Deborah Dewi: Handwriting Speaks Louder Than Action

Fimela Editor diperbarui 06 Jun 2012, 05:29 WIB
2 dari 4 halaman

Next

Di sela-sela kegiatannya yang padat sebagai seorang Grafolog, beruntung Deborah Dewi bisa menyempatkan diri mampir ke FIMELA House untuk berbincang-bincang tentang profesinya sebagai Grafolog. Belum pernah mendengar istilah Grafologi? Tidak heran mengingat baru satu orang pakar Grafolog di Indonesia. Cari tahu lebih lebih lanjut tentang profesi Grafolog dari perempuan asal Malang ini.

"Grafologi mampu menjawab berbagai pertanyaan."Berkenalan dengan Grafologi pada tahun 2007, Debo pun mencari tahu lebih lanjut dan mendalami dunia Grafologi. Pada tahun yang sama (2007), perempuan yang lebih sering berdomisili di Surabaya ini merintis usaha sendiri. Banyaknya tekanan yang ia rasakan setelah terjun membuka bisnis sendiri adalah faktor yang membuat Debo berkenalan dan mendalami Grafologi. “Kenapa saya bisa berkenalan dengan Grafologi? Saya bisa berkenalan dengan Grafologi karena masalah personal dan profesional yang saya hadapi pada tahun 2007. Grafologi mampu menjawab berbagai pertanyaan di benak saya yang muncul seputar permasalahan psikologi yang selama ini belum terjawab,” Debo mengawali cerita.

3 dari 4 halaman

Next

 

Merasa sebagai sebuah bidang yang tidak pernah selesai untuk digali, akhirnya setelah mendalami Grafologi, Debo pun memutuskan untuk sepenuhnya berprofesi sebagai seorang Grafolog. Profesi Grafolog memang belum banyak didengar di telinga. Fakta ini tidak mengherankan mengingat baru ada satu orang pakar Grafologi di Indonesia, yakni Deborah Dewi.

"Grafologi adalah jendela manusia."“Saya tertarik pada Grafologi karena menurut saya Grafologi adalah satu bidang ilmu yang tidak akan habis untuk digali. Setiap bertemu dengan orang baru maka saya akan bertemu dengan produk baru. Tidak hanya itu, Grafologi juga sangat berguna untuk kehidupan personal dan profesional saya. Tentu akan lebih mudah memahami klien jika terlebih dahulu tahu karakteristik orang yang kita hadapi. Dan dalam kehidupan personal, tentu kita perlu tahu bagaimana untuk menyikapi pasangan ataupun anak dengan tepat. Jika orang bilang ‘Buku adalah jendela dunia’ maka menurut saya ‘Grafologi adalah jendela manusia’. Karena dengan Grafologi kita bisa mengenal setiap pribadi manusia yang kita temui dengan tepat,” Debo bercerita dengan semangat.

 

4 dari 4 halaman

Next

 

Di sela-sela perbincangan, Debo menunjukkan dua buah contoh tulisan pada tim FIMELA.com. Dari dua buah contoh tulisan yang diambil dari dua orang pesohor Hollywood, Debo pun menuntun tim FIMELA.com untuk mencoba membaca kepribadian Si Publik Figur tersebut.

"Grafologi juga bisa digunakan untuk berbagai kepentingan lain, misalnya saja dalam dunia politik dan juga dunia kesehatan. Handwriting speaks louder than action."Hanya berawal dari akun Twitter miliknya, Debo mulai memperkenalkan Grafologi pada publik sekitar tahun 2010. Kini nama Debo sudah dikenal sebagai seorang Grafolog dan bekerja sebagai full time Grafolog. Sebagai satu-satunya Grafolog di Indonesia, Debo pun disibukkan dengan mengajar dari satu tempat ke tempat lain. Luasnya aplikasi Grafologi pada dunia kerja membuat Debo banyak “diminati” oleh berbagai perusahaan untuk mengajar para karyawan. “Saat ini saya banyak diminta mengajar oleh perusahaan-perusahaan untuk melatih tim Sales dan Marketing mereka. Mengetahui karakter lawan bicara sangat penting bagi mereka yang bertugas untuk menjual produk secara langsung ke klien. Tidak hanya itu, Grafologi juga bisa digunakan untuk berbagai kepentingan lain, misalnya saja dalam dunia politik dan juga dunia kesehatan. Handwriting speaks louder than action,” ujar Debo sambil tertawa ringan.

Sebagai seorang pebisnis, Grafologi sangat membantunya untuk berhubungan dengan klien, menciptakan cara komunikasi yang efektif dengan memahami karakter setiap pribadi yang ia temui. “Grafologi bisa membantu saya menjadi Communication Designer untuk menciptakan cara komunikasi yang disesuaikan dengan tiap-tiap individu yang ditemui. Dan untuk rencana ke depannya saya ingin menambah daftar Grafolog di Indonesia karena memang Grafologi bisa diaplikasikan pada semua bidang,” Debo menutup pembicaraan.