Vemale.com - Banyak pendapat berbeda yang muncul dari masing-masing orang saat ditanya soal tattoo. Ada yang bilang seram seperti preman, ada yang bilang tattoo tidak penting, tapi ada juga yang mengaku telah menjadi tattoo addict, seperti pelantun lagu Takkan Terganti, Marcell Siahaan.
Ditemui dalam sebuah wawancara eksklusif di sebuah resto, (18/06), Woman berkesempatan mendengarkan cerita soal tattoo yang menempel di sekujur tubuh bagian kiri pria kelahiran Bandung 21 Desember 1977, ini. Ada apa di balik tato Marcell?
Woman: "kenapa sih kamu suka bikin tato?"
Marcell: "Kalau ditanya soal suka, berarti sudah yang nagih banget gitu ya, dan memang saya menyadari kalau saya sudah ada di dalam titik di mana tato itu nagih buat saya. Cuma saya juga sadar bagaimanapun itu juga ada efeknya. Kalau saya sih berpikirnya lebih ke the art of tattooing it self. Tapi kalau kebanyakan, bisa-bisa malah orang berpikir kayak preman."
Woman: "dari mana sih ide datangnya bikin tato?"
Marcell: "Gara-gara lihat anggota Yakuza. Keren! dan buat saya sisi artnya sangat tinggi walaupun mereka memang bekerja di dunia yang keras, tetapi masih ada sisi art-nya."
Woman: "sekarang ada berapa tato yang kamu punya?"
Marcell: "Saya punya dua tattoo di sekujur badan kiri saya. Dan saya memang nggak mau bikin yang di sebelah kanan. Saya membiarkan badan kanan saya kosong. Mungkin saya terpengaruh konsep keseimbangan, tetapi bukan yang gitu-gitu yin yang banget."
Woman: "pernah kepikiran bikin tato di dekat daerah intim nggak?"
Marcell: "Nggaklah, karena saya sadar bahwa bikin tattoo itu sakit sekali. Apalagi kalau memang kita benar-benar penikmat tattoo, karena secara profesional kita memang tidak diijinkan bikin tattoo dalam keadaan tidak sadar. Karena efeknya bisa pingsan, demam, jadi kita harus benar2 menyiapkan diri, minum vitamin dan istirahat yang cukup. Dan pas saya bikin tattoo di daerah perut itu puncak rasa sakitnya. Bisa dibayangkan kalau itu dibuat di sekitar daerah intim di mana banyak syaraf-syaraf saya kira saya cukup logis untuk tidak membuatnya di sana."
Woman: "apa sih arti di balik tato yang saat ini ada di tubuh kamu?"
Marcell: "Saya tidak mau punya arti apa-apa, karena buat saya memberikan tattoo itu sama seperti memberikan nama, jadi kayak ada efeknya di badan saya. Kalau kita memberikan suatu tema tattoo di badan kita itu sama seperti mengkerdilkan diri sendiri, kecuali nama itu nama yang positif, nama yang baik. Banyak orang-orang yang bikin nama negatif sebagai tato dan menganggap itu keren, tapi itu sama seperti menancapkan mantra di badan kita. Jadi misalnya kita menancapkan nama sickness di badan kita, itu seperti memancing rasa sickness. Saya sangat mempercayai hal itu, sehingga saya tidak pernah menjadikan nama sebagai tattoo. Kecuali mungkin nanti nama istri saya atau anak saya, yang memang mempunyai artian yang spesial bagi saya."
Penyanyi kenamaan yang sempat berduet dengan Shanty ini juga sempat berpesan, bahwa dalam membuat tato itu adalah seni yang terpenting. Sehingga ia tak setuju jika ada orang yang membuat tato hanya sekedar untuk tampil keren saja. Apalagi jika ia harus membuat tato dalam keadaan tidak sadar. Justru saat sadar, kenikmatan membuat tato itu benar-benar dapat dirasakan. Jadi, apakah kini Anda tertarik untuk membuat sebuah tato di tubuh Anda? (vem/bee)