Kwan, Bak Angsa Menari di Negara Adikuasa

FimelaDiterbitkan 14 Mei 2010, 07:00 WIB
Vemale.com - Oleh: Agatha Yunita Ia terlahir dengan nama Michelle Wingshan Kwan. Ia adalah wanita berdarah Chinese kelahiran 7 Juli 1980. Tinggi badannya 157 cm, cukup mungil untuk ukuran warga Amerika. Namun, sepertinya hal tersebut tak menjadikannya patah semangat dan rendah diri walau di kanan kirinya banyak wanita bertubuh seksi dan tinggi semampai yang berlenggok bagaikan model. Kwan, lahir di Torrance, California dan merupakan anak ketiga dari pasangan Danny Kwan dan Estella Kwan. Kedua orang tua Kwan adalah imigran dari Hong Kong yang mencoba peruntungan dengan pergi ke Amerika. Konon, memang orang bilang di negeri ini dengan bekal semangat dan ketrampilan, seseorang bisa sukses dan menuai untung yang besar. Tak heran jika banyak orang berusaha berlomba-lomba tinggal bahkan menjadi warga tetap Amerika. Pun demikian, Kwan dibesarkan dengan baik oleh kedua orang tuanya. Sejak kecil ia diwajibkan menguasai dua bahasa, Kanton dan bahasa Inggris. Kwan juga mampu berbahasa Mandarin secara fasih. Ia tak melupakan budaya darah yang mengalir di sekujur tubuh, dan tetap menghormati leluhurnya. Besar di dalam keluarga yang cukup harmonis, Kwan dan kedua saudaranya kerap bermain bersama. Ron, adalah pemain hockey, sedangkan Karen adalah skater di atas es. Mengikuti jejak kakaknya, Kwan akhirnya tertarik bermain di atas es. Dan ia mulai belajar dari saudaranya sejak berusia 5 tahun. Beranjak dewasa, Kwan dan kakaknya mulai serius berlatih ice skating. Didukung oleh kedua orang tuanya, mereka mulai latihan serius sejak usia 8 tahun. Saking cinta dan menikmati berseluncur di atas es, keduanya rela bangun jam 3 pagi hanya untuk berlatih ice skating. Bayangkan saja, di saat anak-anak lain masih terlelap di balik selimutnya, mereka memaksa membuka mata menyabet perlengkapan ice skatingnya meluncur indah di atas es yang dingin. Hebatnya lagi, setelah pulang sekolah, mereka melanjutkan latihan menyenangkan ini. Keduanya bukanlah anak yang lekas bosan pada suatu hal. Bertahun-tahun, mereka menekuni hobby menyenangkan ini dan meluangkan 3-4 jam waktu hanya untuk berseluncur. Namun sayangnya, latihan mereka tak bisa berjalan terus. Seiring dengan bertambahnya usia mereka, keluarga Kwan membutuhkan uang lebih untuk membiayai kehidupan keluarga mereka sehari-hari. Dan dengan sangat terpaksa, kedua orangtuanya menghentikan kursus ice skating pada saat Kwan berusia 10 tahun. Sedih? hmmm... tentunya. Siapa sih yang mau kesenangannya direnggut? Namun Kwan tak menyalahkan kedua orangtuanya. Biaya kursus ice skating memang tidak murah, apalagi saat itu orangtuanya harus membiayai kedua kakaknya juga. Perlahan kemudian Kwan dan Karen ditawari untuk bergabung dengan Los Angeles Figure Skating Club, dan mereka juga diperbolehkan berlatih di Ice Castle International Training Center, di Lake Arrowhead, California. Sejak itulah Michelle Kwan menekuni dunia ice skating dengan lebih serius. Berlatih di sela-sela jam sekolahnya, sudah menjadi kebiasaan yang tak pernah ditinggal oleh Kwan. Yang mengagumkan lagi, bahkan si cantik bertubuh mungil ini menyabet dua gelar sarjana, ia lulus sebagai sarjana ilmu politik, dan ilmu hukum.[break] Bagaimana dengan dunia skatingnya? Dunia di atas es bisa jadi berawal sebagai hobby dan kesenangan saja. Namun Kwan mengubah semua hobby tersebut menjadi suatu prestasi di dalam hidupnya. Hamparan es putih tersebut bukan sekedar hamparan. Bagi Kwan, itu adalah panggungnya, hidupnya, di mana ia menunjukkan semua karya indahnya. Di mana ia dengan bebas bergerak di atasnya. Menari, tersenyum, berjalan, berlari dengan perlahan atau cepat. Michelle Kwan, ia menjadi seorang skater Amerika yang meraih memenangkan medali Olympic pada tahun 1998 dan 2002. Ia juga menyabet medali dari World Champion selama 5 kali (1996, 1998, 2000, 2001 & 2003), serta 3 medali di US Champion. Bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai skater sepanjang masa. Jatuh bangun di atas es dan cidera, itu hanya sebuah warna, sebuah semangat baru yang membuatnya ingin bangkit lagi dan lagi. Prestasi Kwan lainnya
Michelle Kwan (c) msn
  • Seorang artis boleh berbangga tatkala diundang ke perhelatan Oscar dan berpose di atas red carpet. Namun Michelle Kwan, mencapai kebanggaannya dengan cara yang berbeda. Ia sempat mendapat kehormatan untuk makan malam dengan mantan presiden Amerika George W. Bush dan presiden Hu Jintao
  • United States Skating Association menggelar award untuk memperebutkan Michelle Kwan Trophy
  • Meraih predikat 'Readers' Choice Figure Skater of the Year' (Skating Magazine)
  • Historymaker awards oleh Los Angeles Chinese American Museum
  • 25 Most Influential Names in Figure Skating List (Skating Magazine)
Dan masih banyak lagi prestasi lain baik dalam dunia perfilman, model iklan maupun menulis buku. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga memiliki impian yang tak jauh berbeda dengan Kwan? Apakah Anda juga sedang menari di panggung Anda sendiri? Memang terkadang tarian Anda tak selalu enerjik dan gemulai, ada kalanya Anda jenuh atau cedera karena sebuah gerakan yang kemudian membuat Anda berhenti sejenak. Namun, jangan berhenti terlalu lama. Begitu Anda menemukan suatu semangat, bangkitlah kembali. Lagi dan lagi! Menarilah di panggung Anda sendiri. Karena itulah dunia Anda. Dunia di mana seharusnya Anda berkarya, menjadi seorang penari abadi. Bukan hanya demi tepuk tangan, pujian atau medali. Namun adalah sebuah karya, yang bisa membuat Anda tersenyum, yang bisa membuat Anda merasa berarti. Sudah siap? Mari kita menari lagi... (vem/bee)
What's On Fimela