Tinggal di Pondok Kayu di Hutan, Kisah Pasutri Ini Bikin Haru & Terenyuh

Fimela diperbarui 23 Sep 2017, 14:12 WIB

Sepasang suami istri yang masih terbilang sangat muda ditemukan tinggal di dalam hutan Kampung Tualak, Malaysia. Bersama ketiga anaknya, mereka berlima tinggal di sebuah pondok kayu tiga lantai yang sangat sederhana. Bukan sederhana lagi, pondok yang mereka tinggali bisa dikatakan memprihatinkan.

Dikutip dari laman worldofbuzz.com, pasangan suami istri ini adalah Mohd Ridzuan (26) dan istrinya Nuh Hidayah (23). Pondok yang ditinggali oleh Ridzuan serta keluarganya terbuat dari ranting dan dahan pohon. Atapnya berupa terpal plastik. Dinding dan lantainya juga terbuat dari ranting pohon yang cukup besar sehingga kuat untuk menopang keluarga itu.



Meski tinggal di hutan dengan kondisi yang sangat sederhana, Nur Hidayah mengaku bahwa ia dan keluarganya bahagia. Tinggal di hutan memang menjadi pilihan tepat bagi keluarganya menurut Hidayah. Sang suami yang sehari-hari bekerja sebagai penoreh getah dan pencari petai di dalam hutan, membuat ibu muda yang kini tengah hamil 6 bulan tersebut memutuskan tinggal di hutan bersama suami.

Selain karena ingin dekat dengan suami dan mengurusnya dengan baik, tinggal di hutan yang memang dekat dengan tempat kerja suami ini akan memudahkan suami pulang serta pergi kerja. Nur Hidayah mengatakan, "Kami bahagia dan bersyukur tinggal di sini. Tidak ada nyamuk. Tapi kamu harus selalu waspada jika ada babi dan ular. Tidak apa-apa tinggal di pondok ini. Hanya saja, kami ingin tempat tinggal kami diperbaiki atau setidaknya lebih tertutup agar kami merasa lebih aman."



"Pondok kami berdiri di atas tanah Paman Wan. Tinggal di sini kami pilih karena ini dekat dengan tempat kerja saya. Di sini juga nyaman dan membuat kami lebih bersyukur," ungkap Ridzuan.

Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, keluarga ini akan mengonsumsi apa saja dari hutan. Mereka juga akan membeli kebutuhan pokok di pasar desa terdekat. Sedangkan untuk listrik, keluarga ini memanfaatkan generator. Air bersih mereka dapatkan dari sungai atau sumber mata air terdekat sekitar tempat tinggalnya.



Melihat kondisi keluarga Ridzuan dan keluarganya yang tidak biasa ini, pemerintah setempat tergerak untuk memberikan bantuan. Pemerintah meminta Ridzuan pindah dari tempat tinggalnya dan menempati perumahan yang disediakan pemerintah untuknya. Namun sayang, sejauh ini Ridzuan menolak pindah dari tempat tinggalnya sekarang.




(vem/mim)
What's On Fimela