Dituding Gunakan APBD untuk Gelar Pernikahan Mewah, Ini Kata Anang-Ashanty

Fimela Editor diperbarui 18 Sep 2013, 07:55 WIB

Anang dan Ashanty memang membuat kejutan dengan menggelar ngunduh mantu di pendopo dan alun-alun Jember, Jawa Timur, tempat kelahiran Anang. Acara itu diadakan tak lama setelah keduanya menggelar resepsi yang juga mewah di Jakarta. Berbagai spekulasi asal dana pun kemudian muncul, salah satunya dari penggiat antikorupsi Jember yang menduga seluruh pengeluaran pesta itu ditanggung pemerintah.

Pemerintah Daerah Jember saat itu memang mengusulkan agar acara ngunduh mantu yang sudah dipersiapkan Anang-Ashanty dibarengkan dengan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2012. Harapannya, dengan konsep acara artis pulang kampung, pesta Anang-Ashanty yang penuh pertunjukan seni itu bisa sekaligus menjadi ajang mempromosikan Kabupaten Jember ke tingkat nasional. Acara tersebut memang berlangsung meriah dan berhasil menarik perhatian publik, tapi dari acara tahunan itu pula ditemukan penyimpangan dana APBD sampai sebesar 6,5 miliar Rupiah, yang salah satu anggarannya merinci pengeluaran pesta Anang-Ashanty.

Menanggapi kabar miring ini, Anang berani membuktikan kalau seluruh biaya pesta itu murni dari kantong pribadi. Sama sekali tak mengutak-atik dana APBD, walau digelar bersamaan dengan bulan promosi Jember. Dia juga menegaskan dirinya dan Ashanty tak mendapat bayaran sepeser pun. “Mulai dari keberangkatan, hotel, semuanya, nanti kan, kakakku bisa menjelaskan detailnya. Semua rincian pembiayaan jelas, bisa ditunjukkan, tidak masalah. Terus terang keluarga menjadi resah mendengar berita ini,” ungkap mantan suami Krisdayanti itu dalam konferensi pers yang diadakan Senin malam kemarin (16/09) di Jember.

“Ini sudah ada di ranah hukum, tunggu saja perkembangannya. Saya siap datang, saya akan jawab dan beri keterangan,” lanjut Anang, yang kemudian mengaku akan bersikap proaktif andai pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember memeriksanya sebagai sakti. Toh, dia sudah menyiapkan bukti-bukti otentik yang memperlihatkan kalau dirinya bersih. Senada dengan sang suami, Ashanty yang ditemui di tempat terpisah pun mengungkapkan, "Menurutku nggak relevan aja, masa pemerintah daerah mau korupsi buat pernikahan kami berdua?"

Kasus Anang-Ashanty, sedikit mengingatkan kami pada pernikahan Kim Kardashian dan Chris Humphries. Pernikahan yang disiarkan dengan kontrak eksklusif itu menghasilkan keuntungan miliaran Rupiah. Ditambah lagi, kebersamaan mereka yang hanya bertahan selama 72 hari membuat publik mengeluarkan komentar pedas.

Kembali lagi, lepas dari benar atau tidaknya penggunaan dana APBD untuk penyelenggaraan pesta Anang-Ashanty, yang bisa menjadi pelajaran untuk sesama selebritas adalah, sebaiknya berpikir dua kali sebelum mengaitkan kehidupan pribadi dengan kepentingan tertentu. Momen pernikahan yang tadinya sakral, misalnya, bisa saja berubah jadi perbincangan khalayak yang tak enak didengar. Begitulah, berbagai spekulasi yang muncul sudah pasti menyakitkan. 

What's On Fimela