Humor 'Mukidi', Humor Bikin Ngakak dan Inilah Pembuatnya

Fimela diperbarui 29 Agu 2016, 13:29 WIB

Sejak beberapa waktu terakhir, nama Mukidi telah menjadi salah satu nama yang begitu tenar dan ramai dibicarakan di dunia maya khususnya oleh para pengguna media sosial di Indonesia. Mmm, siapa sih si Mukidi ini kok dia jadi terkenal banget? Apa ia adalah seorang artis baru, atau apakah ia pengusaha terkenal, atau apakah ia adalah pelaku tindak kriminal sehingga ia banyak dibicarakan para pengguna media sosial?

Tenang Ladies, Mukidi bilang kalian jangan panik. Ia bukan seorang pelaku kriminal, artis atau pengusaha. Ia hanya sosok yang ingin membuat semua orang tertawa ngakak oleh leluconnya. Ya, dikutip dari laman merdeka.com, nama Mukidi adalah sebuah nama yang menjadi pelaku utama di setiap kisah humor Mukidi. Meski cuma guyonan dan sosok Mukidi dalam cerita ini tak benar-benar nyata, setidaknya ia telah menjadi nama yang begitu menghibur dan mudah dihafal semua orang.

Cerita humor mengenai Mukidi ini misalnya saja seperti ini nih.

Mukidi Naik Metromini

Mukidi sedang keliling Jakarta. Ia pun naik metromini.

Diam-diam, selama naik metromini ia mengamati segala yang terjadi di dalam metromini. Ia juga mengamati kernet dan para penumpang.

Tak lama kemudian, kernet mengatakan, "Dirman... Dirman... Dirman... (tanda bahwa metromini sudah tiba di Jalan Sudirman). Seorang penumpang laki-laki pun mengatakan, "Kiri bang" (Ia pun turun karena sudah tiba di Jalan Sudirman).

Selang beberapa waktu kemudian, kernet mengatakan lagi, "Wahidin... Wahidin... Wahidin. (tanda bahwa metromini sudah tiba di Jalan Wahidin. Satu lagi penumpang laki-laki mengatakan, "Kiri Bang." Ia pun lalu menepi dan turun.

Tak lama kemudian, kernet kembali berteriak dan mengatakan, "Kartini... Kartni... Kartini... (tanda metromini telah sampai di Jalan Kartini). Kali ini penumpang perempuan mengatakan, "Kiri Bang." Ia turun karena telah sampai di Jalan Kartini.

Tiba di Jalan Gatot Subroto, kernet mengatakan, "Gatot Subroto... Gatot Subroto." Seorang penumpang laki-laki turun.

Di dalam metromini, tinggallah Mukidi seorang. Ia pun mulai panik dan kesal. Hatinya terus ngedumel, lama-lama ia pun semakin kesal dan jengkel. Si kernet pun dicolek oleh Mukidi. Dengan nada marah Mukidi lalu mengatakan, "Kurang ajar sampeyan ya. Dari tadi orang-orang pada dipanggili satu persatu. Lah saya, nama saya tidak sampeyan panggil-panggil!!

Untungnya, si kernet tanggap dengan Mukidi. Kernet pun bertanya, "Siapa nama bapak?"

"Namaku Mukidi" jawab Mukidi yang terlihat masih kesal.

Dengan senyum mengembang si kernet lalu teriak, "Mukidi... Mukidi... Mukidi..." "Nah Gitu dari tadi, Kiri!" Maka, turunkan si Mukidi di tepi jalan tol.

*Bagi siapa saja yang menemukan Mukidi, diharapkan menghubungi keluarganya atau membawanya kembali ke terminal metromini.

Itulah salah satu humor Mukidi yang setidaknya mampu membuat banyak orang mengembangkan senyum dan gelak tawanya. Sementara itu, kira-kira siapa yang menjadi pencipta dari humor Mukidi ini? Jadi gini, sebenarnya, humor Mukidi ini telah ada sejak tahun 1980an. Ketika itu, tokoh fiktif Mukidi muncul dalam acara Warung Kopi besutan Dono, Kasino, Indro dan Rudi Badil yang disiarkan di Radio Prambors, Jakarta. Humor Mukidi ini sendiri merupakan lelucon yang dibuat oleh Soetantyo Moechlas (62).

Saat ditemui wartawan merdeka.comdi rumahnya di perumahan Jatibening 1, Kelurahan Jatibening, Pondokgede, Bekasi, hari Minggu, 28 Agustus 2016, Soetantyo mengatakan, "Nama Mukidi itu gampang diingat. Itu sangat Jawa. Sosok Mukidi itu tidak terlalu pintar dan tidak terlalu bodoh. Tapi, kadang-kadang dia nakal, kadang juga cerdas, kadang kurang beruntung dan manusiawi." Selain Mukidi, dalam humor Mukidi juga ada nama-nama lain yang di dalamnya. Nama lain tersebut antara lain adalah Wakijan, Markonah, Mukirin, Sukilah, Wakilah, Mukiran, Martokapiran, Kartomengkono dan masih banyak lagi.

Well, kini sudah tahu kan siapa si Mukidi yang akhir-akhir ini berhasil membuat senyum banyak orang mengembang? Pada dasarnya, untuk membuat senyum banyak orang mengembang dan tertawa, hal ini bisa dilakukan dengan mudah seperti halnya dengan menyuguhkan humor ala Mukidi ini. Semoga, humor ala Mukidi bisa mengisi hari-hari kita semua agar kita selalu senyum dan bahagia

(vem/mim)