Michelle Williams Menyesal Curhat Soal Heath Ledger

Fimela diperbarui 11 Jan 2011, 11:26 WIB

 

Sebuah program televisi baru saja menayangkan interview dengan Michelle Williams, dimana si aktris yang baru saja merilis film Blue Valentine, membuka diri soal kematian Heath Ledger, mantan pacar dan ayah dari anaknya yang berumur lima tahun, Matilda.

“Berbicara tentang Heath sulit karena aku nggak mau mengatakan sesuatu tanpa berdasarkan perasaan tapi juga nggak mau terlalu banyak,” katanya pada sebuah interview dengan The Daily Beast.

“Nightline (acara TV the ABC News) mengedit interview sedemikian rupa sehingga terlihat aku terlalu banyak bercerita. Interview itu berjalan selama tiga jam dan hasilnya sangat aku sesali,” kata penerima nominasi Golden Globe ini. “Mereka mengedit sehingga terlihat as if I were breaking some kind of silence and sitting down with the purpose to discuss something that is very private to me.

“Aku merasa sangat kehilangan dengan kematiannya. Aku pindah tempat tinggal karena paparazzi yang menyerbu, kehilangan jurnal pribadi. I lost my sense of humor.”

Untuk mengatasi rasa kehilangan, Michelle membaca buku karya Joan Didion, The Year of Magical Thinking.

"Aku jadi sedikit obsesi dengan beberapa hal seperti the before and after (life). A lot of things died," kata Michelle sambil menahan airmata. "There's a line from a book that gave me so much comfort and it said, 'When you've truly lost everything, then at least you can become rich in loss.'"

 

(Dari berbagai sumber)