Danann Tyler, Transgender Cilik dan Termuda

Fimela diperbarui 10 Jun 2013, 09:00 WIB

Gender adalah kodrat manusia semenjak ada di dalam kandungan ibunya. Tuhan berkuasa menentukan gender makhluknya tanpa manusia bisa memilih. Menjadi laki-laki ataupun perempuan sama istimewanya karena masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Tapi ada yang merasa bahwa di dalam tubuh laki-lakinya adalah jiwa seorang perempuan yang sesungguhnya. Hal ini yang menyebabkan banyak laki-laki melakukan operasi atau menjadi seorang transgender. Mereka lebih nyaman menjadi perempuan dan merasa laki-laki bukanlah kodratnya. Dalam era modern dan jaman yang semakin terbuka, transgender sudah dianggap 'lumrah' bahkan ada kontes kecantikan untuk para pria cantik ini. Namun tahukah Anda bahwa di Amerika Serikat ada seorang transgender yang baru berusia 9 tahun? ya, mari berkenalan dengan transgender cilik dan termuda di dunia Danann Tyler.

Danann Tyler adalah seorang bocah laki-laki yang berasal dari California, Amerika Serikat. Diusianya yang baru 9tahun, Danann sudah memiliki pilihan teguh untuk menjadi perempuan. Danann merasa bahwa walaupun tubuhnya adalah laki-laki namun jiwanya adalah seorang perempuan. Saking inginnya menjadi perempuan, Danann sempat mencoba memotong alat kelaminnya dan sebelum hal itu terjadi beruntunglah sang ibunda mengetahuinya. Sarah Tyler, Ibu Danann kaget melihat apa yang akan dilakukan oleh putra cilik nya itu. Namun Danann berkata bahwa dirinya tidak nyaman menjadi laki-laki. Gelagat dan keinginan Danann menjadi seorang perempuan sudah timbul dari Danann balita.

"Dia pernah menginap di tempat kerabat kami. Saat kami menjemputnya, dia telah mengenakan cat kuku warna merah muda, memakai sepatu tinggi ala Cinderella dan gaun puteri," ujar Sarah. Awalnya Sarah dan suaminya Bill Tyler melarang dan menentang keinginan Danann untuk berubah menjadi perempuan. Khawatir dengan kondisi Danann, Sarah dan Bill bahkan memeriksakan anaknya ke psikiater. Melalui serangkaian ujian dan wawancara, diketahui Danann mengidap gangguan kelainan jati diri jenis kelamin. Kondisi ini menyebabkan Danann tidak suka pada kodratnya sebagai lelaki. Pada akhirnya mereka berdua luluh karena mereka tahu bahwa Danann tidak nyaman menjadi seorang laki-laki.

Atas saran dokter ahli, Sarah dan Bill memutuskan menerima Danann sebagai anak perempuan mereka. Keduanya juga mendukung bocah itu melakukan operasi ganti kelamin saat usianya 15 tahun. Kini Danann tidak lagi memakai baju laki-laki ataupun diperlakukan seperti anak laki-laki. Sekarang Danann bebas menggunakan gaun-gaun kesukaannya dan mewarnai kukunya serta bermain boneka barbie.

(vem/Sya)