Damn, I Feel Like a Woman!

FimelaDiterbitkan 20 April 2012, 07:00 WIB
Vemale.com -

Dulu kerap didengar ekspresi, “Behind every great man, there’s a great woman”. Tapi apakah hal itu masih relevan di zaman sekarang? Of course not, dear! Justru “great woman” tersebut sudah mampu bersolo karier dan tampil di lini paling depan, menorehkan namanya dalam rekor sejarah – entah dalam dunia politik, entertainment, bisnis, seni.. tanpa nama keluarga suami tercantel di belakangnya. Bahkan seorang Beyonce (penyanyi/aktris/desainer/entrepreneur) pun sampai berani menciptakan lagu berjudul, “Who run the world? Girls girls girls!” Apakah Anda setuju?

Sekarang memang sudah bukan jamannya lagi mempertanyakan peran gender, karena baik wanita maupun pria memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri, tapi sesekali tidak ada salahnya kan untuk celebrate peran wanita dalam sejarah dunia? Tidak ada salahnya untuk mengingatkan diri betapa membanggakannya menjadi seorang wanita (one quick reminder: you gave birth). Yang pasti, merupakan hal yang lazim sekarang melihat nama seorang wanita dinobatkan sebagai tokoh paling berpengaruh sedunia. Jika Anda sudah menonton film The Iron Lady yang bercerita tentang kisah perjalanan Margaret Thatcher, wanita pertama yang menjadi Perdana Menteri Inggris, then you know that no man is standing in front of her.

Well, sesuai dengan tema Cosmo bulan ini–the woman issue–maka artikel ini akan mengulas beberapa profil wanita Indonesia yang jelas tak membutuhkan sosok pria untuk stand out. Mereka dikenal tak hanya karena fisik yang menawan hati, tapi lebih karena bakat yang menonjol, prestasi yang gemilang, keberanian yang mengagumkan. Dan semua itu sukses menghasilkan sosok yang...inspiring!

Female Attraction

Jika dikatakan kamera video bertanggung jawab menambah bobot tubuh seseorang sampai 10kg, well, untuk kasus wanita-wanita dalam dunia entertainment, kamera tersebut justru memperbesar bakat mereka sepuluh kali lipat! They can act, they can sing, they can dance, and they can definitely create beautiful work of art.

Film, Sebut saja duo Kamila Andini (sutradara/penulis skenario) dan Atiqah Hasiholan (aktris) yang sukses memikat hati penonton mancanegara dengan film Mirror Never Lies yang menuturkan sepenggal cerita tentang tradisi suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara; dan Nia Dinata (sutradara/produser/penulis skenario), yang tiap filmnya sangat akurat menggambarkan suka-duka wanita Indonesia masa kini, seperti Berbagi Suami, Perempuan Punya Cerita, dan Arisan!

Musik, Di dunia musik pun wanita tak kalah bersinar seperti mademoiselle Anggun yang tetap langgeng di blantika musik dunia selama lebih dari satu dekade; pemain harpa Maya Hasan yang pernah mengadakan resital solo di Malaysia dan Amerika; atau band retro White Shoes & the Couples Company yang digawangi oleh vokal Aprilia Apsari yang telah meninggalkan jejak membekas di panggung-panggung musik internasional.

Olahraga, pertandingan Sea Ganes 2011 menjadi unjuk gigi para atlet wanita kebanggan Indonesia, seperti, antara lain, Tryaningsih (atletik), yang menggaet emas pada nomor pertandingan 10.000 meter putri; Uyun Muzizah (balap sepeda) yang meraih tiga emas; dan Ni Kadek Wulandari (vovinam) dengan dua medali emas. Bravo, ladies!

 

IN SPORT, COSMO NOMINATES: Alexandra Asmasoebrata (pembalap)

Why Cosmo Loves Her: Karena ia menjabat sebagai Duta Promosi Pariwisata Indonesia 2011, dan telah mengoleksi 9 piala di Asian Formula Renoult 2011 di China.

Her History: Awalnya berkarier di dunia boy’s club adalah sebuah paksaan dari sang ayah. Tapi akhirnya ia pun berani untuk melaju di belakang setir gokart. Pada tahun 2004, Anda–yang baru berusia 15 tahun–memulai kariernya di kancah internasional dengan ikut serta dalam kualifikasi Formula BMW Scholarship di Spanyol. Dan sampai saat ini, ia tercatat sebagai satu-satunya pembalap wanita dari Indonesia dan Asia di kelas gokart dan formula.

How She Does It: “Untuk survive di dunia balap, saya harus diperlakukan seperti layaknya pria. Jadi kalau saya hangout bersama mereka, yah bahan obrolan hingga jokes semua dilakukan seperti kebanyakan pria.”

Her Inspiration: “Ibu saya, karena ia mengajarkan sisi kewanitaan yang bisa mengimbangi sisi maskulinitas dunia yang saya geluti.”

Her Motivation: “Saya melakukan ini semua purely untuk Indonesia dan kesenangan saya akan dunia balap, dan saya senang jika banyak orang berpikir bahwa saya bisa menjadi inspirasi untuk mereka.”

The Last Word: “Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan ekstrem!”

 

IN POLITIC, COSMO NOMINATES: Wanda Hamidah (Anggota Komisi E DPRD Jakarta)

Why Cosmo Loves Her:Because she’s not afraid to speak her mind.

Her Story:

Cosmo: Bagaimana rasanya berkecimpung di dunia politik?

Yang pasti saya merasa semakin matang di dunia ini. Tak terasa, kurang lebih sudah 13 tahun lho saya terjun ke politik dan saya terus berusaha konsisten di bidang ini. Bahkan begitu cintanya saya dengan dunia politik, saya rela untuk meninggalkan dunia artis yang dulu saya geluti.

Cosmo: Siapa tokoh panutan Anda?

Amien Rais. Sosoknyalah yang secara tidak langsung membuat saya tertarik untuk mengajukan diri sebagai kader Partai Amanat Nasional.

Cosmo: Dengar-dengar Anda ingin mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta?

Mengenai pencalonan diri saya sebagai Gubernur DKI Jakarta, saya menyatakan siap selama PAN mendukung. Begitupun jika PAN memilih kandidat lain, saya tidak masalah. Apapun keputusan partai, akan saya hormati.

 

IN ART, COSMO NOMINATES: Maria Trisulistyani (a.k.a Ria Papermoon)

Why Cosmo Loves her: dinobatkan sebagai “Empowering Woman Artist” oleh Kelola Foundation, yang didukung oleh HIVOS, Ford Foundation, dan Biyan.

Her Work: Pappermoon Puppet Theatre, yang memberikan ruang eksperimen berupa media seni untuk anak-anak. Ia telah membawa pementasan teater boneka ini ke Kuala Lumpur, Philadelphia, New York, Washington DC, New Delhi, dan Singapura.

Her Thoughts:

Cosmo: Menurut Anda, bagaimana perkembangan seniman wanita Indonesia?

Saya senang melihat sekarang ini kesenian mulai dipercaya sebagai salah satu mata pencaharian, mungkin karena tingkat pendidikan masyarakat sudah semakin meningkat ya. Btw, pekerjaan saya di KTP ditulisnya seniman lho, hehehe.”

Cosmo: Bagaimana rasanya dianugerahi penghargaan Empowering Woman Artist?

Yang pasti jackpot buat saya, hahaha. Bagi saya pribadi, membuat sebuah karya, kemudian dipresentasikan ke publik, adalah sebuah pemberdayaan bagi para pelaku dan juga penontonnya.

 

IN MUSIC, COSMO NOMINATES: Tika (Vokalis Tika and The Dissidents)

Setiap Orang adalah Inspirasi Bagi Orang Lain”

Meski bernaung di bawah label independen, namun prestasi Tika anda The Dissidents, sudah tak terhitung lagi. Para pengamat dan media ternama pernah menahbiskan The Headless Songstress sebagai Album Indonesia Terbaik 2009, dan band yang sedang mengerjakan album ketiga ini sebagai salah satu band Indonesia terbaik. Majalah Time pun menjulukinya “Indoneisa’s hottest diva” berkat karakternya yang unik dan idealis. Awe inspiring!

Idealisme itu juga membuat Tika dan kawan-kawan saat ini masih enggan berkiprah di major label. “Industri musik Indonesia belum kondusif untuk genre musik kami. Saya bermusik untuk kepuasan diri sendiri, dan hal itu tidak akan bisa saya peroleh dari major label yang dikendalikan oleh pasar,” tegasnya. Untuk bisa bertahan di jalur indie tantangannya cukup banyak: minimnya apresiasi dari media dan pasar, hingga faktor ekonomi. “That’s why, untuk survive kita harus ikhlas dan ingat tujuan awal bermusik: have fun, free yourself, dan berbagi. Bukan sekedar fame and fortune.” tambahnya. Thanks to social network dan internet yang kian berkembang, penjualan album band-band indie pun kini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.

Apakah idealismenya ini lantas membuat Tika merasa dirinya layak dianggap sebagai sosok inspiratif pilihan Cosmo? Ia memberikan jawaban diplomatis, “Setiap orang adalah inspirasi bagi orang lain. Hal-hal sekecil apapun yang ada di diri kita pasti bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.” [initial]

 

Source: Cosmopolitan Edisi Maret 2012, Halaman 198

 

 

(cosmo/yel)