Anita Roddick, Cantik Yang Cinta Lingkungan

FimelaDiterbitkan 16 Juni 2010, 07:00 WIB
Vemale.com - The Body Shop adalah perusahaan franchise kosmetika terbesar kedua di dunia yang terkenal dengan produk-produknya yang menggunakan produk herbal. Keistimewaan produk ini adalah dukungannya terhadap berbagai macam isu dunia, antara lain menentang uji coba kosmetik pada hewan (animal testing), kemanusiaan dan HAM, lingkungan hidup dan perdagangan yang fair terutama dengan negara berkembang. Siapakah pemilik ide brilian, pengonsep dan pendiri perusahaan ini? Anita Roddick, lahir di Littlehampton, Sussex pada 23 Oktober 1942, menjalani pelatihan sebagai guru di Bath College of Higher Education (saat ini bernama Bath Spa University) selepas masa sekolahnya. Setelah selesai pelatihan, Roddick mendapatkan pekerjaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menempatkannya di Kibbutz, Israel pada usia 20 tahun. Setelah insiden di Kibbutz, Roddick ditugaskan ke berbagai tempat di dunia yaitu Tahiti, New Hebrides, New Caledonia, Reunion, Madagascar, Mauritius, Australia dan Afrika Selatan. Perjalanan ini di kemudian hari sangat berperan dalam usahanya. Pada tahun 1971, Roddick menikah dengan seorang pria yang dikenalkan Ibunya yaitu Gordon Roddick. Mereka menjalankan restoran dan selanjutnya mendirikan hotel di Littlehampton. Ketika sang suami melakukan perjalanan keliling Amerika selama 10 bulan, muncul ide untuk mendirikan toko kosmetik di Brighton untuk mencukupi kebutuhannya dan kedua putrinya. Pilihannya toko kosmetik perawatan kulit wanita karena menurut Roddick, wanita selalu menjadikan tubuhnya sebagai kanvas, sekalipun ke tiang gantungan wanita akan selalu memakai make-up walaupun sedikit. Roddick menamai tokonya The Body Shop,mencatnya dengan warna hijau dan mendesainnya sedemikian rupa sehingga tampak sangat cinta lingkungan. Terinspirasi dari perjalanannya ke berbagai tempat di dunia, Roddick membuat sendiri 15 produk yang bersumber pada ritual cleansing wanita di tempat-tempat yang pernah dikunjunginya. Lima belas produk ini dikemas dalam 5 ukuran yang berbeda sehingga produknya terlihat banyak. Pada awalnya, The Body Shop meminjam dari bank sebagai modal awal dengan hotelnya sebagai jaminan. Namun tidak lama dari pembukaan tokonya yang pertama, The Body Shop segera dikenal luas karena produk herbalnya yang ramah lingkungan dan aromanya yang khas. Pada bulan ke-6 setelah toko pertama dibuka, Roddick menggandeng Ian McGlinn membuka tokonya yang kedua. Keluarga dan teman-teman Roddick dilibatkan dalam menjalankan toko-tokonya yang pertama. Lingkungan masa kecil Anita Roddick memberikan pengaruh yang besar pada diri Roddick. Selanjutnya pemikiran ini disebarluaskan melalui produknya. Ibu Anita Roddick memiliki kebiasaan untuk memakai kembali botol-botol kosong dan mendaur ulang barang-barang yang masih bisa dipakai. Hal ini diterapkan pada perusahaannya, The Body Shop menyediakan produk dalam kemasan yang bisa diisi ulang. Roddick menegaskan bahwa hal ini dilakukannya bukan untuk menarik perhatian publik dengan isu ramah lingkungan yang dibawanya, namun karena Roddick memang tidak memiliki cukup botol baru untuk produk-produknya. Pada usia 10 tahun, Roddick menemukan buku tentang bencana alam yang mempengaruhinya untuk peduli dengan kemanusiaan. Roddick pun menjadi seorang pengusaha yang peka terhadap isu-isu sosial dan menanamkannya sebagai nilai-nilai perusahaan. The Body Shop menolak pengujian kosmetik pada hewan sebagai wujud kecintaannya pada makluk hidup. Dicuplik dari myprimetime, pernyataan Roddick ini menginspirasi kita, "aktivisme The Body Shop bukanlah tentang pemasaran, tetapi tentang memiliki passion untuk menyuarakan dan menjadi persuasif atas apa yang Anda lakukan." Pendapatan dari toko-tokonya sangat bagus dan menjanjikan, banyak orang ingin membuka cabang dari tokonya sehingga Roddick mulai merancang sistem franchise untuk The Body Shop walaupun saat itu franchise adalah hal yang baru di United Kingdom. Pada tahun 2004, The Body Shop sudah memiliki lebih dari 1980 toko dan melayani lebih dari 77 juta konsumen dengan lebih dari 25 bahasa yang berbeda. Lepas dari nama besar The Body Shop, Anita Roddick adalah seorang aktivis yang berkampanye untuk lingkungan termasuk dengan Greenpeace dan The Big Issue. Ketika didiagnosa menderita hepatitis C, Roddick berkampanye untuk meningkatkan kewaspadaan atas penyakit ini. Pada tahun 1990, Roddick juga mendirikan Children On The Edge, organisasi amal yang membantu anak-anak kurang beruntung di Eropa Timur dan Asia. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika pada tahun 2003, Queen Elizabeth II menganugerahi Roddick a Dame Commander of the Order of the British Empire. (vem/miw)
What's On Fimela