Hati-Hati Bunda, Burger dan Kentang Goreng Bisa Membuat Remaja Bodoh

Fimela diperbarui 26 Sep 2014, 15:40 WIB

Burger dan kentang goreng adalah makanan ala bule yang sudah menjadi makanan yang mudah didapatkan di Indonesia. Rasa dua makanan ini memang enak dan bikin ketagihan, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak mengonsumsi burger dan kentang goreng di usia muda dapat mempengaruhi kinerja kognitif anak dan remaja.

Sudah bukan rahasia lagi jika burger, kentang goreng dan fast food lainnya bisa membuat tubuh makin gemuk. Namun tak hanya itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak yang banyak mengonsumsi burger dan kentang goreng di usia 14 tahun, ternyata mengalami kemunduran saat mengerjakan tugas-tugas kognitif di usia 17 tahun, seperti dilansir oleh dailymail.co.uk.

Pola makan yang banyak mengonsumsi daging merah, kentang goreng, daging olahan dan soft drink membuat mereka memiliki asosiasi negatif yang berpengaruh pada kemampuan mental, perhatian visual, kemampuan belajar dan ingatan. Sebaliknya, peserta penelitian yang mengonsumsi banyak buah dan sayur memiliki kinerja kognitif yang positif.

"Masa remaja adalah periode kritis untuk perkembangan otak. Pola makan yang buruk akan menjadi faktor resiko yang signifikan selama periode ini," ujar Dr Anett Nyaradi, salah satu peneliti.

Penelitian ini sendiri diadakan oleh The University of Western Australia dan Telethon Institute pada 602 anak remaja usia 14 tahun dan penelitian berlanjut ketika mereka berusia 17 tahun. Karena itu bunda, jagalah pola makan sehat, tak hanya saat putra putri masih bayi, tetapi juga saat mereka remaja.

(vem/yel)