Puisi Konde Sukmawati yang Menuai Kontroversi

Fimela diperbarui 04 Apr 2018, 12:50 WIB

Puisi Sukamawati Soekarno Putri, berjudul "Ibu Indonesia" tengah menjadi polemik. Puisi yang dibacakan pada pagelaran busana '29 tahun Anne Avantie berkarya'di Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 ini ternyata menyinggung soal cadar dan adzan yang identik dengan agama Islam.

Isi puisi tersebutlah yang menuai protes masyarakat karena dinilai menyinggung agama Islam. Sontak puisi tersebut dikomentari banyak pihak termasuk Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Dilansir dari Merdeka.com, Fadli Zon mengatakan, semestinya Sukmawati tak boleh mengucapkan atau membacakan puisi yang menyudutkan Suku, Agama dan Ras (SARA). Menurut dia, ucapan Sukmawati mempunyai potensi untuk memecah bangsa.

"Seharusnya semua yang berbau perbedaan itu tidak boleh lah dijadikan sebagai (sarana) menyudutkan orang lain. Apalagi yang sensitif seperti persoalan agama, suku dan sebagainya. Itu kan sangat sensitif," ucapnya.

Begitupun dengan artis cantik Kartika Putri, melalui Instagramnya @kartikaputriworld , ia menyampaikan keberatan atas puisi yang dilontarkan oleh kaka kandung Megawati tersebut.

"Jika tidak tahu akan Syariat Islam lebih baik Mencari tahu atau Jauh lebih DIAM saya rasa itu lebih bijak”,"tulisnya.

Lalu, perempuan berhijab ini pun mengunggah 14 manfaat menggunakan cadar. Dianataranya untuk menutup aurat, menghindari berbagai macam fitnah, membantu laki-laki untuk menjaga pandangannya, serta memperkecil bahaya polusi udara.

Namun Adik Sukmawati, Guruh Soekarnoputra memiliki pandangan lain. Ia mengatakan, puisi tersebut tidak bermaksud untuk menyerang Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan (SARA).

"Puisi itu bukan untuk SARA dan sebagainya. Bukan sesuatu yang bagaimana. Yang kita inginkan adalah kita semuanya berpikir jernih. Berpikir dan berbuat bijaksana dalam segala hal," ujarnya seperti yang dilansir dari Merdeka.com

Dilansir Detik.com, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya memberikan penjelasan. Ia mengatakan puisi tersebut bercerita tentang Indonesia.

"Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya ga ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita. Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain," jelasnya.

Sukmawati mengatakan apa yang dia sampaikan di puisi itu merupakan pendapatnya secara jujur.

"Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati,"tambahnya.

Walaupun demikian, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) akan melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. Ini dilakukan lantaran Sukmawati dinilai telah melecehkan agama dalam puisi yang dibacakannya.

"FUIB mengajak ormas agar bersatu dan bersama melaporkan Sukmawati lantaran dinilai telah melakukan pelecehan dan penistaan agama," kata Ketua Umum FUIB Rahmat Himran sapert yang dilansir Liputan6.com.

Berikut puisi lengkap Sukmawati yang dibacakan pada Kamis (29/3) di Jakarta Convention Center (JCC):

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Lalu bagaimana menurutmu Ladies? Apakah puisi tersebut memang menyinggung agama Islam atau hanya seni berpuisi yang jujur dari Sukmawati?

Atau masyarakat Indonesia memang belum siap untuk menerima seni seperti puisi dengan unsur keagamaan tersebut.

 

(vem/asp)
What's On Fimela