Belajar dari Kehidupan Berat Shania Twain, Cerai Hingga Coba Bertahan Hidup

Fimela diperbarui 27 Feb 2018, 14:05 WIB

Buat anak-anak generasi 90an, sepertinya sudah tidak asing dengan nama penyanyi country Shania Twain. Lewat lagunya yang sempat populer You're Still The One dan From This Moment On, sulit rasanya melalui tahun 90an tanpa suaranya yang melegenda.

Meski sudah tak lagi bersinar seperti dulu, Shania tetap berkarya hingga sekarang. Di tahun 2017 kemarin, ia bahkan merilis album terbarunya yang bertajuk NOW. Tentu saja ini menjadi hadiah terindah yang sudah lama dinanti-nanti oleh para fansnya yang tersebar di seluruh dunia.

Saat ini ia bahkan sedang disibukkan dengan berbagai konser tur untuk promosi album terbarunya di Australia dan Selandia Baru. Di usianya yang sudah menginjak angka 52 tahun, Shania berhasil membuktikan jika ia memang layak menjadi seorang diva.

Tak hanya menjadi sosok yang inspiratif di dunia musik, ternyata Shania juga memiliki kisah hidup yang mampu membuat orang menangis saat mendengarnya. Di luar dugaan kamu, ternyata masa lalu Shania benar-benar pilu dan jauh dari kebahagiaan yang sekarang dirasakannya.

Wanita asal Kanada ini akhirnya memutuskan untuk berbagi cerita hidupnya lewat sebuah buku yang diberi judul sama dengan lagu hitnya, 'FROM THIS MOMENT ON'. Di sanalah ia mulai berbagi cerita pahit yang membuatnya tetap tegar hingga sukses seperti sekarang.

Perceraian Kedua Orangtua & KDRT

Keluarga yang hangat dan berkecukupan hanyalah impian bagi Shania. Sejak kecil, Shania tumbuh dalam keluarga broken home dan kurang berada. Di saat usianya masih 2 tahun, kedua orangtuanya harus bercerai. Tak lama setelah itu sang ibu yang bernama Sharon Morrison akhirnya menikah lagi dengan seorang pria bernama Jerry Twain.

Gara-gara pernikahan itu, Shania yang aslinya bernama Eilleen Regina Edwards mengganti nama belakangnya menjadi Twain. Namun ternyata, pernikahan kedua sang ibu justru membawa malapetaka terbesar dalam hidupnya.

Bukannya menjalani masa kecil yang penuh cinta dan rasa bahagia, kehidupan Shania justru dihantui dengan kekerasan (KDRT). Ayah tirinya kerap memukuli sang ibu, hingga membuat Shania kecil berusaha untuk membantunya. Namun sayang, ia juga menjadi korban dalam KDRT ini.

Lewat buku 'FROM THIS MOMENT ON', Shania sempat menuliskan, "Aku berlari ke belakang ayahku sambil memegang sebuah kursi, lalu aku menghantam punggungnya dengan itu. Aku sudah lama ingin melakukannya. Aku pun melompat ke arahnya berusaha memisahkan pertengkaran di antara dia dan ibuku. Tapi dia selalu menjatuhkanku dan bilang kalau aku tak boleh ikut campur."

"Berusaha memberanikan diri, aku pun memukul ayahku. Sebelum aku bisa menghindar, dia langsung menghantam daguku," lanjut Shania sambil terus menceritakan kejadian pahit yang tak akan pernah bisa dilupakan olehnya.

Mencari Uang Sejak Usia 8 Tahun
Tidak hanya hidup dalam keluarga yang penuh dengan aksi KDRT, Shania harus menjalani hari-harinya dengan perut kosong dan kelaparan. Shania yang saat itu baru berusia 8 tahun pun menyembunyikan hal ini dari pihak sekolah demi alasan menjaga keutuhan keluarganya.

Untuk bisa makan dan meringankan beban sang ibu, Shania harus rela bangun setiap malam untuk menyanyi di bar. Ya, di saat usianya masih sangat kecil Shania sudah berada di dalam tempat hiburan malam yang dipenuhi dengan pria dewasa yang mabuk. Tentu ini adalah hal yang sangat menakutkan untuk gadis seperti dirinya.

Berjuang keras untuk mencari uang di usianya yang masih sangat kecil, Shania pun tak lagi kuat mendapat perlakuan kasar dari ayah tirinya. Setelah berusaha untuk meyakinkan ibunya, mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Timmins, Ontario dan tinggal di sebuah tempat penampungan tuna wisma di Toronto, Kanada.

Kecelakaan Tragis Yang Merenggut Nyawa Ibunya
Shania yang sudah jatuh cinta pada musik pun terus berusaha untuk menggapai impiannya. Mulai dari menciptakan lagu, menjadi penyanyi dari bar ke bar, dan berbagai hal lainnya. Namun sayang, lagi-lagi masalah ekonomi menghambat semuanya.

Untuk menyambung hidupnya, Shania sempat menjadi karyawan McDonald's. Menjalani kehidupan yang jauh lebih tenang daripada sebelumnya, Shania kembali mendapat hal tak terduga. Jerry tiba-tiba datang dan hadir kembali di rumah baru mereka. Seakan lupa dengan perlakuan kasar suaminya, ibunda Shania menerima kehadiran Jerry begitu saja.

Hingga pada akhirnya, sebuah tragedi kecelakaan mobil merenggut nyawa Jerry dan Sharon di tahun 1987 silam. Kehilangan kedua orangtuanya membuat Shania harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia pun memutar otak agar bisa menemukan cara untuk menghidupi adik-adiknya.

Awal Karir di Dunia Musik
Setelah kepergian ibu dan ayah tirinya, Shania memutuskan untuk memulai karirnya di dunia musik. Bersama ke-3 adiknya, Shania kembali pulang ke Timmins dan menjadi seorang penyanyi di sebuah resort yang terletak di kawasan Huntsville, Ontario.

Saat itulah ia mulai menulis lagu hingga karyanya terdengar sampai ke Nashville. Singkat cerita, ia akhirnya bergabung dengan sebuah label dan memutuskan untuk mengubah nama Eilleen Twain menjadi Shania hingga album pertamanya yang bertajuk SHANIA TWAIN dirilis pada tahun 1993 silam.

Di tahun yang sama, ia pun menikah dengan seorang produser tersohor asal Zambia, Robert John Lange. Meski tak sukses besar, ia berhasil mencuri perhatian lewat video klip What Made You Say That. 2 tahun berlalu, kerja kerasnya selama ini akhirnya membuahkan hasil.

Bersama sang suami, Shania berkolaborasi dan melahirkan karya-karya magisnya. Tak butuh waktu lama, lagu-lagu Shania merajai berbagai chart hingga penjualan albumnya laku keras. Di tahun 1999 ia bahkan sukses memenangkan piala Grammy lewat lagu You're Still The One yang berhasil menang dalam kategori Best Country Song dan Best Female Country Vocal Performance.

Perceraian & Penyakit
Kisah cinta Shania dan suaminya ternyata tak mampu berakhir bahagia. Perjuangan mereka selama bertahun-tahun harus kandas karena kehadiran orang ketiga. Tentu saja ini bukanlah hal yang mudah bagi Shania. Tak hanya kehilangan pria yang dicintainya, ia bahkan harus rela melepaskan kepergian orang yang paling berjasa dalam kesuksesan karirnya.

Setelah melalui proses panjang, perceraian Shania dan Robert akhirnya diresmikan. Namun ternyata, perpisahan ini menjadi pukulan yang sangat menyakitkan bagi Shania. Gara-gara hal itu, ia pun mengalami dysphonia, sebuah penyakit yang menyerang pita suara sehingga membuat penderitanya mengalami kesulitan bicara ataupun bernyanyi.

"Otot-ototku seakan membuat pita suaraku menjadi sempit dan menolak udara masuk dan mengalir dengan baik. Kamu tak bisa bersuara keras, pastinya sama sekali tidak bagus untuk seorang penyanyi, " tuturnya menjawab pertanyaan Cynthia McFadden saat menjadi bintang tamu di acara Nightline.

Pernikahan ke-2 & Awal Hidup Yang Baru
2 tahun berlalu sejak perceraian itu, Shania akhirnya mulai membaik dan jatuh cinta lagi. Sukses move on, wanita berusara emas ini akhirnya menikah dengan seorang pria bernama Frederic Thiebaud di tahun 2011 lalu.

Ia pun menyampaikan, "Aku jatuh cinta, aku tak percaya hal ini benar-benar terjadi karena sebelumnya aku sudah tak ingin berurusan dengan cinta lagi. Dulu aku selalu percaya akan cinta. Kemudian aku merasa kehilangan harapan itu, beruntung itu hanya sementara saja."

Hingga saat ini Shania tetap hidup bahagia dengan suami keduanya. Menghabiskan setiap waktunya bersama Frederic membuatnya percaya jika cinta sejati memang mampu mengubah hidupnya. Rasa sakit hati dan trauma itu perlahan berubah menjadi kebahagiaan tak terhingga untuknya.

Meski begitu, Shania mengaku jika ia sama sekali tak menyesali masa lalunya yang penuh dengan liku-liku. Baik itu kenangan pahitnya saat masih kecil ataupun kegagalan rumah tangganya bersama pria yang akrab disapa dengan nama Mutt itu. Benar-benar sosok yang sangat inspiratif bukan?

Sumber tulisan: KapanLagi.com

(vem/feb)
What's On Fimela