Vemale.com - Kadang ada rekan kantor yang bikin hidup terasa sulit. Mungkin dia melakukan bullying, atau mungkin juga dia seorang backstabber. Apapun bentuknya, tak ada seorang pun yang boleh membuat Anda merasa tak nyaman bekerja. Inikah saatnya 'balas dendam' di kantor?
Kantor adalah lokasi Anda menghabiskan mayoritas waktu per hari. Tentu Anda berharap lingkungan suportif dan produktif bersama orang-orang menyenangkan. Namun, tak semua orang seberuntung itu mendapatkannya. Kadang keberadaan rekan kerja yang menyebalkan tak terhindarkan.
Bentuk dari 'co-workers from hell' itu bisa bermacam-macam. Tapi hasilnya boleh jadi sama: hati dongkol, stres, kemudian bisa merusak performa dan prestasi karier di kantor. Kalau sudah kesal, lantas apa yang akan Anda lakukan? Of course you need to stand up for yourself, darling. Cosmo will help you with these guidelines to take a (smart) 'revenge'!
PEOPLE WHO MIGHT DESERVE RANGE
Konsep 'balas dendam' mungkin tidak disarankan di banyak norma. But, doesn't a hearty dose of vengeance feel great when it's dished out to somebody who really to deserve it?
The Creadit Stealer
Dia tak segan mencuri ide cemerlang milik Anda untuk disampaikan saat meeting, agar dia dipandang brilian. Dia juga tak malu mengklaim prestasi tim sebagai usaha atas namanya sendiri. Ouch!
The Insulter
Mencela atau menghina seolah menjadi hobinya. Dia selalu menemukan 'kesalahan' Anda. Mulai dari usul yang diajukan oleh Anda, hingga ke pakaian dan bentuk tubuh Anda. Semakin menyebalkan karena dia senang mempermalukan Anda di depan banyak orang.
The Two-Faced
'Monster' dalam bentuk senyuman manis. Di depan dia akan menyapa, namun di belakang dia akan menggunjingkan Anda. Berbincang dengannya perlu hati-hati, karena topik tertentu bisa dia jadikan sebagai bahan bergosip atau mengadu-domba.
The Smug
Biasanya karena senior – dari segi usia atau lamanya bekerja – sehingga dia merasa 'eksklusif', harus disegani, cenderung gila hormat, dan tertutup atas koreksi. Dia selalu merasa paling tahu dan benar (meskipun ternyata salah). Intinya dia tak rela jika Anda lebih hebat darinya.
The Jokester
Ini juga tipe orang yang suka mengintimidasi, namun dalam bentuk lebih halus. Dia kerap meledek dengan kejam dan kasar, namun disembunyikan dengan pembelaan diri: 'Oh c'mon...It's just a joke'. Sesungguhnya komentar itu adalah kekerasan mental yang dibungkus berbentuk lelucon.
The Lecherous
Dia senang flirting, namun tak membuat Anda tersanjung atau pipi bersemu merah karena gembira. Godaannya malah membuat Anda merasa dilecehkan. Mungkin suatu kali dia mengomentari payudara Anda – yang jelas dia perlu diberi pelajaran oleh Anda.
The Broken-Clock
Dia kacau dalam manajemen waktu. Hampir selalu telat masuk kantor, lelet menyelesaikan tugas, lamban merespon email, dan istirahat makan siang terlalu lama. Yang membuat jengkel kebiasaannya berdampak pada orang lain. Deadline tim tidak tercapai, lalu Anda ikut terkena getahnya diomeli si bos. Duh!
THE RULES OF REVENGE
Calm down your angryness
Ketika rekan kerja menyebalkan itu bikin Anda marah, mungkin rasanya ingin langsung menampar wajahnya. But take some time to calm down. Sambil menunggu siapa tahu dia menyatakan maaf dan menyesal. Don't forget, revenge is a dish best served cold. When you ara hot with emotion, you cannot cook that meal well.
Only Do It If The Person Deserve It
Anda adalah satu-satunya orang yang bisa menilai apakah dia layak mendapat 'pelajaran' atau tidak. Buatlah keputusan dengan adil, dan terutama jujur. Kalau tidak begitu, maka Anda hanyalah orang jahat, dan memperpanjang lingkaran balas dendam tak berkesudahan.
Make Sure The Punishment Fits The Crime
Pastikan 'pelajaran' yang Anda berikan setimpal dengan apa yang telah dilakukannya. Jika Anda membuatnya sampai dipecat – padahal dia hanya bicara keras-keras di telepon di samping kubikel Anda – that's not revenge, that's just being a jerk.
Don't Get Caught
Jangan membabi buta. Planning and carefulness are essential here. Jika ada kemungkinan Anda akan tertangkap basah, jangan lakukan. Balas dendam akan manis, hanya jika Anda lolos sebagai orang innocent. Pastikan Anda bersih dari masalah.
Be Legal
Pastikan yang Anda lakukan sifatnya legal. Melanggar hukum sama sekali tidak setimpal, jika Anda bukan orang 'salah'. Jangan lakukan hal-hal yang meresikokan hidup Anda sendiri. We're talking about a prank and lil' bit naughty action here, but certainly not a crime.
Try To Have a Co-Pilot
Akan lebih menyenangkan jika Anda memiliki partner dalam eksekusinya. Bahkan jika 'target' Anda adalah 'musuh bersama' di kantor, maka Anda bisa mengajak beberapa orang, this gives you both moral and practical support.
Oke, kita lanjutkan pada artikel It's (Sometimes) Okay to be a 'Bitch' at Work (part 2) untuk mendapat 'ilham' balas dendam. [initial]
Source: Cosmopolitan Edisi Maret 2011, halaman 287
Provided by:
(Cosmo/wsw)
(Cosmo/wsw)