Penderita Katarak di Indonesia Setiap Tahunnya Terus Bertambah

Fimela diperbarui 18 Sep 2017, 09:30 WIB

Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan 50% kebutaan warga Indonesia disebabkan oleh katarak. Sekitar 1,5% dari 2 juta penduduk adalah penderita katarak, dan setiap tahunnya bertambah sebanyak 240 ribu orang penderita katarak yang terancam mengalami kebutaan.

Diperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak akan selalu bertambah sebesar 0,1% dari jumlah penduduk Indonesia atau kira-kira 250.000/tahun. Sementara itu kemampuan untuk melakukan operasi katarak setiap tahun diperkirakan baru mencapai 180.000 sehingga setiap tahun selalu bertambah backlog katarak sebesar lebih kurang 70.000. Jika tidak segera mengatasi kesenjangan ini maka angka kebutaan di Indonesia semakin lama akan semakin tinggi

Inilah yang membuat Erha Clinic berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kab. Tangerang, PMI Kab Tangerang dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Banten dan RSUD Balaraja Tangerang mengadakan kegiatan Operasi Mata Katarak Gratis bagi masyarakat Tangerang, Banten (16/09). Kegiatan ini dilakukan dalam menyambut HUT PMI ke-72 dan HUT TNI ke-72 tahun. Operasi Mata Katarak Gratis ini bertujuan untuk membantu program pemerintah Indonesia dalam pengentasan penyakit mata katarak yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tangerang, Banten.

Jumlah penderita katarak di Indonesia memang berbeda di masing-masing daerah, bahkan untuk prevelansi per daerah ada yang sampai 4% penderitanya dibandingkan dengan jumlah penduduk. Untuk di Banten sendiri, prevelansi penderita Katarak mencapai 1,5 - 2% dari total jumlah penduduk.

"Kami sangat bersyukur sekali apabila ada perusahaan seperti Erha Clinic yang berupaya membantu mengurangi jumlah penderita katarak di Indonesia, khususnya daerah Banten," ujar dr. Darmawan M. Sophian, Sp.M., M.Kes Ketua PERDAMI Banten yang bertindak sebagai ketua tim dokter operasi katarak gratis ini.

Katarak adalah kekeruhan lensa yang diawali dengan pandangan berkabut yang membuat mata menjadi gelap secara berkala, untuk kegiatan ini Tim PERDAMI Banten melakukan operasi dengan teknik Fakoemulsifikasi yaitu sebuah teknologi terbaru, terkini dan tercanggih yang ada di seluruh dunia untuk penanganan kasus katarak.

“Program #GerakanBebasKatarak ini merupakan kontribusi kami kepada masyarakat untuk membantu mengurangi tingkat penderita katarak yang ada di Indonesia. Kami harap dengan adanya #GerakanBebasKatarak ini dapat memberikan manfaat untuk penderita katarak. Untuk tahun ini kami menargetkan 1000 mata yang dapat dioperasi, dan akan ditingkatkan di tiap tahunnya sehingga mampu mencapai 10.000 mata dalam 5 tahun ke depan," ungkap Andreas Bayu Aji, Chief Corporate Services Officer Arya Noble (Strategic Investment Holding dari Erha Clinic).
 
#GerakanBebasKatarak telah dilakukan semenjak tahun 2012 oleh Erha Clinic bersama dengan Arya Noble untuk Indonesia, yaitu sebuah payung CSR dari Arya Noble yang merupakan strategic investment holding company dari Erha Clinic. Kegiatan #GerakanBebasKatarak telah dilakukan di beberapa daerah seperti Makassar, Jepara, Kudus, Kupang, Sukabumi dan beberapa daerah lainnya di Indonesia yang telah membebaskan ribuan masyarakat Indonesia dari penyakit Katarak.

(vem/asp/nda)