Sukses

Lifestyle

RUANG// Journal, Seni yang Bicara Teknologi dan Lingkungan

Fimela.com, Jakarta - Kalau biasanya kita melihat seni sebagai sesuatu yang indah atau estetis, kini perannya berkembang jauh lebih luas. Di tangan para seniman kontemporer, seni justru menjadi cara untuk memahami dunia, mulai dari teknologi, lingkungan, hingga masa depan manusia.

Hal inilah yang diangkat oleh RUANG// melalui peluncuran RUANG// Journal pada 31 Maret 2026 di Jakarta. Jurnal ini hadir sebagai ruang baru yang membahas seni dengan pendekatan yang lebih relevan dengan isu-isu masa kini. Di Asia Tenggara, banyak seniman tidak hanya “membuat karya”, tetapi juga terjun langsung ke lapangan. Mereka mengamati perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, hingga dampak industri terhadap kehidupan masyarakat.

Alih-alih membahas hal yang jauh dan abstrak, karya-karya ini justru berangkat dari hal yang sangat dekat, seperti kota tempat kita tinggal, pesisir yang berubah, atau bahkan sistem digital yang kita gunakan setiap hari. Melalui RUANG// Journal, praktik-praktik ini diangkat ke ruang diskusi yang lebih luas, sehingga publik bisa melihat bahwa seni juga bisa menjadi cara memahami realitas.

 

Dari Hutan hingga Teknologi Digital

Edisi perdana jurnal ini membahas karya 25 seniman dari berbagai negara. Beberapa di antaranya adalah Marwa Arsanios, Tuan Andrew Nguyen, Yuki Kihara, dan Robert Zhao Renhui. Menariknya, pendekatan mereka sangat beragam. Ada yang melakukan riset langsung di alam, ada yang mengangkat isu teknologi pengawasan, hingga yang bereksperimen dengan media digital untuk membayangkan masa depan.

Semua ini menunjukkan bahwa seni tidak lagi terbatas pada kanvas atau galeri, tetapi bisa hadir dalam berbagai bentuk dan konteks. Saat ini, dunia sedang ramai membahas hubungan antara manusia, teknologi, dan lingkungan. Salah satunya melalui konsep human exposome, yang melihat bagaimana lingkungan memengaruhi kehidupan kita secara menyeluruh.

Selain itu, organisasi seperti UNESCO juga mendorong masyarakat untuk lebih siap menghadapi masa depan melalui berbagai program literasi masa depan. Di tengah diskusi besar ini, seni menawarkan sudut pandang yang berbeda, lebih personal, reflektif, dan sering kali lebih mudah dirasakan.

 

Seni sebagai Cara Memahami Masa Depan

Bagi para seniman, kondisi ini bukan sekadar isu global, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari situlah muncul karya-karya yang kuat dan relevan. Menurut Natasha Doroshenko Murray, banyak seniman di kawasan ini bekerja langsung di lingkungan yang mereka teliti, mulai dari hutan, kota, hingga jaringan digital.

Pendekatan ini membuat seni tidak hanya menjadi ekspresi, tetapi juga bentuk “penelitian” yang menawarkan cara baru dalam melihat dunia. Dengan gaya bahasa yang lebih ringan namun tetap kritis, RUANG// Journal ingin menjangkau pembaca yang lebih luas. Bukan hanya kalangan seni, tetapi juga siapa saja yang tertarik pada isu teknologi, lingkungan, dan masa depan.

Satu hal yang membuat jurnal ini menarik: publikasi ini bisa diakses secara gratis dan tanpa iklan. Ini menjadi langkah penting untuk membuka akses terhadap pengetahuan, sekaligus mendorong diskusi seni yang lebih inklusif.

Di tengah dunia yang semakin kompleks, RUANG// Journal mengingatkan kita bahwa seni bukan sekadar untuk dinikmati tetapi juga untuk membantu kita memahami perubahan yang sedang terjadi, bahkan membayangkan apa yang akan datang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading