Maunya Berhijab Setelah Menikah, Namun Hidayah Itu Datang Lebih Cepat

Fimela diperbarui 25 Jun 2015, 15:00 WIB

Hai Vemale, nama saya Meidy

Saya ingin berbagi kisah tentang keputusan saya berhijab. InsyaAllah bisa bermanfaat.

Dulu saya ada niatan berhijab tapi kadang saya malu karena tidak pede dengan penampilan dan lingkungan kerja. Waktu itu saya berpikir nanti orang akan mengira saya hanya ikut-ikutan trend berhijab. Tapi niat besarku untuk berhijab tidak pernah pudar sampai akhirnya saya mantap berhijab.

Suatu hari saya ikutan arisan majelis ta’lim ibu-ibu di kompleks perumahan. Dari situ saya mulai ada rasa nyaman juga terlindungi saat memakai hijab. Tapi entah kenapa keberanian memakai hijab hanya ada saat saya ikut arisan, tidak sampai jika saya keluar rumah atau jalan-jalan. Saya selalu berpikir tentang kesiapan dan kemantapan hati, juga keberanian, namun kadang semua itu hilang karena rasa tidak pede mengalahkan segalanya. Mungkin Allah SWT belum menentukan waktu saya berhijab seutuhnya karena belum ada kesiapan (kemantapan hati) yang sebenarnya.

Saya berpikir sebelum mulai berhijab, alangkah baiknya saya mengubah gaya berpakaian dulu. Mulai dari pakai baju yang sedikit tertutup dan longgar (walau masih pakai lengan pendek ) dan pakai lengan panjang saat kerja atau di luar rumah. Mulai dari itu saya merasa ada kenyamanan dalam hal menutup aurat, dan akhirnya saya memiliki kebiasaan berpakaian tertutup sebelum akhirnya berhijab.

Suatu ketika ibu saya jatuh sakit yang lumayan parah dan akhirnya meninggal dunia. Di situ saya sangat terpukul, sedih bercampur gelisah karena ditinggal orang yang paling saya sayang, paling saya cinta di dunia ini. Tapi saya selalu dinasehati oleh orang-orang tua di sekitar bahwa ini sudah takdir Allah dan saya sebagai anak wajib mendoakan ibu saya yang telah pergi.

Mantap berhijab setelah ibu meninggal dunia

Akhirnya saya berani berhijab saat masuk kerja setelah izin duka. Di tempat kerja, bos, teman-teman kerja dan juga siswa saya semua kaget melihat penampilan saya yang berubah. Awalnya semua berpikir mungkin saya masih berduka dan bertanya “Mei, sudah sungguh-sungguh nih berhijab?“ Saya jawab, "InsyaAllah iya, sudah sungguh-sungguh dan bukan karena berduka juga."

Canggung pada lingkungan kerja ada saat awal memakai hijab, tapi Alhamdulillah sampai sekarang sudah merasa nyaman. Adem juga tenang dengan berhijab di luar rumah hehehe.. Orang-orang di sekitar rumah pun senang melihat tampilan saya yang sudah berubah (berhijab) dan saya pun merasa senang. Teman-teman saya semua mendukung keputusan saya, bahkan ada yang memberi beberapa hijabnya untuk saya. Senang rasanya keputusan saya banyak yang memberi dukungan positif.

Padahal dulu saya ingin berhijab nanti setelah saya menikah saja, ternyata Allah SWT berkata lain. Saya berhijab bahkan sebelum menikah. Bulan Ramadan ini adalah Ramadan pertama saya berhijab. Saya tidak menyangka akhirnya benar-benar berhijab dengan perasaan hati yang tenang juga tidak malu-malu lagi.

Saya percaya ini hidayah Allah SWT untuk benar-benar memantapkan hati tanpa ada rasa ragu dan cemas. Dan Alhamdulillah saya sekarang mulai menjadi dekat dengan Allah SWT dengan mulai rajin salat juga mengaji sedikit demi sedikit.

Dukunglah orang-orang di sekitar Anda yang ingin berhijab dan semangati mereka. Sesungguhnya berhijab tidak harus menunggu siap karena umur ataupun waktu, tapi berhijab adalah sesuatu yang membuat kita merasa bangga sebagai seorang muslimah yang dengan menjalankan perintah Allah SWT.

Semoga kisah ini bermanfaat bagi sahabat Vemale yang masih ragu-ragu untuk berhijab. Yakinlah bahwa niat baik kita akan membawa manfaat besar bagi kita juga. Dan semoga Ramadan ini menjadi awal yang baik untuk memulai sesuatu hal yang baik dari sekarang dan kita semua menjadi orang-orang yang bersuka cita meraih kemenangan.

Terima Kasih

 

-oOo-

 

LOMBA KISAH RAMADAN VEMALE.COM

 

Menyambut bulan Ramadan 1436 H, Vemale.com mengajak para pembaca untuk membagikan kisah inspirasi. Kisah ini bisa tentang suka duka ketika memutuskan memakai hijab, kisah seru di bulan Ramadan, bagaimana rasanya jauh dari keluarga saat Lebaran atau kisah apapun yang meningkatkan sisi spiritual dan kedekatan Anda dengan Allah SWT.

Kirim kisah Anda melalui email ke redaksivemale@kapanlagi.net dengan subjek: KISAH RAMADAN VEMALE

30 kisah yang ditayangkan akan mendapat bingkisan cantik dari Vemale.com. Kami tunggu kisah Anda hingga tanggal 24 Juli 2015. Pemenang akan kami umumkan tanggal 28 Juli 2015.

 

Dari satu kisah, Anda bisa menjadi inspirasi bagi jutaan wanita Indonesia.

Share your story :)

(vem/yel)