Inilah kekuatan kebudayaan pop yang bisa menyatukan dua kubu kebudayaan Barat dan Timur dalam satu konvensi besar. Untuk seorang comic/action figure lover, acara tahunan semacam ini menjadi agenda kunjungan wajib yang ditunggu-tunggu dan nggak boleh dilewatkan. Namun, sesuatu yang istimewa dari konvensi STGCC yang akan berlangsung pada tanggal 20- 21 Agustus di Suntec International Convention and Exhibition Centre tersebut, pada tahun ini lebih dari sekadar mengagumi apa yang terbaru dari pop culture, melainkan dengan masuknya 4 nama seniman asal Indonesia yang bisa bergabung dalam konvensi berkat karya kreatif mereka.
Adalah nama Benny Oentoro, pemilik Art Xchange Gallery, sebuah galeri seni di Singapura yang memadukan karya seni Indonesia, dengan karya-karya lainnya dari Singapura, Kanada, dan Ukraina, yang bergerak mengajak para seniman berbakat dari Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam STGCC tahun ini. Pria asal Surabaya yang sejak 2 bulan lalu hijrah ke Singapura tersebut, melihat banyaknya potensi seni anak bangsa yang perlu diperlihatkan ke cakupan yang lebih luas dan konvensi STGCC inilah pilihannya. Tercatat nama Adrinalia dengan karyanya yang berjudul “Hope”, Andy Wahono dengan “For Good and Evil”, R. Sumantri dengan “Godam vs Wolverine”, dan Ridwan Nur dengan “Silent”, terpilih untuk mewakili Indonesia dalam konvensi ini.
Penyelenggaraan STGCC untuk keempat kalinya ini, sudah barang tentu juga akan menampilkan wajah-wajah familiar dan nama-nama baru dari Marvel Comics, DC Comics, dan ruang kultur pop Timur. Di sini juga akan dipamerkan serangkaian poster film superhero, dengan menampilkan kelahiran dan pertumbuhan genre film superhero melalui poster film aslinya dari masa klasik tahun 1970-an hingga epos film modern saat ini. Pop Com Pop, sebuah perusahaan berbasis lokal yang mengkhususkan diri dalam memorabilia film asli, turut serta pula akan menyuguhkan galeri di STGCC, mulai dari cetak langka Superman yang asli dari tahun 1978 (senilai $750 hari ini), sampai spanduk Captain America terbaru. Di antaranya, peserta bisa menikmati kilasan film superhero lainnya termasuk Batman tahun 1989 dan Spider-Man tahun 2002. Sounds tempting, doesn’t it?