Indonesia rawan gempa, latih diri untuk selalu siaga menghadapinya

fitriandiani diperbarui 01 Okt 2018, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Indonesia kembali berduka. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7  mengguncang kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (29/9) lalu. Tsunami setinggi 2-6 meter yang melaju dengan kecepatan 200-400 km/jam pun menyapu habis kota hingga luluh lantak seketika.

Hingga kini, jumlah korban jiwa telah lebih dari 800 orang dan diperkirakan masih akan bertambah karena masih banyak warga yang dilaporkan hilang. Beberapa wilayah belum terjangkau bantuan. Para korban selamat juga belum semuanya tertangani dengan intens.

Belum bangkit dari musibah gempa di Lombok lalu, kini hadir duka dan luka yang baru. Namun, beginilah Indonesia. Secara geologi, negara kita memang memiliki banyak potensi gempa.

Indonesia terletak pada wilayah pertemuan tiga buah lempeng besar yang terus aktif yakni lempeng Indoaustralia, Pasifik, dan Eurasia. Posisi Indonesia ini juga dikenal berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu daerah 'tapal kuda' sepanjang 40.000 km yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. 

Kita tidak bisa mengubah kondisi ini, tapi kita bisa belajar untuk lebih siap menghadapinya dan meminimalisir dampak dari gempa itu sendiri.

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Persiapkan diri hadapi gempa

Ilustrasi gempa. (Foto: pixabay.com)

Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mengenali lingkungan tempat kita beraktivitas. Jika di gedung terutama gedung bertingkat, perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat yang ada.

Temukan titik yang paling aman untuk berlindung di saat gempa terjadi. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material seperti reruntuhan bangunan, lemari, cabinet, dan semacamnya.

Jika di luar ruangan, hindari juga gedung-gedung, bangunan atau pohon besar. Lari ke area terbuka atau lapangan yang luas. Tapi, perhatikan juga tempat berpijaknya, hindari jika terjadi rekahan tanah.

3 dari 3 halaman

Siapkan survival kit

Ilustrasi kotak obat-obatan yang dibutuhkan dalam kondisi darurat seperti gempa bumi. (Foto: pixabay.com)

Tinggal di wilayah yang frekuensi gempanya tinggi seperti Indonesia menuntut kita untuk siap setiap saat menghadapinya. Selain memahami situasi ketika gempa terjadi, persiapan lain yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan survival kit baik di rumah, mobil, tempat kerja maupun di tempat kita biasa beraktivitas lainnya.

Letakkan dalam satu tas khusus. Jadi jika sewaktu-waktu ada kejadian darurat, kita tinggal ambil tas tersebut. Dilansir dari situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), inilah persiapan darurat yang akan dibutuhkan dalam kondisi gempa.

- Kotak P3K

Pastikan ada hidrogen peroksida untuk membersihkan dan mensterilkan luka, salep antibiotik, kain kassa, tablet aspirin dan nonaspirin, resep dan obat-obatan jangka panjang yang dikonsumsi, obat diare, obat tetes mata, perban, dan plester luka.

- Air

Simpan air di dalam botol kemasan yang kokoh, jangan di plastik atau karton yang mudah rusak. Penting juga untuk memiliki lifestraw, yakni sedotan yang memiliki filtrasi hingga memungkinkan kita untuk meminum air mentah dari mana saja.

- Makanan

Daging kaleng, buah atau sayuran siap saji, jus atau susu kemasan, juga selai kacang, jelly, crackers, dan makanan sejenisnya yang tinggi energi tapi tidak menyebabkan haus.

- Peralatan pelengkap

Senter, stok baterai, powerbank, uang tunai, pisau lipat, plastik kecil, peluit untuk meminta bantuan dari sekitar di saat darurat.

- Ponsel dan charger

Jangan lupa untuk simpan nomor telepon darurat serta nomor telepon keluarga di dalamnya.

- Pembalut wanita

- Beberapa baju ganti dan selimut

 Untuk baju, asumsikan stok baju untuk 2-3 hari ke depan. 

Letakkan survival kit ini di tempat yang mudah dijangkau di dalam rumah. Jika memungkinkan, siapkan juga di mobil atau di kantor. Mengetahui bagaimana menyelamatkan diri dalah cara terbaik untuk menghadapi gempa yang bisa terjadi kapan saja. Stay safe, Sahabat Fimela. Jangan lupa bantu dan doakan saudara-saudara kita di daerah terdampak gempa segera pulih dan bangkit kembali, ya!