Terkadang Urusan Cinta Itu Juga Soal Pilihan, Bukan Cuma Perasaan

Fimela diperbarui 31 Mei 2017, 13:20 WIB

Jatuh cinta, putus cinta, atau cinta yang bertepuk sebelah tangan, semua itu pasti melibatkan emosi dan perasaan. Bagaimana tidak, kadang kita tak bisa memahami bagaimana hati dan rasa terarah pada seseorang. Tapi selain perasaan, urusan cinta itu juga terkadang soal pilihan.

Ada pilihan-pilihan yang kita buat dalam mencintai seseorang. Pun ada keputusan-keputusan yang harus kita ambil bila apa yang kita harapkan ternyata tak terjadi sesuai dengan rencana. Banyak perkara yang melibatkan keputusan dan keberanian memilih kalau sudah menyangkut urusan cinta.

Terus Mencintai atau Berhenti Saja, Itu Juga Soal Pilihan

 

Ketika kita menyukai seseorang dan tak tahu bagaimana perasaannya pada kita, di sini kita pun perlu membuat pilihan. Terus bertahan mencintainya atau berhenti saja. Setiap pilihan yang kita ambil pun pasti ada konsekuensinya sendiri. Dan kita harus siap untuk menerima semua konsekuensi yang ada, termasuk mempertahankan atau melepaskan perasaan itu sendiri.

Perasaan Bisa Berubah Sesuai dengan Pilihan yang Kita Ambil

Terkadang perasaan bisa berubah setiap kali kita sudah menetapkan sebuah pilihan. Ketika kamu memilih dan memutuskan untuk setia padanya, maka apapun yang terjadi perasaanmu akan bertahan padanya. Begitu sebaliknya, ketika kamu memutuskan untuk melupakan seseorang, maka seiring waktu berjalan perasaanmu akan memudar padanya. Kita hidup di antara pilihan demi pilihan, tak terkecuali dalam urusan mencintai dan mempertahankan sebuah hubungan.

Ada Kekuatan di Balik Setiap Pilihan yang Kita Ambil

Memilih untuk mencintai seseorang dengan setulus hati, ada kekuatan untuk bisa selalu mengutuhkan hubungan yang dimiliki. Atau memilih untuk melepas seseorang yang memang tak layak dipertahankan, ada kekuatan untuk bisa terus melangkah dan melanjutkan hidup. Saat kita berani membuat pilihan dan keputusan, maka selalu ada kekuatan yang kita dapat. Jangan sampai hati jadi ragu dan kamu hilang arah dalam urusan cinta hanya karena kamu tak bisa membuat pilihan.

Intinya, semoga apapun pilihan yang kita ambil dalam mencintai dan menjalin hubungan adalah yang terbaik. Nggak ada lagi yang namanya galau atau gagal move on. Nggak ada lagi yang namanya terpuruk karena cinta. Karena kita selalu bisa membuat pilihan di setiap situasi yang ada.

Kalau menurutmu sendiri bagaimana, Ladies? Setujukah kalau urusan cinta itu juga melibatkan pilihan dan keputusan, bukan cuma soal perasaan?

(vem/nda)
What's On Fimela