5 Alasan Seseorang Takut Jatuh Cinta Meski Sudah Siap Menikah

Fimela diperbarui 02 Sep 2016, 11:30 WIB

Ternyata ada orang yang merasa takut jatuh cinta. Ia belum siap untuk kembali merasakan cinta, baik mencintai maupun dicintai. Padahal hati kecilnya berkata kalau dirinya sudah siap untuk menikah.

“If you don't love yourself, you won't be happy with yourself. If you can't love yourself, you can't love anyone else. You can't give the love you do not have. You can't make anyone love you without loving yourself first.”

― Kemi Sogunle

Seseorang bisa takut jatuh cinta karena alasan tertentu. Mungkin kamu juga termasuk salah satu orang yang merasa masih insecure dengan rasa cinta. Atau mungkin ada orang terdekatmu yang takut jatuh cinta padahal secara umum dia sudah matang untuk menikah. Yuk, coba selidiki lagi, mungkin inilah alasanmu atau seseorang bisa begitu takut jatuh cinta.

(vem/nda)
2 dari 6 halaman

Punya Harapan yang Terlalu Tinggi

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Kita takut jatuh cinta karena takut perasaan yang hadir nantinya tak sesuai dengan harapan. Takut tak bahagia. Takut dikecewakan. Terlebih lagi, takut dikhianati. Akhirnya, kita tak berani untuk melangkah.

Hanya bisa diam di tempat. Menutup diri dan mencari aman dengan tak membuka diri untuk menerima perasaan cinta dari orang lain. Parahnya lagi, kita terkungkung dalam rasa takut kita sendiri. Sehingga sama sekali tak mau ambil "risiko" mencoba untuk jatuh cinta atau dicintai orang lain.

3 dari 6 halaman

Punya Trauma Masa Lalu

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Trauma masa lalu atau kenangan buruk yang pernah dialami terkait soal asmara di masa lalu bisa membuat kita takut untuk mencoba kembali. Seakan masih ada tali kuat yang menahan kedua kaki kita untuk berjalan ke depan. Tak sanggup lagi jika harus merasakan sakit yang sama seperti yang lalu-lalu.

Trauma inilah yang bisa membuat kita takut untuk membuka hati yang baru. Meski secara usia atau materi kita sudah dianggap siap untuk menikah, tapi secara batin kita masih belum siap sama sekali. Luka yang lama itu belum juga sembuh. Rasa pedih dan perihnya masih terasa dengan jelas. Sehingga sulit untuk bisa berani jatuh cinta untuk kesekian kalinya.

4 dari 6 halaman

Tak Punya Kepercayaan Diri

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Karena tak percaya diri, kita jadi merasa takut. Sudah pesimis duluan sebelum mencoba. Sudah membayangkan hal-hal buruk sebelum menjalani jalan yang baru atau kembali melangkah. Rasa percaya diri yang luntur itu membuat kita merasa tak sanggup untuk bisa membuka hati yang baru.

Saat rasa percaya diri itu menghilang, mau melakukan apapun juga rasanya tak sanggup. Kita jadi merasa seakan tak berhak merasakan cinta atau dicintai oleh orang lain. Sehingga cara aman yang kita pilih adalah untuk menutup diri.

5 dari 6 halaman

Takut Tak Memenuhi Harapan Orang Tercinta Kita

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Orang tua dan keluarga punya harapan besar agar kita bisa menemukan pasangan yang tepat. Kita merasakan adanya sebuah tanggung jawab untuk bisa menemukan seseorang yang benar-benar terbaik. Seseorang yang bisa membuat semua orang tercinta kita bahagia.

Banyak harapan yang perlu kita penuhi. Seolah ada semacam beban yang menuntut kita untuk membuat segala sesuatunya sempurna. Selain itu, kita juga merasa memiliki tuntutan untuk jadi pasangan yang terbaik untuk seseorang itu. Memenuhi harapan dan membahagiakan semua orang sekaligus, sungguh ini sebenarnya merupakan sesuatu yang kadang sangat membebani pikiran.

6 dari 6 halaman

Merasa Belum Siap dengan Semua Kejutan dan Perubahan

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Saat sudah berkomitmen mencintai seseorang, sedikit banyak hidup kita juga akan berubah. Prioritas dan peran yang kita miliki pun akan mengalami pergeseran. Semua itu juga disertai dengan berbagai kejutan dan perubahan. Dan kita merasa tidak siap dengan semua itu.

Kita merasa belum mampu. Belum sanggup menghadapi semua perubahan yang akan terjadi. Dan perasaan itu membuat kita takut untuk jatuh cinta. Rasanya sungguh sulit untuk merasakan cinta karena takut dengan "dampak dan konsekuensi" dari mencintai dan dicintai itu sendiri.

[pos_1]