Semua Keinginan Orangtua Bisa Kupenuhi, Tapi Tidak untuk Urusan Jodoh

Fimela diperbarui 07 Apr 2018, 11:15 WIB

Hidup memang tentang pilihan. Setiap wanita pun berhak menentukan dan mengambil pilihannya sendiri dalam hidup. Seperti cerita sahabat Vemale yang disertakan dalam Lomba Menulis April 2018 My Life My Choice ini. Meski kadang membuat sebuah pilihan itu tak mudah, hidup justru bisa terasa lebih bermakna karenanya.

***

“Hidupku ialah pilihanku,” kata-kata ini mungkin gampang untuk didengar dari semua orang di dunia ini, tetapi jarang bisa dijalanin sesuai impian kita. Dan inilah ceritaku.

Saat ini aku berusia 24 tahun dan aku bekerja di perusahaan swasta sebagai Administrasi Project, sebenarnya ini bukan lah cita-citaku, mungkin ini adalah cita-cita kedua orangtuaku. Dan sampai saat ini aku masih dihantui dengan impianku selama ini, yaitu sebagai penyanyi. Dari kecil aku sering bernyanyi dan bernyanyi itu membuat kubahagia. Tetapi orangtuaku tidak setuju karena masa depannya kurang bagus atau mereka menginginkan aku bekerja di kantoran saja.



Sempat merasa kecewa, sedih, dan marah tetapi bagaimana lagi, hidupku ialah pilihan kedua orangtuaku, mereka selalu membahas tentang masa depanku jika aku menjadi pekerjaan kantoran. Kuliah pun aku disuruh masuk jurusan akuntansi, jurusan di mana aku tidak suka sama sekali dan membosankan. Apalagi aku tidak terlalu pintar. Mereka selalu meneken aku supaya aku bisa lulus dengan IPK tinggi dan masuk perusahaan besar dan itu sangat menyiksa diriku, sampai akhirnya aku sempat merasa frustasi sekali karena impia ku bukan ini, impianku ialah menjadi penyanyi bukanlah pekerjaan kantoran.

Terlebih lagi aku wanita dan harus selalu nurut kepada kedua orang tua, dan akhirnya aku mengikhlaskan semua impianku yang selama ini aku pendam, dan aku akhirnya lulus dan mendapatkan pekerjaan kantoran sesuai keinginan kedua orangtuaku. Seiringnya berlalunya waktu aku akhirnya nyaman dengan pekerjaanku dan nyaman dengan pekerjaan yang bertolak belakang dengan cita-citaku.



Dan akhirnya kedua orangtuaku ingin aku segera menikah. Inilah hidupku, lagi-lagi kedua orangtuaku yang mengaturnya semua. Sampai ke perihal pernikahan dan jodoh juga. Dan kali ini aku tidak mau ditentukan jodohku atau calon suamiku oleh kedua orangtuaku, karena pernikahan dan jodoh itu adalah hal yang serius dalam hidupku karena kelak nanti aku yang merasakannya dan menjalaninya. Akhirnya aku menemukan jodohku yang aku pilih sendiri tetapi kedua orangtuaku selalu ingin menjodohkan aku yang katanya “mapan”.



Akhirnya aku sempat berselisih paham dengan orangtuaku selama berbulan-bulan, karena mereka tidak suka pilihanku, mereka ingin aku menikahi dengan laki-laki yang mapan dan dari keluarga terhormat. Dan aku selalu berusaha menyakinkan mereka kalau pilihanku ini adalah pilihan yang terbaik demi masa depanku, karena aku mencintai dia, laki-laki yang membuatku untuk selalu di dekat dia dan merasa nyaman.

Lama kelamaan kedua orangtuaku akhirnya luluh juga dan merestui hubungan kami, karena kami selalu berusaha menyakinkan mereka. Percayalah jika kita mempertahankan sesuatu yang menurut kita itu adalah baik maka harus diperjuangkan, walaupun harus ada salah satu impian kita yang dilepaskan.






(vem/nda)
What's On Fimela