Kegemukan Bisa Picu Kanker Payudara, Ovarium dan Endometrium

Fimela diperbarui 18 Sep 2017, 15:00 WIB

Tubuh gemuk bukan hanya membuat badan berat. Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa kegemukan berisiko memicu penyakit jantung, kolesterol dan diabetes. Tapi belum banyak yang tahu kalau kegemukan juga meningkatkan risiko kanker.

Analisis data tahun 2016 dari International Agency for Research on Cancer mengungkapkan bahwa kelebihan berat badan atau kegemukan meningkatkan risiko 13 macam kanker, termasuk kanker payudara, kanker endometrium dan kanker ovarium pada wanita.

Kanker Payudara

Menurut National Cancer Institute, kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, khususnya setelah menopause. Wanita yang sudah menopause dan kegemukan bisa meningkatkan risiko kanker payudara 20-40% dibanding wanita dengan berat badan ideal. Karena kelebihan lemak bisa berarti kelebihan estrogen, dan kelebihan estrogen bisa memicu kanker payudara.

Kanker Endometrium

Endometrium adalah lapisan terdalam pada rahim dan tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi. Wanita kelebihan berat badan berisiko 2 hingga 4 kali lebih besar dibandingkan wanita berat badan ideal. Berdasarkan National Cancer Institute, sel-sel di bagian ini bisa menjadi ganas dan menyebabkan kanker dipicu oleh estrogen yang diproduksi berlebihan oleh jaringan lemak, atau karena resistensi insulin.

Kanker Ovarium

Kanker ovarium lebih banyak ditemukan pada wanita yang kegemukan dibanding wanita ideal. National Cancer Institute mengungkapkan bahwa kelebihan 5% hitungan BMI bisa meningkatkan 10% risiko kanker ovarium. Seperti kanker payudara dan endometrium, risiko kanker ovarium juga dipicu kelebihan estrogen dan jaringan lemak tubuh. Masalah hormonal dan metabolisme ini jadi faktor pemicu yang tak bisa diabaikan.

Pencegahan risiko kanker tidak semudah menurunkan berat badan maka risikonya jadi turun. Orang perlu menjaga pola hidup sehat secara teratur dan terus menerus untuk menurunkan risikonya. Jadi ladies, jaga pola makan dan jaga berat badan ideal ya agar risiko kanker semakin kecil.

(vem/feb)