Pahit atau Manis, Kenangan Tetap Pantas Disimpan

Fimela Editor diperbarui 01 Jan 2013, 07:59 WIB
2 dari 3 halaman

Next

Saat merasakan kekecewaan atau terluka karena seseorang, tak jarang kita berharap segera melupakannya. Kita ingin membuang semua hal dalam ingatan yang membuat kita sakit hati, sampai ke akarnya. Benarkah, tanpa kenangan, ingatan tentang masa lalu, hidup kita akan lebih baik?

Ingatkah Fimelova, dengan kisah Kim dan Krickitt Carpenter yang menjadi inspirasi film The Vow, juga kisah Sarah dan Chris Thomson yang mirip dengan kisah Kim dan Krickitt? Pasangan Krickitt dan Sarah sama-sama berjuang membuat mereka jatuh cinta lagi setelah ingatan mereka lenyap. Kini, mereka pun hidup bahagia dengan keluarga masing-masing, dan membangun kenangan baru di atas lembaran baru.

Kisah mengharukan sekaligus romantis itu, sayangnya tak dialami juga oleh Jess Lydon (19 tahun). Remaja asal Coventry, London, ini harus kehilangan pacar 2 tahunnya akibat masalah ingatan. Tahun lalu, Jess Lydon divonis mengidap Susac Syndrome, suatu gangguan otak yang sangat langka—hingga saat ini hanya ada 250 kasus Susac Syndrome di seluruh dunia.

Ingatan lemah Jess Lydon membuatnya hanya mampu menyimpan memori paling lama 24 jam, sehingga tiap bangun tidur tak ada lagi sisa momen yang dia ingat. Jess melupakan hari ulang tahun, Natal, bahkan hari pemakaman sang nenek. Tak jarang, dirinya pun tak ingat dengan kejadian yang dialaminya beberapa menit lalu. “Hidupku hancur, ingatanku hilang. Aku tidak memiliki masa lalu, cuma ada masa kini,” ungkap Jess. Penyakitnya itu ibarat mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

What's On Fimela
3 dari 3 halaman

Next

Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, memori adalah bagian yang terpenting. Baik atau buruk kejadian yang kita alami, manis atau pahit kenangan, semua layak disimpan. Tak melulu terjebak dalam nostalgia yang membuat kita susah move on, tapi sebagai bagian dari proses belajar.

Ibarat bersekolah, kita memiliki buku rapor. Apa pun isinya, rendah atau tinggi nilai yang tertera di sana, tak akan pernah hilang dan berganti sesuai kehendak, kan? Karenanya, kita bisa melihat perbandingan nilai dari masa ke masa sehingga tahu sampai di mana perkembangan proses belajar kita. Demikian juga kenangan. Sejarah hidup, masa lalu yang hingga kini terlukis jelas dalam ingatan tak perlu dilenyapkan, malah bisa menjadi patokan untuk mengukur di mana posisi kita sekarang, bagaimana yang lampau ikut andil terhadap diri kita saat ini, dan bagaimana lewat kenangan kita diingatkan untuk terus berhati-hati. Memori adalah biografi, sejarah hidup yang menunjukkan siapa dan bagaimana kita. Seperti kata William Faulkner, the past is never dead, it is not even past. Masa lalu akan terus menjadi bagian dari masa sekarang, mereka berkaitan.

Tahun yang baru, suasana baru, hidup baru. Tak apa membuka lembaran baru, tapi lipat rapi lembaran lama dan simpan baik-baik dalam kotak ingatan, supaya mudah mencari dan mengingat beberapa bagian yang penuh pembelajaran. Kalau saja Krickitt, Sarah, juga Jess bisa memilih, mereka pasti ingin ingatan mereka kembali. Kenapa kita, yang memiliki kenangan utuh, malah ingin membiarkannya pergi? Padahal, dalam The Footprints of God, Greg Iles mengungkap kalau otak manusia memiliki memori yang setara dengan 1200 terabyte memori komputer. Artinya, kita sangat bisa menyimpan begitu banyak pelajaran hidup yang luar biasa berharga, dan pengalaman yang sayang kalau dilewatkan begitu saja hanya karena ada beberapa bagiannya yang tak indah. See?