Menteri Pemberdayaan: Jangan Libatkan Anak Ketika Kampanye

Fimela diperbarui 17 Jun 2013, 14:00 WIB

Pemilihan umum dan pemilihan presiden sudah di depan mata. Satu tahun lagi, Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi. Seperti pada pemilu dan pilpres sebelumnya, setiap kampanye dari masing-masing partai politik akan membuat banyak acara untuk menarik simpati dan suara rakyat. Ada bermacam-macam acara kampanye mulai dari dakwah akbar, acar musik dangdut hingga pesta rakyat dan bagi-bagi sembako gratis. 

Selama ini publik menikmati program kampanye yang dibuat oleh para partai politik dan tidak ambil pusing dengan apa yang dikampanyekan. Namun tidak hanya yang sudah berusia di atas 17 tahun, anak-anak juga sering terlibat dalam berbagai acara kampanye. Padahal mereka belum waktunya memberikan suara yang belum tentu sesuai dengan acara yang diadakan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Linda Amalia Sari Gumelar mendesak partai politik (parpol) peserta pemilu 2014 untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye. Linda mengatakan bahwa akan ada dampak buruk bila anak-anak terlibat atau parpol melibatkan anak-anak ketika kampanye. Saya minta parpol peserta pemilu 2014 dan masyarakat tidak memobilisasi anak-anak di bawah umur untuk menghadiri kampanye-kampanye pemilu," ujar Linda (14/06) dikutip dari merdeka.

Banyak kerugian yang akan didapatkan oleh anak-anak bila mengikuti kampanye. Senada dengan Linda, Ketua Bawaslu, Muhammad mengatakan bahwa orang tua khususnya ibu memiliki peran cukup besar untuk menghadirkan anak-anak hadir dalam kampanye parpol. "Anak-anak ini biasanya bolos sekolah karena diajak ibunya datang ke kampanye. Nah, saat ditanya ke sang ibu, kebanyakan menjawab daripada anak saya tidak ada yang menjaga di rumah, lebih baik saya ajak saja," tambah Muhammad lagi seperti yang ditulis dalam merdeka.

Muhammad mengatakan bahwa sekolah wajib ikut berperan mencegah anak-anak menjadi bagian dari acara kampanye. Karena kampanye memang ditujukan untuk yang sudah memiliki hak pilih dan banyak dari acara kampanye yang tidak sesuai untuk anak-anak seperti pentas dangdut dan pembagian sembako. Sudah saatnya anak-anak tidak masuk ke ranah politik walau hanya mendatangi acara kampanye karena demi kebaikan parpol dan anak-anak itu sendiri.

BACA JUGA

Dongeng Sebelum Tidur Tingkatkan Kreativitas Anak

Kecanduan, Anak Bisa Melakukan Kejahatan

Danann Tyler, Transgender Cilik dan Termuda

Gadis Cilik Usia 5 Tahun Sudah Tuntas Membaca 875 Buku Dalam Setahun

Cara Membujuk Anak Susah Makan

(vem/Sya)
What's On Fimela