Vemale.com - Siapa sangka, dari sebuah kota kecil, Malang, Jawa Timur terlahir impian-impian besar yang membawa kesuksesan bagi beberapa orang. Sebut saja salah satunya, Denny Santoso, CEO PT. Jaya Sportindo dan situs jejaring sosial bagi pecinta fitnes SixReps.com. Ditemui di sebuah cafe di Malang beberapa saat lalu, pria bertubuh tegap yang murah senyum ini berbagi cerita tentang awal perjalanannya mengejar mimpi.
Jabat tangan dan senyum ramah menyambut tim Woman di sebuah sore yang tak pernah kami duga sebelumnya. Keberuntungan, mungkin itu yang kami rasakan saat bertemu dengan sosok super sibuk yang sering bolak balik Jakarta - Singapura - Malang dan kota-kota lain di Indonesia. Dan tanpa berbasa basi lama, kami pun larut dalam perbincangan hangat yang kami rangkum untuk Sahabat Woman. Check this out!
Woman (WO): Siapa sih yang jadi inspirasi Anda?
Denny Santoso (DS): "Wah, susah juga sih menjawabnya (hahaha). Karena menurut saya setiap bidang itu punya role model sendiri. Nggak melulu saya harus seperti sosok tertentu. Dulu, saya sering membaca buku Donald Trump dan menurut saya ia adalah sosok keras dan mengagumkan. Dan di social media, Mark Zuckerberg adalah sosok yang paling sukses dengan jejaring sosialnya. Kalau disuruh memilih, saya jadi bingung nih siapa role model saya. Namun, saya kira saat ini Mark adalah sosok yang cukup menginspirasi. Mark dan Donald, punya sifat yang sama, blak-blakan dan bicara true fact. I always speak fact, dan tentu saja terkadang itu kedengarannya menyakitkan. Untuk itulah sebagian besar orang merasa bahwa omongan saya terlalu tajam."
WO: Siapa sih orang yang paling mendukung mimpi Anda?
DS: "Both of my parents, my brothers. Mereka adalah sosok yang sangat penting bagi saya. Dan, tanpa mereka saya bukanlah apa-apa."
WO: Selama ini pernah merasa putus asa?
DS: "So far, tidak pernah. Saya selalu punya semangat dan dikelilingi orang-orang yang mensupport dan memotivasi saya."
WO: Pernahkah Anda mengalami kegagalan dalam hidup?
DS: "Saat itu saya sakit panic attack. Sakit yang juga membunuh Michael Jackson dan Heath Ledger. Panic attack adalah pembunuh yang kejam dan rasa sakitnya jauh lebih luar biasa dari sakit apapun juga, termasuk sakit hati. Saat terserang sakit tersebut, saya merasa seperti otak saya mau meledak. Saya jadi takut keluar rumah. Pergi ke dokter pun, semua kondisi saya normal, hanya memang pikiran terasa tidak nyaman. Kemudian saya mulai belajar NLP, perlahan semuanya kembali pulih. Dan selama keadaan itu, kedua orang tua saya selalu mendampingi dan memberikan support yang besar."
WO: Dari mana sih ide-ide untuk menulis buku atau blog itu muncul?
DS: "Dari ngobrol, dari pertanyaan orang, dan terutama dari Twitter juga. Saya punya sekitar 40.000 follower yang cukup aktif dan banyak di antara mereka yang mengemukakan pertanyaan yang sama. Beberapa di antaranya saya jawab, sebagian besar lain tidak saya acuhkan, namun saya menuangkannya dalam artikel yang saya post di website saya. Di sana mereka bisa membaca info dengan lebih lengkap."
WO: Dari mana Anda mengenal fitnes?
DS: "Saya kenal fitnes pada tahun 1998. Awal mulanya diajak seorang teman. Saya pun mulai tertarik dan rutin melakukannya. Sayangnya saya sempat berhenti sekitar 2 tahun saat terserang panic attack. Padahal tubuh saya sebelumnya sudah sempat bagus."
WO: Pernah gemuk?
DS: "Sepertinya saat ini, tubuh saya mencapai paling gemuk."
WO: Mengapa Anda menyarankan menilai seseorang gemuk atau tidak dengan melihat cermin?
DS: "Well, karena gemuk atau tidaknya seseorang dinilai oleh mata. Gemuk atau tidak itu kan lebih berhubungan dengan keindahan, bukan untuk menentukan jenis obat yang hendak dikonsumsi. Kecuali saat menentukan jenis obat, mungkin berat badan perlu ditanyakan. Contohnya saja Ade Rai, bila dihitung secara perhitungan kedokteran, Ade Rai obesitas, padahal tubuhnya sudah sangat kering."
WO: Apa sih kendala Anda dalam melakukan body building?
DS: "Jadwal travelling saya yang sangat tinggi. Bahkan untuk take a rest saja terkadang tidak cukup. Mostly memang jadwal saya sangat padat, bahkan saya pernah pulang ke Malang hanya beberapa jam untuk menandatangani sebuah dokumen, dan langsung kembali ke Jakarta. Namun, saya selalu berusaha untuk latihan dumbell di rumah, atau menyempatkan ke gym walaupun hanya 30 menit."
Wo: Lebih mudah mana sih body building untuk pria atau wanita?
DS: "Tentu saja lebih mudah pria, karena pria memiliki kadar hormon testosteron yang jauh lebih tinggi dari wanita. Untuk itulah pria lebih mudah berotot dan membentuk ototnya. Jadi, saran saya wanita jangan takut body building, karena memang untuk memiliki otot seperti pria itu tidak mudah. Latihan yang dilakukan sehari-hari tak akan serta merta membuat tubuh wanita jadi seperti pria."
WO: Apa sih rahasia utama agar seseorang sukses dengan dietnya?
DS: "Makan teratur dalam porsi kecil 5 kali sehari. Pagi, siang, sore, malam dan ngemil. Tentunya menu harus diatur, kurangi karbohidrat dan tingkatkan asupan tinggi protein. Terutama di malam hari, tubuh tidak membutuhkan karbohidrat maka proteinlah yang harus kita pilih. Karbohidrat adalah sumber tenaga, di mana malam hari kita tidak membutuhkannya."
WO: Punya pesan untuk pembaca agar berhasil dalam diet?
DS: Open your mind! Jangan terlalu mudah percaya pada masukan-masukan yang belum jelas kebenarannya. Seperti minum air es bisa bikin gemuk, belum ada yang bisa membuktikan kebenaran hal tersebut. Kebanyakan orang hanya mendengar dari saran teman yang tidak jelas, dan saat ditanya hanya bisa menjawab katanya (hahaha)."
WO: Jadi apa yang saat ini ingin sekali Anda capai?
DS: "I wanna make the healthier world with SixReps.com and DennySantoso.com. Saat ini saya sedang bernegosiasi dengan World Food Programme dalam rangka menjalin kerja sama charity menanggulangi kelaparan di Indonesia. Miris rasanya menyadari bahwa di negara kita yang sebenarnya kaya ini, penduduknya masih banyak yang kelaparan dan kurang gizi. Banyak orang di luar sana yang kesulitan untuk makan, dan banyak pula anak-anak yang menderita kekurangan gizi. Melalui SixReps.com dan DennySantoso.com ini saya ingin berbagi cara bagaimana menjalankan diet sehat, bagaimana mencukupi gizi, tanpa melupakan saudara-saudara kita yang kelaparan. Jadi, siapapun yang ingin membantu sesama memerangi kelaparan, are welcome. We have to spread the good cause, for the world!" (vem/bee)