Indonesian Movie Awards 2011, Bukti Perfilman Indonesia Masih Ada

Fimela Editor diperbarui 11 Mei 2011, 08:29 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Wajah-wajah yang biasanya ditemui di layar televisi dan dinikmati seni aktingnya lewat layar lebar, menghadiri area Tennis Indoor Senayan pada malam itu untuk menantikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dari perhelatan tahunan yang disiarkan oleh stasiun televisi RCTI, Indonesian Movie Awards (IMA) 2011. Karya film yang dinilai oleh dewan juri pada tahun ini sebanyak 44 judul film yang telah rilis di periode 1 Maret 2010 hingga 28 Februari 2011. Menurut Rudy Ramawy sebagai Direktur Production & Programming RCTI, IMA kali ini lebih independen dan berposisi sebagai motivator untuk insan perfilman Indonesia untuk memajukan sinema lokal.

Pada tahun ini, bisa dibilang deretan pemenang bervariasi dan banyak memberikan apreasi kepada sineas dan aktor/aktris muda. Seperti Reza Rahadian yang menjadi Pemeran Utama Pria Terbaik berkat aktingnya di “3 Hati 2 Dunia 1 Cinta”, bersanding dengan Titi Sjuman sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dari film “Minggu Pagi di Victoria Park”. Pemeran Pendukung Pria Terbaik diraih oleh aktor senior Tio Pakusadewo dari film “Alangkah Lucunya Negeri Ini”, bersama dengan Happy Salma sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”. Pemilihan pemenang dari kategori terbaik ini dinilai dan dipilih berdasarkan keputusan panel juri yang terdiri dari Leila Salikha Chudori, sutradara Teddy Soeriaatmadja, Ratna Riantiarno, dan penulis Salman Aristo.

Pada penghargaan ini, kategori terfavorit tetap diadakan dimana pemilihan pemenangnya berdasarkan voting SMS dari publik luas. Di sini Wulan Guritno unggul sebagai Pemeran Utama Wanita Terfavorit dari filmnya “Demi Dewi” dan Vino Bastian sebagai Pemeran Utama Pria Terfavorit dari film “Satu Jam Saja”. Flm Favorit pilihan publik jatuh ke film “3 Hati 2 Dunia 1 Cinta” dan memenangkan Soundtrack Terfavorit berjudul “Cinta Takkan Pernah Salah” yang dinyanyikan oleh Derby Romero dan Gita Gutawa, pasangan yang kebetulan juga sedang menjalin kisah asmara.

3 dari 3 halaman

Next

Dalam kesempatan ini, FIMELA.com juga mendapatkan beberapa pendapat dari para figur publik tentang masih sepinya bioskop lokal dari kedatangan film keluaran Hollywood. Berikut tanggapan mereka:

“Sebenarnya agak disayangkan kalau bioskop sekarang lagi sepi dari film Hollywood, apalagi saya temasuk pecinta Harry Potter dan sebentar lagi “Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2”akan keluar. Tapi, sebagai orang yang berkecimpung di perfilman lokal, saya bisa melihat sisi positifnya, karena perfilman Indonesia jadi akan menaikkan standar supaya perfilman lokal nggak lagi dianggap kurang menarik dan bagus, karena untuk sebagian orang, termasuk teman-teman saya sendiri, film Indonesia masih kurang ingin ditonton.” Albert Halim, “Catatan Si Boy 2011”, “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”

“Ikut sedih sebenarnya, apalagi untuk saya yang suka banget nonton, tapi saya berharap semoga semuanya akan kembali seperti sedia kala lagi segera. Sisi baiknya adalah pasar untuk perfilman Indonesia akan lebih besar.”Titi Kamal, aktris dan bintang iklan.

“Justru ini momen yang sangat bagus menurut saya sebagai salah satu orang yang berada di industri ini, berarti ini saatnya kita untuk lebih memajukan perfilman lokal. Ini saatnya film Indonesia bisa lebih bangkit lagi supaya bisa memberikan tontonaa ke penonton dalam negeri yang lebih bermutu. Tentang sepinya bioskop dari film-film Hollywood, saya lebih menanggapinya dari sisi perfilman Indonesia. Ini kesempatan positif untuk lebih banyak berkarya, sehingga film Indonesia jadi lebih banyak di bioskop kita sendiri dan berkesan. Paling nggak, orang Indonesia akan nonton film Indonesia, nggak cuma film luar.”Carissa Puteri,“Catatan Si Boy 2011”