Ada setidaknya empat cara untuk mengobat kanker payudara, dan salah satunya adalah menggunakan terapi hormone. Terapi ini biasanya dilakukan untuk mencegah kanker tumbuh kembali setelah operasi.
Seperti yang dikutip oleh cancer.org, terapi hormone juga banyak dikenal sebagai terapi sistemik. Terapi ini diterapkan untuk mencegah sel kanker tumbuh kembali, dan juga bsia diterapkan untuk menangani kanker yang telah menyebar.
Terapi ini bertujuan untuk mengontrol memblokir atau menurunkan kadar estrogen dalam tubuh. Estrogen memegang peranan penting dalam perkembangan kanker payudara.
Oleh sebab itu, terapi hormone ini bertujuan untuk mengontrol produksi ER-positif dan PR-positif. Namun, terapi ini tidak mampu memblokir perkembangan tumor ER-negative dan PR-negative.
Ada banyak obat yang bisa dikonsumsi untuk terapi hormone. Diantaranya adalah Tamoxifen dan Toremifene dan Aromatese inhibitors.
Ada beberapa efek yang akan disarakan oleh pasien dalam masa terapi hormone. Pada beberapa kasus, pasien bisa mengalami menopause, berkeringat, vagina menjadi kering, dan mood yang berubah-ubah.
Ladies, bagaimana apabila sel kanker tidak lagi merespon terapi hormone yang diberikan? Jalan terakhir yang bisa dilakukan adala dengan memberikan estrogen dalam dosis tinggi. Perawatan itu mampu membuat pasien mengalami penyumbatan, dan merasa mual.
Terapi hormone berkerja dengan memblokir atau menurunkan kadar estrogen dalam tubuh. Dengan begitu, disinyalir resiko kanker payudara dapat berkurang dan membawan perubahan positif bagi kesehatan.
Oleh: Nastiti Primadyastuti
(vem/tyn)