Sukses

Lifestyle

Studi Terbaru Ungkap Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lebih Dipengaruhi Kepribadian daripada Sekadar Niat Sesaat

Fimela.com, Jakarta - Menjalani gaya hidup berkelanjutan ternyata bukan hanya soal tekad sesaat. Studi terbaru menemukan bahwa orang yang secara alami memiliki kontrol diri tinggi cenderung lebih konsisten menjalani kebiasaan ramah lingkungan dibanding mereka yang hanya mengandalkan motivasi sementara.

Melansir psypost.org, Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Psychology ini menunjukkan bahwa keberlanjutan atau kebiasaan ramah lingkungan lebih erat kaitannya dengan karakter dan kebiasaan jangka panjang daripada ledakan semangat yang muncul sesekali.

Kontrol Diri Jadi Kunci Hidup Lebih Hijau

Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku pro-lingkungan mencakup hal-hal sederhana seperti mendaur ulang sampah, menghemat listrik, hingga memilih produk dengan kemasan yang dapat digunakan kembali.

Menurut Jingguang Li, profesor psikologi dari Dali University, orang dengan kontrol diri yang baik cenderung mampu menahan dorongan untuk memilih kenyamanan sesaat demi tujuan jangka panjang, termasuk menjaga lingkungan.

“Orang yang memiliki kontrol diri tinggi biasanya lebih mudah mempertahankan kebiasaan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Li.

Terinspirasi dari Botol Air Minera

lIde penelitian ini muncul dari pengalaman sederhana Li setelah menghabiskan sebotol air mineral. Saat itu, ia tidak menemukan tempat sampah daur ulang dan sempat tergoda untuk membuang botol tersebut begitu saja.

Namun, ia memilih menyimpannya hingga menemukan tempat pembuangan yang tepat. Dari situ, Li mulai bertanya-tanya apakah kemampuan mengendalikan diri memang membuat seseorang lebih cenderung mengambil keputusan yang ramah lingkungan.

 

Melibatkan Remaja Selama Tiga Tahun

Penelitian ini melibatkan 221 siswa sekolah menengah di Tiongkok dengan usia rata-rata 16 tahun. Para peserta diminta mengisi kuesioner tentang kemampuan mengontrol diri serta kebiasaan mereka dalam menjaga lingkungan, seperti menghemat energi dan mendaur ulang.

Dengan memantau peserta selama beberapa tahun, para peneliti dapat melihat apakah perubahan dalam tingkat kontrol diri seseorang akan memengaruhi perilaku ramah lingkungan mereka.

Hasilnya Mengejutkan

Temuan menunjukkan bahwa orang yang secara konsisten memiliki kontrol diri tinggi memang lebih sering menjalani kebiasaan berkelanjutan. Namun, ketika tingkat kontrol diri seseorang meningkat atau menurun dalam jangka pendek, hal itu tidak serta-merta mengubah perilaku mereka terhadap lingkungan.

Artinya, gaya hidup hijau bukanlah hasil dari kemauan yang naik turun, melainkan bagian dari pola hidup yang telah tertanam kuat.

Gaya Hidup Berkelanjutan Adalah Kebiasaan Jangka Panjang

Penelitian ini menegaskan bahwa perilaku ramah lingkungan lebih menyerupai kebiasaan dan karakter daripada keputusan spontan. Dengan kata lain, seseorang yang terbiasa disiplin dalam berbagai aspek kehidupan juga cenderung lebih konsisten dalam menjaga bumi.

Lingkungan yang Mendukung Lebih Efektif

Temuan ini juga memberikan pesan penting bagi pembuat kebijakan dan masyarakat. Daripada hanya mendorong orang untuk “lebih disiplin”, akan lebih efektif jika pilihan ramah lingkungan dibuat lebih mudah diakses.

Contohnya adalah menyediakan tempat daur ulang yang memadai, memperluas transportasi publik, dan menghadirkan produk berkelanjutan dengan harga yang terjangkau.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading