Sukses

Info

Masjid Energi Net-Zero Pertama di Abu Dhabi Dibuka di Masdar City saat Ramadan

Fimela.com, Jakarta - Abu Dhabi menyambut musim ramadan dengan penuh kejutan. Tahun ini, Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk refleksi dan ibadah, tetapi juga bertepatan dengan program UAE Year of Family, yang menambah makna pada berbagai inisiatif untuk memperkuat ikatan komunitas. 

Saat para jemaah berkumpul untuk salat Tarawih, keluarga menyiapkan hidangan berbuka puasa, dan masyarakat berbelanja menjelang Eid al-Fitr, berbagai institusi di Abu Dhabi bekerja secara paralel untuk memastikan bulan suci ini dijalani dengan prinsip keberlanjutan, keadilan, dan keamanan.

Dan yang paling menarik ialah pembukaan masjid pertama di emirat tersebut yang menggunakan energi Net-Zero di Masdar City.  Dalam momen penting bagi arsitektur religius yang ramah lingkungan, Masjid Masdar City kini resmi dibuka untuk para jemaah. Masjid ini menjadi masjid pertama di Abu Dhabi yang menggunakan konsep energi Net-Zero.

Memadukan warisan arsitektur Emirat dengan teknologi keberlanjutan modern, masjid ini digambarkan oleh para pejabat sebagai tempat ibadah yang juga mencerminkan visi lingkungan Uni Emirat Arab. Menggunakan energi surya sepenuhnya, masjid ini mampu menghasilkan energi sebanyak yang dikonsumsinya setiap tahun—sebuah pencapaian penting bagi rumah ibadah di kawasan tersebut.

“Kami percaya masjid ini menunjukkan bahwa tempat ibadah juga bisa menjadi contoh dalam keberlanjutan,” ujar Ahmed Baghoum melansir gulfbussiness. 

Ia menambahkan bahwa nilai keberlanjutan sebenarnya selaras dengan ajaran Islam yang menekankan keseimbangan, moderasi, dan tanggung jawab menjaga bumi.

Terinspirasi Al Bidyah hingga menggunakan panel surya

Desain masjid ini juga terinspirasi dari Al Bidyah Mosque, salah satu masjid tertua di Uni Emirat Arab. Dengan menghubungkan unsur masa lalu dan masa depan, bangunan ini berhasil meraih sertifikasi LEED Platinum, peringkat 4 Pearl PBRS Estidama, serta sertifikasi Net-Zero Energy dari International Living Future Institute.

Bangunan masjid dilengkapi panel surya seluas 1.074 meter persegi yang dipasang di atap ruang salat dan area parkir. Panel ini menghasilkan listrik bersih yang cukup untuk memenuhi 100 persen kebutuhan energi tahunan masjid. Masjid ini mampu menampung hingga 1.300 jemaah, dengan menara setinggi 20,2 meter yang menjadi salah satu penanda skyline Masdar City.

Di bagian dalam, ruang salat tanpa tiang selebar 42 meter memberikan area ibadah yang luas dan nyaman. Salah satu fitur uniknya adalah dinding kiblat dari rammed earth berkapasitas 319 meter kubik—yang pertama digunakan pada bangunan publik di Abu Dhabi—yang berfungsi menjaga suhu ruangan secara alami sekaligus mencerminkan teknik konstruksi tradisional kawasan tersebut.

Berbagai elemen desain pasif juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi energi, seperti orientasi bangunan yang optimal, area teduh, ventilasi alami, serta pencahayaan alami. Sistem ini didukung pendinginan distrik, lampu LED hemat energi, serta sistem daur ulang air abu-abu pertama di masjid Abu Dhabi yang mengolah air wudu untuk digunakan kembali dalam irigasi.

Tidak hanya berfungsi selama Ramadan, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya bagi masyarakat. Kehadirannya sekaligus memperkuat komitmen Masdar City terhadap kualitas hidup, kebersamaan komunitas, serta mendukung inisiatif UAE Net Zero by 2050 Strategic Initiative.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading