Ikhlas dan Tenang Menjadi Obatku Survive dari Kanker Paru-Paru

Fimela diperbarui 15 Nov 2016, 15:20 WIB

Kanker. Apa yang tersirat ketika kamu mendengar penyakit yang satu ini, Ladies? Apakah lekat dengan kematian, sakit yang luar biasa, dan hilangnya napsu hidup? 

Ternyata semua kalimat negatif itu tak masuk dalam kamus hidup Megawati Tanto. Wanita 70 tahun ini selamat dari kanker kolon dan kanker paru. Ia yang menolak belas-kasih dari orang lain kini menjalani hidup seceria wanita lanjut usia yang awet kecantikannya. 

Dari mana sumber kekuatan hidupnya itu? Ikhlas! Sesederhana itu resepnya. "Saya ikhlas dan tenang, saya rasa memang lebih baik begitu," cerita Megawati saat sharing dalam 'Seminar Edukasi Kenali Gejala dan Pengobatan Kanker Paru' di Kampus FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 14 November 2016.

Diceritakan wanita kelahiran Palembang itu dirinya pertama kali divonis kanker adalah kanker kolon di tahun 2007. Malang baginya, ketika kontrol kesehatan di tahun 2010, ditemukan ada yang tidak beres di paru-parunya. Meski ia berharap itu hanyalah infeksi, dokter yang membedahnya ternyata menemukan bahwa ia mengidap kanker paru primer.

"Di kanker kedua inilah saya tenang. Ibaratnya saya survive kanker pertama, saya merasa bergelar S1. Sekarang di kanker kedua saya merasa bakal bergelar S2," papar wanita tangguh ini.

Cobaan tak berhenti di situ. Saat operasi kanker kedua, dua tulang iganya patah. Pasca operasi, ia hanya bisa berbaring lurus selama dua bulan. Tak bisa melengkungkan tubuh kiri dan kanan karena hanya akan menimbulkan sakit yang terlalu hebat.

"Dengan kesakitan itu saya tidak cengeng. Apapun sakitnya itu, saya tahu saya sedang menuju kesembuhan," ujar Mega, sapaannya, yang mengundang tepuk tangan riuh kami yang mendengarnya.

Menurut dr.Elisna Syahruddin,Pd.D,S.P(K), spesialis paru di RS Persahabatan, Jakarta, kanker paru berasal dari epitel bronkus. Paru juga menjadi organ yang kerap dihinggapi kanker karena di sinilah tempat pembersihan darah. "Itu sebabnya banyak sel kanker yang nyangkut di paru," ujar dr.Elisna.

Kanker paru juga membuat kantong penderitanya terkuras. Sebab dari awal proses menemukan kanker ini di paru sudah sulit. Ketika akhirnya ditemukan, penyembuhannya pun makan biaya yang tak sedikit.

"Ini belum ditambah obat jika seseorang dioperasi, satu kali operasi bisa Rp150 juta," tegasnya. Ada juga beberapa faktor risiko kanker paru seperti merokok, usia, karbon gas, polusi, sejarah keluarga, hingga riwayat pekerjaan.

Selain mempersenjatai diri dengan informasi mengenai kanker paru, ada baiknya dari sekarang kamu menjalani hidup sehat. Seperti kamu lihat di atas, sehat itu amat sangat mahal harganya. Jaga baik-baik diri kamu, Ladies. Kamu tentu masih mau melihat cucu kamu di masa mendatang, bukan?

(vem/yel)
What's On Fimela