursi VVIP pun turut berdiri dan mendekati panggung untuk bernyanyi dan bertepuk tangan.
Sebelum benar-benar meninggalkan panggung, mereka “berbaik hati” untuk melakukan encore, yaitu “Free” dan “25 or 6 to 4”, single berjudul paling unik milik mereka yang sering mengundang pertanyaan apa arti judul tersebut. Kami pun pulang dengan perasaan puas dan terbawa romansa romantis ala mereka saat perjalanan kembali ke rumah. What a show!