Teganya... Mahasiswi Keperawatan Lempar Bayi dari Lantai 9 Asramanya

Fimela diperbarui 02 Apr 2015, 12:20 WIB

Bayi yang baru lahir memang seharusnya mendapat perawatan yang intensif. Ketika baru saja menghirup udara dunia, seorang bayi seharusnya sudah bisa berada di pelukan sang ibu. Mendapatkan hangatnya kasih sayang dari wanita yang sudah mengandungnya.

Sebuah kejadian miris terjadi di asrama mahasiswi Hainan Second Health School di kota Wuzhishan, provinsi Hainan. Dilansir dari english.sina.com, tanggal 27 Maret 2015 lalu, sekitar pukul 4 sore, terdengar suara benda jatuh dekat asrama putri. Para sopir truk yang sedang berada di lantai bawah awalnya sama sekali tak mengira kalau yang jatuh adalah seorang bayi laki-laki. Barulah ketika terdengar suara tangisan wanita di sekitar dan orang-orang datang berkerumun, para sopir truk yang sedang menanti pesanan itu ngeh kalau yang jatuh bukanlah benda melainkan bayi yang baru lahir.

"Awalnya kami tak tahu kalau yang jatuh adalah bayi, jadi kami diam saja. Baru kemudian ketika kami mendengar beberapa mahasiswi menangis di dalam gedung asrama, dan orang-orang langsung datang berkerumun, mereka baru tahu kalau ternyata yang jatuh adalah bayi yang baru lahir," ungkap Wang, salah satu sopir truk. "Bayi laki-laki itu sangat tampan, dengan kulit pucat dan rambut gelap. Dan pipinya agak tembam," jelas saksi yang lain Wu, yang tiba di TKP sebelum polisi dan ambulans datang.



Sayangnya, nyawa bayi mungil tersebut tak terselamatkan saat sedang dilarikan ke rumah sakit. Seorang mahasiswa di Hainan Second Health School menjelaskan kalau ibu dari bayi tersebut bernama Hao. Hao adalah mahasiswi keperawatan tingkat dua di kampus tersebut.

Pihak kampus kemudian menambahkan kalau Hao melahirkan bayinya sekitar pukul 3 sore tanggal 27 Maret di kamar asramanya. Hao memang memiliki tubuh yang gemuk. Sehingga tak ada yang menyadari kalau Hao sedang hamil saat itu.

Delapan teman sekamar Hao pun tak ada yang menyadari kehamilan Hao. Selama hamil, Hao masih tetap melakukan berbagai macam olahraga, khususnya basket. Di hari yang sama sebelum melahirkan pun, Hao masih terlihat masuk kelas seperti biasa.

Setelah polisi datang, Hao langsung dibawa ke rumah sakit. Pihak kampus juga mengirimkan sejumlah tutor untuk membantunya. Pihak polisi menambahkan kalau saja bayi yang dilemparkan dari lantai sembilan tersebut masih hidup, Hao bisa saja mendapatkan hukuman. Kini, investigasi lebih lanjut masih sedang dilakukan.

Membayangkan melempar buah hati kita yang masih mungil dari ketinggian seperti itu sudah membuat kita ngeri ya, Ladies. Semoga kejadian seperti ini tak terulang atau terjadi di mana pun.

 
 
 
(vem/nda)
What's On Fimela

Tag Terkait