Vemale.com - Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua malam, namun mata masih sulit untuk dipejamkan. Pikiran malah melayang ke sana ke mari.hal itu terjadi berulang-ulang. Hasilnya, kinerja jadi kurang optimal, cepat lupa dan sulit konsentrasi pada siang harinya. Apakah ini terjadi pada Anda?
Gangguan seperti ini memang lazim ditemui di perkotaan. Umumnya gangguan tidur ini banyak dialami oleh mereka yang berusia produktif tanpa membedakan jenis kelamin. Padahal, manusia membutuhkan tidur minimal sebanyak 8 jam per hari. Bisa dibayangkan, betapa berantakan metabolisme tubuh saat kebutuhan tidur Anda tidak tercukupi.
Pada dasarnya jam biologis tidur tergantung pada usia. “Misalnya pada anak-anak biasanya mulai tidur pukul 20.00. Rentang usia dewasa muda antara pukul 01.00 hingga pukul 02.00 pagi. Sedangkan usia dewasa hingga orang tua mulai tidur antara pukul 22.00 malam hingga 23.00 malam,” jelas Dr. Andreas Prasadja, RPSGT sleep physician saat ditemui FITNESS di RS Mitra Kemayoran. Nah, bila Anda tidak tidur dalam jam tersebut, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa Anda insomnia. Anggapan itu salah, karena yang terjadi hanyalah pergeseran waktu jam tidur atau delayed sleep phase yang memiliki keluhan kurang lebih sama seperti insomnia. Hal ini masih dapat diatasi, yaitu dengan kembali menata jam tidur secara perlahan.
“Kesalahan penderita insomnia, adalah memaksa untuk tidur, meskipun harus meminum obat. Itu hanya menambah gelisah, cemas, uring-uringan hingga adiksi yang justru memperparah keadaan,” imbuhnya. Insomnia merupakan gejala awal dari banyak hal. Sama seperti demam, diagnosanya bisa terjadi karena flu, typhoid atau demam berdarah. Bisa saja ada masalah lain di balik itu. Namun, bila menyangkut masalah kejiwaan, stres atau depresi tentunya akan dirujuk ke psikiater. Dampak terparah dari insomnia yang berkepanjangan menimbulkan kepikunan dan umur menjadi pendek.
Jenis Insomnia
Seseorang dianggap insomnia jika mengalami gangguan tidur seperti sulit masuk tidur, tertidur namun sering terbangun tengah malam atau lebih dini. Pasti tidur Anda menjadi tidak berkualitas dengan keluhan rasa lelah, lesu dan tak bergairah pada saat bangun. Insomnia berpengaruh juga pada kesehatan mental dan fisik seseorang.
Secara garis besar, insomnia ada dua jenis, yakni insomnia yang sifatnya sementara dan menetap. Disebut sementara, karena bisa terjadi dalam semalam hingga dua minggu. Umumnya disebabkan oleh emosi, stres, sedih atau gembira yang berlebih, kerja shift, adaptasi pekerjaan, perbedaan zona waktu serta berada di lingkungan yang baru. Sedangkan, pada jenis insomnia yang menetap, sifatnya lebih menahun. Biasanya disebabkan oleh penyakit asam lambung yang naik, sindrom tungkai kaki gelisah, serta beberapa penderita sleep apnea. [initial]
Source: Fitness Magazine, Edisi Agustus 2011, Halaman 81
(Fitness/wsw)
(Fitness/wsw)
What's On Fimela
powered by