Review: Novel Sad Girls (Dusta dan Kepedihan) - Lang Leav

Fimela Reporter diperbarui 12 Jul 2021, 20:58 WIB

Judul: Sad Girls (Dusta dan KepedihanPenulis: Lang LeavAlih bahasa: Lulu Fitri RahmanEditor: Barokah RuziatiDesain sampul: Rovliene KalunsingePenerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cinta pertamamu bukan yang pertama kali membuatmu jatuh hati, melainkan yang pertama kali membuatmu patah hati.

Sekolah sudah hampir berakhir, tapi bagi Audrey serangan panik itu baru dimulai. Karena Audrey pernah mengucapkan dusta, kini temannya, Ana, meninggal dunia. Saat segalanya bagai berpilin lepas kendali, Audrey bertemu dengan Rad, pemuda yang mampu memberikan secercah harapan. Namun, dapatkah kisah mereka yang terjalin pada saat yang tak tepat itu membantu Audrey mengatasi kesulitannya, atau justru mendorongnya makin dekat ke tepi jurang?

Sad Girls adalah novel debut yang telah dinanti-nanti dari Lang Leav, penulis bestseller dunia. Kisah yang bercerita tentang cinta muda yang harus tumbuh dewasa, rahasia dan dusta gelap, serta segenap kepedihan yang menyertainya.

***

Apa yang akan terjadi bila kamu malah jatuh cinta dengan pacar dari temanmu yang baru meninggal? Mungkin kedengarannya agak janggal, ya. Tapi itulah yang dialami oleh Audrey. Di hari pemakaman temannya, Ana, di tengah suasana duka, dia bertemu dengan Rad yang dulunya adalah pacar Ana selama hidup. Pertemuan Audrey dan Rad pun menimbulkan perasaan yang terasa begitu berbeda.

Audrey sendiri sebenarnya sudah punya pacar, Duck. Duck dulunya adalah sahabat Audrey namun karena sebuah peristiwa, status mereka pun berubah dari sahabat menjadi pacar. Hanya saja kehadiran Rad membuat perasaan Audrey jadi tak karuan. Ia mulai bingung ke mana hatinya akan diberikan sepenuhnya.

Hubungan Audrey dan Rad pun makin lama makin dekat. Seiring dengan makin seringnya mereka bertemu dan mengobrolkan berbagai hal yang tak biasa, kedekatan itu terbangun dengan sendirinya. Namun, pada satu titik mereka memutuskan untuk tak berhubungan lagi. Sampai takdir kemudian mempertemukan mereka kembali.

"Penulis menyerap segala hal yang sangat personal, hal-hal yang diucapkan kepada mereka dengan percaya diri, sering kali pada momen-momen yang sangat intim, dan mengubahnya menjadi kata-kata. Kemudian mereka mengambil kata-kata itu, rentah dan apa adanya, dan menyampaikannya kepada dunia. Meski begitu, penulis harus berjuang keras ketika menghadapi ikatan sentimental. Mereka hanya menulis sesuatu yang mereka rasakan dalam-dalam. Itulah ironisnya penulis, di satu sisi, segala hal dianggap keramat oleh mereka, tapi, di sisi lain, sebenarnya tidak begitu." - Rad

Audrey mendapat berhasil magang di sebuah penerbitan terkenal. Berkat pengalamannya di majalah sekolah dan bantuan seorang teman yang bibinya seorang editor, Audrey mendapat jalan mulus jadi pekerja magang. Dari situ kemudian dia kembali bertemu dengan Rad. Hubungan mereka kembali terjalin.

Rad ternyata merintis kariernya sebagai seorang penulis. Sebenarnya dia sempat mengobrolkan hal ini dengan Audrey. Pun Audrey juga punya keinginan menulis buku. Dari persamaan ini ada ikatan istimewa yang terjalin di antara mereka berdua. Akan tetapi, baik Audrey dan Rad menyimpan sebuah rahasia sendiri.

Ada rahasia yang begitu kelam yang disembunyikan oleh Audrey. Yang paling mengejutkan lagi Rad juga ternyata menyimpan rahasia yang tak kalah gelapnya. Rahasia itu begitu menyakitkan untuk diungkap tapi begitu menyiksa bila terus dipendam begitu saja. Jalinan cerita mereka menjadi begitu tak biasa.

"Tahu, tidak? Kehilangan seseorang terkadang justru sangat berharga bagi seorang penulis."

Terkadang kita sendiri tak paham kenapa bisa begitu tertarik dan menyukai seseorang. Yang bisa kita lakukan kemudian hanyalah mengikuti perasaan itu dan membuat keputusan, berhenti memperjuangkannya atau terus mengusahakannya. Tak selamanya cinta itu manis dan bahagia. Bisa jadi akan ada kepahitan dan rasa sakit yang terlibat di dalamnya.

Hal-hal seputar menulis yang bisa jadi penyembuh rasa kesepian dan kehilangan juga diungkap di novel ini. Rad dan Audrey punya cara yang hampir sama untuk berdamai dengan keadaan dan hatinya sendiri. Dan menulis menjadi salah satu cara yang paling ampuh.

Sad Girls, novel ini tak hanya mengupas cinta dari sisi manisnya saja. Ada luka dan rasa sakit hati. Tapi juga ada harapan dan pilihan yang bisa diambil untuk memperbaiki semuanya. Kisah Audrey dan Rad tidak selalu berjalan mulus dan keputusan yang mereka ambil pada akhirnya jelas bukan sesuatu yang mudah dilakukan.

Cinta pertamamu bukan yang pertama kali membuatmu jatuh hati, melainkan yang pertama kali membuatmu patah hati.

(vem/nda)

What's On Fimela