Dessert, Kesalahan Makan Yang Bikin Cepat Gendut

Fimela diperbarui 27 Jan 2015, 19:30 WIB

Makanan menjadi bahan satu-satunya untuk bisa sehat dan mendapatkan energi. Namun dari makanan pula Anda bisa membahayakan kesehatan. Awalnya tubuh Anda jadi gemuk dan nantinya akan mengundang banyak penyakit. Itulah mengapa, perlu sekali mengatur pola makan agar makanan tidak jadi inti permasalahan kesehatan.

Nah, selain pola makan, ada juga yang bisa mempengaruhi kesehatan Anda, yaitu kebiasaan makan dan cara memasak. Seperti dikutip dari health.com, kebiasaan makan dessert setiap selesai makan bisa jadi alasan mengapa Anda tidak cepat kurus meski sudah mengurangi porsi makan.

Saat orang makan makanan berat atau makanan utama yang cenderung asin, gurih dan sedap, pasti ada kecenderungan menginginkan makanan manis sebagai penghilang rasa asin di dalam mulut. Sayangnya, kebanyakan dessert kurang sehat karena justru di situ lah banyak kandungan gula dan lemak seperti misalnya pada es krim, kue, cokelat dan lain sebagainya.

Makan dessert memang tidak salah, namun pastikan bahwa Anda memilih makanan penutup yang benar dan sehat. Banyak buah yang manis dan lebih bernutrisi untuk menghilangkan rasa asin di dalam mulut, seperti semangka, pir, tomat dan nanas yang segar dan berair. Anda juga bisa minum air lebih banyak atau ganti dengan infused water untuk mengganti dessert yang bergula.

Jadi, sebenarnya tidak masalah tetap membudayakan dessert setiap selesai makan, tapi ubah pilihan dessert Anda dengan yang lebih sehat dan menghindarkan Anda dari kegemukan ya.

(vem/feb)