Donor Rahim Ibu untuk Putrinya

Fimela diperbarui 12 Jul 2011, 11:29 WIB

Eva Ottosson yang berusia 56 tahun, mengatakan pada koran The Telegraph kalau dia setuju untuk melakukan transplantasi uterus, dan memberikan kepada putrinya, Sara, kesempatan untuk hamil. Sara menderita sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser, dan terlahir tanpa uterus atau rahim.

“Putriku memerlukan uterus, dan kalau memang aku adalah donor terbaik, maka sebagai ibu aku rela. She needs it more than me,” kata Eva yang mempunyai dua putri ini kepada The Telegraph.

Kalau transplantasi berjalan lancar, telur Sara akan dibuahi sperma pasangannya dan diimplan ke rahim barunya. Sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser terbilang langka, dan hanya terjadi pada satu dibanding 4.500 perempuan, menurut penelitian dari the Journal of Negative Results in Biomedicine. Penderita biasanya terlahir tanpa vagina bagian atas dan uterus.

Treatment yang biasa dilakukan biasanya menunggu sampai pasien siap untuk melakukan aktivitas seksual. Dan dicocokkan dengan kepentingan serta motivasi pasien dan opsi yang ada. Misalnya dengan melakukan operasi Vecchietti yang merupakan campuran antara metode operasi dan non-operasi dengan membuat neovagina. Treatment ini sudah dilakukan untuk berbagai kasus di Eropa sejak 20 tahun belakangan. Beberapa pilihan untuk memiliki anak bagi perempuan penderita adalah bayi tabung serta surrogate.

Satu transplantasi uterus yang pernah dilakukan adalah di Saudi Arabia pada tahun 2000. Dimana uterus ditransplantasikan dari donor yang berusia 46 tahun kepada perempuan yang berusia 26 tahun. Tapi karena terjadi komplikasi, maka uterus tersebut diangkat kembali setelah 99 hari.

 

 

 

What's On Fimela