Saat Sudah Bisa Mengatasi 5 Ketakutan Ini, Tandanya Kamu Siap Menikah

Fimela diperbarui 11 Agu 2017, 13:00 WIB

Kadang kita belum siap menikah karena belum bisa mengatasi sejumlah ketakutan. Kalau diri ini masih dibayangi oleh berbagai ketakutan, mau melangkah ke jenjang pernikahan pun akan diliputi banyak keraguan. Menikah tapi masih diselimuti rasa ragu pun pastinya akan membuat kita malah kesulitan untuk menciptakan hidup yang bahagia bersama pasangan.

Untuk itu, coba deh cek sekarang. Apakah kamu sudah bisa mengatasi sejumlah ketakutan ini? Kalau kamu merasa sudah bisa mengatasi dan berdamai dengan lima rasa takut ini, tandanya kamu sudah benar-benar siap menikah.

Takut Menjaga Komitmen
Saat kamu masih ragu dan takut menjaga sebuah komitmen, kamu perlu waktu lagi untuk memantapkan hatimu. Bersikaplah jujur pada diri sendiri. Coba temukan akar masalah dari alasan kenapa kamu masih takut untuk berkomitmen. Tapi begitu kamu sudah siap untuk membangun dan menjaga komitmen, itu jadi tanda kamu sudah siap melangkah ke jenjang pernikahan.



Takut Tidak Bisa Jadi yang Terbaik
Kadang kita terlalu keras pada diri sendiri. Kita merasa tidak bisa jadi yang terbaik untuk orang yang kita cintai. Padahal kenyataannya setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah tetap menjadi diri sendiri, melakukan semua hal sebaik mungkin sesuai dengan kesanggupan kita. Jika memang pasanganmu tulus mencintai, dia juga akan berusaha menerimamu dengan semua kelebihan dan kekuranganmu. Toh, dia pun pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.

Takut Menghadapi Perubahan
Saat menikah, banyak hal yang akan berubah dalam hidup kita. Di sini kita harus benar-benar siap menyambut dan menjalani semua perubahan yang ada. Kalau masih ada rasa takut untuk berubah, perlu waktu untuk bisa menyiapkan mental untuk menjalani hidup yang baru dalam pernikahan.



Takut Tidak Diterima oleh Keluarga Pasangan
Wajar memang ada rasa takut yang seperti ini. Namanya menikah pastinya juga akan menyatukan dua keluarga. Dan kadang ada rasa takut tidak diterima oleh keluarga pasangan. Tapi jangan sampai karena rasa takut ini, kamu jadi tak mau berusaha untuk beradaptasi. Untuk menciptakan pernikahan bahagia, bukankah penting juga untuk bisa memaksimalkan diri beradaptasi bergabung jadi satu bagian keluarga dari pasangan?

Takut Menghadapi Konflik
Sebuah pernikahan pasti akan mendapat sejumlah konflik. Entah itu soal perbedaan pendapat atau salah komunikasi. Semua itu memang harus ditangani dengan kepala dingin. Kalau kamu masih merasa takut menghadapi konflik, kamu masih belum benar-benar memiliki rasa percaya diri kalau kamu sebenarnya kuat.

Gimana? Kira-kira udah bisa mengatasi semua ketakutan itu? Kalau kamu sudah terbebas dari semua ketakutan itu, tandanya kamu memang sudah benar-benar siap untuk menuju ke pelaminan, ladies.



(vem/nda)